Komunitas yang Aman: Ciri-ciri yang perlu ada

safe community

Orang hanya akan bertumbuh dalam lingkungan yang aman. Komunitas yang aman adalah tempat di mana orang-orang yang bersedia menampilkan dirinya sendiri dalam komunitas, dan tetap mendapatkan dukungan dan penerimaan . Agar komunitas bisa menjadi tempat yang aman, ada beberapa hal yang perlu terjadi:

  1. Keterbukaan: Kesediaan untuk memberikan informasi yang mencakup pikiran, perasaan, dan kehendak – sehingga orang bisa membedakan apa yang menjadi fakta (kenyataan), opini (pendapat), dan preferensi (kesukaan) serta kebutuhan seseorang. Menjadi terbuka berarti memperlihatkan siapa kita pada orang lain.
  2. Kerapuhan: Menjadi rapuh adalah kesediaan untuk berada dalam situasi yang beresiko, tidak pasti dan rentan secara emosional:. Menjadi rapuh adalah berada pada kondisi di luar kendali kita, sehingga mudah untuk terlihat tidak aman, tidak nyaman, tidak cukup, tidak tahu atau tidak bisa mengendalikan. Menjadi rapuh berarti bersedia dikenali oleh orang lain.
  3. Akuntabilitas: adalah kesediaan untuk saling bertanggung jawab dengan seorang mitra.
  4. Kerahasiaan: adalah situasi di mana kita bisa menjadi orang yang bisa dipercaya untuk menjaga hal-hal yang berharga bagi seseorang agar tidak menjadi konsumsi publik.

Bagaimana dengan komunitas di mana kita berada? Apakah memperlihatkan ciri-ciri seperti di atas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s