Pertanyaan untuk Refleksi Diri

Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.(2 Tim 2:15)

Do your best to present yourself to God as one approved, a workman who does not need to be ashamed and who correctly handles the word of truth. (NIV)

Apakah anda terbiasa untuk bertanya kepada diri sendiri, sejauh mana anda sudah menjalani kehidupan yang maksimal dan berbuah. Perenungan tentang apa yang kita rasakan, pikirkan, katakan dan lakukan adalah hal yang sebaiknya kita lakukan secara rutin, dalam situasi doa dan kontemplasi kepada Allah, dan mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita lakukan dengan hidup kita. Perenungan berikut, yang saya dapatkan dari tulisan di sini, merupakan beberapa pertanyaan diagnostik yang bisa membantu kita untuk mengevaluasi diri sendiri

Sudahkah saya memberi yang terbaik dari hidup saya?

#1 Usahakanlah – do your best! Ketika kita sudah memberi yang terbaik dari pikiran, tenaga, waktu, hati dan hidup kita buat Allah, apalagi yang akan Ia minta?

Sudahkah yang saya lakukan adalah hal yang layak dan berkenan

#2 layak – approved! Apakah perbuatan-perbuatan saya adalah sesuatu yang membuat Allah senang dan berkenan? Jelas kita layak dan berkenan di hadapan Allah bukan karena perbuatan kita, namun perbuatan kita akan mencerminkan kehidupan yang sudah diubah oleh Allah.

Sudahkah saya berpusat pada Allah, dan bukan yang lain

#3 di hadapan Allah! Apakah yang menjadi dasar dan tujuan hidup kita mula-mula adalah Allah? Ataukah ada sesuatu yang lain yang mengisi hati kita lebih dari Allah?

Sudahkah saya menjadi seorang pekerja, dan bukan seorang pemalas

#4 pekerja! Pekerja adalah orang yang bekerja, tentu dengan job description yang jelas, tujuan yang jelas, dan hasil yang jelas. Seorang pekerja tidak sembarangan bekerja, dan juga tidak bekerja tanpa hasil. Seorang pekerja yang baik tidak akan menyia-nyiakan tugas dan sumber daya yang sudah dilimpahkan padanya.

Sudahkah kehidupan saya bersih dari hal-hal yang memalukan

#5 tidak usah malu! Adakah sesuatu, baik dari masa lalu maupun masa sekarang, yang jika diketahui oleh orang lain akan mempermalukan baik diri kita, maupun posisi dan panggilan yang telah dipercayakan kepada kita?

Sudahkah kehidupan saya mencerminkan saya yang otentik dan apa adanya

#6 berterus terang! Sudahkah hidup kita berpadanan dengan panggilan kita, hidup yang mencerminkan Kristus yang ada di dalam kita?

Sudahkah kehidupan saya memperkenalkan Allah kepada orang di sekitar saya

#7 memberitakan perkataan kebenaran! Sudahkah apa yang kita rasakan, pikirkan, katakan dan lakukan memberi inspirasi pada orang lain di sekitar kita tentang Allah yang kita sembah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s