Mutiara Hikmat #2: Kualitas diri – dicari, diperhatikan, dihormati dan diteladani…

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina (22:29)

Orang yang trampil adalah orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan cara dan hasil yang baik. Menjadi trampil dalam suatu bidang biasanya akan mengikutsertakan gambaran berikut: pemahaman yang cukup luas, kerja/usaha yang terus menerus, kemampuan di atas orang rata-rata, dan hasil yang istimewa. Kadang-kadang orang yang trampil adalah mereka yang memang memiliki bakat tertentu, namun bahkan mereka yang tidak bertalenta pun bisa menjadi seseorang yang trampil.

Yang tidak mungkin hilang adalah kebutuhan untuk bekerja keras dan menginventasikan waktu, hati, tenaga dan pikiran, sebelum bisa menjadi terampil dalam bidang tertentu. Tidak ada orang yang dilahirkan langsung trampil dalam hal tertentu. Hal ini mengimplikasikan bahwa keterampilan membutuhkan pengorbanan dan usaha yang berkesinambungan. Mungkin karena itulah banyak orang yang tidak mau menjadi trampil dalam bidang tertentu.

Namun jika kita memiliki keterampilan tertentu dan mempunyai kualitas diri yang tinggi, akan ada hal-hal baik sebagai imbalan. Keuntungan itu adalah sebagai berikut.

Mereka yang trampil dan berkualitas akan diperhatikan orang.
“Pernahkah engkau melihat…”, yang memperlihatkan bahwa mereka yang memiliki keterampilan yang tinggi akan menjadi pusat perhatian orang lain.

Mereka yang trampil dan berkualitas akan dihormati orang lain, baik orang di atasnya, maupun dibawahnya
“Di hadapan raja-raja ia akan berdiri”, sebagai orang yang terhormat

Mereka yang trampil dan berkualitas akan mempengaruhi orang lain
Orang tersebut akan berada pada tempat yang membuatnya bisa mempengaruhi orang lain

Mereka yang trampil dan berkualitas akan karirnya akan memuncak
Tidak ada orang yang langsung trampil dalam hidupnya. Semakin ia memperbaiki kualitas dirinya, ia akan semakin berada di tempat yang lebih tinggi lagi.

Mereka yang trampil dan berkualitas cenderung akan menjadi pimpinan
Karena ia berada pada posisi yang diperhatikan, dihormati dan mempengaruhi orang lain, kemungkinan besar ia akan atau sudah menjadi seorang pemimpin

Mereka yang trampil dan berkualitas akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitasnya
Orang yang trampil justru akan memiliki kesempatan yang besar untuk meningkatkan keterampilannya. Orang biasanya berada dalam posisi di mana untuk belajar sesuatu merupakan hal yang relatif mudah.

Sering orang dalam bekerja memusatkan tenaga dan pikirannya untuk mendapatkan faktor-faktor ekstrinsik yang memang dicari banyak orang. Orang ingin diperhatikan & dihormati, ingin mempengaruhi, bahkan mengendalikan orang lain, dan ingin memiliki karir yang meningkat, dan menjadi pemimpin yang lebih tinggi. Dan hal tersebut menjadi sumber pertikaian, karena banyak orang yang saling memperebutkan faktor pendorong itu. Sementara jika hal-hal tersebut tidak atau kurang didapatkan, orang cenderung menjadi kehilangan gairah ketika bekerja. Ada alternatif lain: pusatkan hati, waktu, tenaga dan pikiran untuk memperbaiki kualitas diri, dan pada waktunya, hal-hal yang dicari orang banyak itu akan datang sendiri.

Bagaimana menjadi orang yang arif dalam bekerja:

  • Berusahalah untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas diri
  • Jadikanlah keterampilan dan kualitas diri sebagai motivasi instrinsik (di dalam) yang menjadi pendorong kita dalam melakukan pekerjaan.

<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s