Pertanyaan Akuntabilitas #5 Church Multiplication Associates

2009 July 22
by paulpla

Akuntabilitas adalah suatu sistem di mana kita mengakui
ketidakmampuan kita untuk secara mandiri bertumbuh dan menyatakan
kebutuhan kita akan pertolongan orang lain. Dalam sistem ini kita
membagikan pertanggungjawaban atas kondisi kehidupan kita kepada orang
lain yang kemudian akan ikut mendukung, mungkin melalui dorongan,
teguran, nasihat ataupun doa. Yang penting dalam sistem ini adalah
adanya keterbukaan dan penerimaan satu sama lain. Di bawah ini ada
beberapa pertanyaan yang dapat menolong anda saat berbagi dengan orang
lain. Artikel ini saya ambil dari sini.

  1. Apakah engkau sudah menjadi kesaksian akan kebesaran Kristus lewat tindakan dan kata-katamu pada minggu ini?
  2. Apakah engkau sudah membiarkan dirimu mendapatkan hal-hal yang merangsang seksualitas, atau membiarkan pikiranmu memikirkan hal-hal yang tidak senonoh dengan seseorang yang bukan pasangan hidupmu?
  3. Apakah engkau gagal dalam memprtahankan integritas keuangan pada minggu ini, atau menginginkan sesuatu yang bukan milikmu?
  4. Apakah engkau sudah berlaku terhormat, penuh pengertian dan murah hati dalam hubungan-hubunganmu yang penting pada minggu ini?
  5. Apakah engkau sudah melukai orang yang lain dengan kata-kata, mungkin di depan atau juga di belakang mereka?
  6. Apakah engkau kecanduan sesuatu pada minggu ini?
  7. Apakah engkau sedang berada dalam kondisi kepahitan dengan seseorang?
  8. Apakah engkau pernah berharap kemalangan orang lain agar engkau yang ditinggikan orang?
  9. Apakah engkau sudah membaca Firman Tuhan dan mendengar dari-Nya? Apa yang akan kau lakukan?
  10. Apakah engkau menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dengan jujur?

Pertanyaan Akuntabilitas #4 Neil Cole

2009 July 22
by paulpla

Akuntabilitas adalah suatu sistem di mana kita mengakui ketidakmampuan kita untuk secara mandiri bertumbuh dan menyatakan kebutuhan kita akan pertolongan orang lain. Dalam sistem ini kita membagikan pertanggungjawaban atas kondisi kehidupan kita kepada orang lain yang kemudian akan ikut mendukung, mungkin melalui dorongan, teguran, nasihat ataupun doa. Yang penting dalam sistem ini adalah adanya keterbukaan dan penerimaan satu sama lain. Di bawah ini ada beberapa pertanyaan yang dapat menolong anda saat berbagi dengan orang lain. Artikel ini saya ambil dari sini.

  1. Bagaimanakah keadaan jiwamu?
  2. Dosa apa yang perlu engkau akui?
  3. Apa yang perlu engkau serahkan kepada Allah?
  4. Apakah ada hal yang sedang mengurangi semangatmu bagi Kristus?
  5. Kepada siapakah engkau sudah berbicara tentang Kristus dalam minggu ini?

Pertanyaan Akuntabilitas #3 Chuck Swindoll

2009 July 22

Akuntabilitas adalah suatu sistem di mana kita mengakui ketidakmampuan kita untuk secara mandiri bertumbuh dan menyatakan kebutuhan kita akan pertolongan orang lain. Dalam sistem ini kita membagikan pertanggungjawaban atas kondisi kehidupan kita kepada orang lain yang kemudian akan ikut mendukung, mungkin melalui dorongan, teguran, nasihat ataupun doa. Yang penting dalam sistem ini adalah adanya keterbukaan dan penerimaan satu sama lain. Di bawah ini ada beberapa pertanyaan yang dapat menolong anda saat berbagi dengan orang lain. Artikel ini saya ambil dari sini.

  1. Apakah selama minggu terakhir ini engkau pernah berada bersama seorang wanita dalam konteks yang bisa menjatuhkan?
  2. Apakah ada urusan keuangan yang melanggar integritas?
  3. Apakah engkau berurusan dengan hal-hal yang menonjolkan seksualitas?
  4. Apakah engkau sudah memberi waktu yang cukup untuk saat teduh dan doa?
  5. Apakah engkau sudah memberi waktu prioritas kepada keluarga?
  6. Apakah engkau sudah mengerjakan tugas-tugas panggilanmu?
  7. Apakah ada kebohongan?

Pertanyaan Akuntabilitas #1 Kelompok Kecil John Wesley

2009 July 22

Akuntabilitas adalah suatu sistem di mana kita mengakui ketidakmampuan kita untuk secara mandiri bertumbuh dan menyatakan kebutuhan kita akan pertolongan orang lain. Dalam sistem ini kita membagikan pertanggungjawaban atas kondisi kehidupan kita kepada orang lain yang kemudian akan ikut mendukung, mungkin melalui dorongan, teguran, nasihat ataupun doa. Yang penting dalam sistem ini adalah adanya keterbukaan dan penerimaan satu sama lain. Di bawah ini ada beberapa pertanyaan yang dapat menolong anda saat berbagi dengan orang lain. Artikel ini saya ambil dari sini.

Pertanyaan-pertanyaan Kelompok Kecil John Wesley

  1. Apakah saya secara sadar atau tidak sadar membuat kesan bahwa saya lebih baik dari yang kelihatan? Dengan kata lain, apakah saya sedang berlaku munafik?
  2.  Apakah saya telah jujur dalam semua tindakan dan kata-kata saya, atau saya suka melebih-lebihkan?
  3. Apakah saya membagikan sesuatu kepada orang lain yang sebenarnya adalah suatu rahasia?
  4. Apakah saya kecanduan mode, teman, kerja atau kebiasaan tertentu?
  5. Apakah saya hidup terlalu memperhatikan diri sendiri, mengasihani diri sendiri, atau membenarkan diri sendiri?
  6. Apakah Alkitab telah hidup dalam kehidupan saya hari ini?
  7. Apakah saya memberi kesempatan pada Firman Tuhan untuk berbicara kepada saya setiap hari?
  8. Apakah saya menikmati waktu doa saya?
  9. Kapankah terakhir saya berbicara kepada seseorang tentang iman saya?
  10. Apakah saya telah mendoakan uang yang saya gunakan?
  11. Apakah saya tidur tepat waktu, dan juga bangun tepat waktu?
  12. Apakah adal hal di mana saya tidak taat kepada Allah?
  13. Apakah saya ngotot melakukan sesuatu yang sebenarnya mengganggu hati nurani saya?
  14. Apakah ada bagian hidup saya yang sedang kalah?
  15. Apakah saya cemburu, tidak kudus, mengkritik, mudah marah, mudah tersinggung, atau tidak percaya pada orang
  16. Bagaimana saya menghabiskan waktu luang saya
  17. Apakah saya sedang sombong?
  18. Apakah saya sering bersyukur kepada Allah karena saya lebih baik dari orang lain?
  19. Apakah ada orang yang saya takuti, tidak sukai, buang, kritik, kepahitan atau abaikan? Jika ada, apa yang akan saya lakukan?
  20. Apakah saya terus-menerus mengeluh dan mengomel?
  21. Apakah Kristus nyata dalam hidup saya?

Bagaimana dengan anda? Dalam hal apa anda perlu membereskan hal-hal di atas dengan Tuhan dan sesama?

Pertanyaan Akuntabilitas #2 Kelompok Kecil Wesley

2009 July 21

Akuntabilitas adalah suatu sistem di mana kita mengakui
ketidakmampuan kita untuk secara mandiri bertumbuh dan menyatakan
kebutuhan kita akan pertolongan orang lain. Dalam sistem ini kita
membagikan pertanggungjawaban atas kondisi kehidupan kita kepada orang
lain yang kemudian akan ikut mendukung, mungkin melalui dorongan,
teguran, nasihat ataupun doa. Yang penting dalam sistem ini adalah
adanya keterbukaan dan penerimaan satu sama lain. Di bawah ini ada
beberapa pertanyaan yang dapat menolong anda saat berbagi dengan orang
lain. Artikel ini saya ambil dari sini.

  1. Dosa apa yang kamu lakukan sejak pertemuan terakhir kita?
  2. Cobaan apa yang kamu hadapi?
  3. Bagaimana caramu melepaskan diri dari cobaan itu?
  4. Hal apa yang kamu pikirkan, katakan atau lakukan, yang kamu ragu apakah dosa atau bukan
  5. Adakah hal-hal yang kamu ingin rahasiakan?

Reference: John Wesley’s Class Meetings: a Model for Making Disciples, by D. Michael Henderson, Evangel Publishing House, 1997, pp. 118

7 cara berkomunikasi yang membangkitkan gairah

2009 July 3
by paulpla

Kepemimpinan adalah sebuah seni untuk mempengaruhi orang mencapai suatu tujuan tertentu. Artinya visi yang ditawarkan seorang pemimpin seharusnya hanya bisa terealisir ketika ia melibatkan orang lain. Dan bagaimana cara seorang pemimpin melibatkan orang? Tentu lewat komunikasi, dan komunikasi itu haruslah sesuatu yang membangkitkan gairah dan menginspirasikan sesuatu yang penting kepada orang yang mendengarnya. Berikut adalah daftar 7 cara berkomunikasi untuk meningkatkan apresiasi orang akan visi yang kita tawarkan, yang saya ambil dari artikel ini.

  1. Secara terus menerus memperlihatkan antusiasme dan gairah
  2. Mendorong orang melakukan tindakan
  3. Menawarkan keuntungan yang dibutuhkan orang lain
  4. Membagikan kisah yang melekat dalam ingatan
  5. Mengundang keterlibatan orang
  6. Membagikan perspektif yang optimistik
  7. Membangkitkan potensi orang

Satu aspek kepemimpinan adalah memikirkan tujuan apa yang hendak dicapai. Namun sebagian besar kerja justru terjadi untuk memastikan bahwa tujuan tersebut bisa tercapai, dan hal itu terjadi lewat keterlibatan orang dalam pencapaian visi. Bagaimana dengan anda? Apakah cara anda berkomunikasi telah membuat orang lain bergairah untuk terlibat dalam tujuan anda?

10 cara mudah mengidentifikasi bukan pemimpin

2009 July 3
by paulpla


Kepemimpinan adalah sebuah seni untuk mempengaruhi orang. Ada orang-orang yang berada di dalam posisi sebagai pemimpin, namun berpikir dan bertindak bukan sebagai pemimpin. Pada saat yang sama, ada juga mereka yang sebenarnya tidak memiliki jabatan atau posisi struktural, namun berfungsi sebagai pemimpin dalam lingkungannya. Kalau begitu, bagaimana membedakannya? Berikut adalah 10 cara mudah untuk mengidentifikasi seseorang yang bukan pemimpin, yang saya ambil dari artikel ini.

  1. Menunggu sampai memiliki uang dan orang lebih banyak sebelum bertindak untuk mencapai visi
  2. Merasa harus berada dalam posisi atau jabatan tertentu baru bisa mempengaruhi orang
  3. Puas dengan kondisi sekarang
  4. Cenderung mengakibatkan perpecahan dan bukannya membangun dialog yang sehat
  5. Cenderung merasa harus berkata sesuatu supaya didengar orang
  6. Cenderung lebih mudah untuk menyalahkan orang lain untuk situasi yang terjadi pada kita dan bukannya bertanggung jawab untuk mencari jalan keluar
  7. Jarang mau berkata “Saya salah..
  8. Dikendalikan oleh rutinitas, dan bukannya mengurusi hubungan dan pencapaian visi
  9. Memiliki mimpi yang begitu kecil, dan orang merasa bahwa itu akan tercapai
  10. Tidak memiliki pengikut

Satu, dua atau beberapa point di atas memperlihatkan titik-titik kelemahan kita sebagai pemimpin. Semakin banyak point, semakin banyak juga kelemahan yang perlu diatasi sebagai pemimpin. Dan perjalanan hidup kita sebagai pemimpin adalah suatu ziarah untuk meminimalkan kelemahan-kelemahan di atas. Namun jika semua point di atas sedang berlaku dalam hidup anda, jelas anda bukan pemimpin!

Pertanyaan-pertanyaan yang menolong orang bertumbuh

2009 May 1
by paulpla

Sering dalam menolong orang kita perlu memberi pertanyaan-pertanyaan yang dapat membantu orang untuk bisa bertumbuh dalam konteksnya masing-masing. Pertanyaan tersebut seharusnya bersifat tidak mengancam, tidak menghakimi, dan justru bisa menolong orang untuk merenungkan atau mencari jawaban yang lain dari yang sebelumnya dia pikirkan. Karenanya kita perlu bertanya dengan cara yang bermacam-macam. Kami sedang berlatih untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menolong orang, lewat pelatihan Core Coaching Skills (Creative Results Management).

Pertanyaan Tertutup
: Pertanyaan yang dijawab dengan YA atau TIDAK, atau pertanyaan lain yang berupa fakta-fakta praktis

  • Apakah Anda setuju dengan pendekatan ini?
  • Apakah tidak apa-apa kalau kita pindah ke topik yang lainnya?
  • Apakah Anda siap untuk mendiskusikan hal ini?

Pertanyaan Terbuka: Pertanyaan yang memberi keleluasaan dalam menjawab

  • Apa yang sedang terjadi dengan pekerjaan Anda sekarang?
  • Apa yang Allah sampaikan kepada Anda mengenai keputusan ini?
  • Kapan Anda berpikir untuk membuat perubahan?
  • Apa yang membuat Anda berpikir kalau dia menentang Anda?

Pertanyaan yang Mengarahkan: Pertanyaan yang mendorong atau mengarahkan orang pada satu tujuan yang sudah dipikirkan oleh penanya

  • Siapakah dari anggota Anda yang mempertanyakan otoritas Anda?
  • Apakah rencana Anda untuk mencari dana?
  • Kapankah Anda akan  lebih banyak waktu untuk mendengarkan Sabda Tuhan akan hal ini?

Pertanyaan Mengenai Perasaan: Pertanyaan agar orang dapat menceritakan atau merumuskan perasaan
Apakah yang Anda rasakan ketika Anda memasuki suatu tahapan yang baru dalam kehidupan Anda?

  • Perasaan apakah yang muncul ketika Anda memikirkan pernikahan Anda?
  • Pertanyaan acuan (Siapa, Apa, Kapan, Dimana): Pertanyaan yang menggali fakta dengan cara-cara yang berbeda
  • Siapa saja yang berada dalam tim Anda?
  • Apa yang telah terjadi?
  • Kapan hal tersebut terjadi?
  • Dimana hal itu terjadi?

Pertanyaan dengan Acuan Mengapa: Pertanyaan untuk mendapatkan alasan atau analisa terhadap hal yang sudah terjadi.

  • Faktor apakah yang Anda perhatikan sebelum memulai melakukan sesuatu?
  • Bagaimanakah Anda akan menyimpulkan hasil-hasil dari proyek tersebut?
  • Langkah-langkah apa sajakah yang telah Anda ambil sejauh ini?

Pernyataan yang Memicu Perenungan: pertanyaan yang menolong orang untuk merenungkan hal-hal yang membutuhkan penjelasan yang lebih jauh

  • Suatu pernyataan-pernyataan dapat membantu seorang coachee untuk lebih dalam merefleksikan atau merenungkan atau melanjutkan penjelasannya.
  • Ceritakan lebih banyak tentang hal tersebut
  • Tolong bantu saya untuk lebih memahami apa yang sedang Anda pikirkan.
  • Tolong ceritakan kepada saya dengan cara yang lain.
  • Jelaskan lebih lanjut.

Meminta Ijin: pertanyaan untuk memberi hak melanjutkan dengan pertanyaan lebih lanjut

  • Apakah Anda keberatan bila saya mengajukan pertanyaan kepada Anda?
  • Saya memiliki suatu kesan bahwa ada sesuatu yang lebih disini, apakah Anda keberatan bila saya mengajukan pertanyaan yang lebih dalam kepada Anda mengenai hal tersebut?
  • Saya perhatikan ada suatu pola disini, bolehkah saya bagi dengan Anda?

Asumsi Pengembangan dan Pembelajaran Pribadi

2009 April 30

Saya mendefinisikan sukses dalam 3 indikator (dari Maxwell):
1. Mengetahui panggilan pribadi
2. Memaksimalkan hidup berdasarkan panggilan pribadi
3. Menolong orang lain menjadi maksimal

Berarti keberhasilan saya dalam hidup ini akan tergantung pada seberapa besar keberhasilan saya dalam mengembangkan diri, yang dimulai dengan mengetahui panggilan dan kemudian memaksimalkan hidup berdasarkan panggilan tersebut. Karenanya ada beberapa asumsi penting yang mendasari pengembangan diri yang maksimal. Dalam pelatihan Core Coaching Skill (Creative Results Management) beberapa asumsi pengembangan diri tersebut adalah:

Saya Memiliki Panggilan Tersendiri.
Allah secara unik menciptakan saya untuk menjadi seseorang yang istimewa dan melakukan hal yang istimewa pula. Keunikan ini berarti saya akan memiliki perbedaan-perbedaan dengan orang lain, namun perbedaan ini tidak membuat saya lebih baik (atau lebih buruk) dari orang lain. Namun perbedaan ini adalah karunia Tuhan yang menuntut saya untuk hidup maksimal berdasarkan konteks saya pribadi, dan bukan meniru konteks orang lain.

Saya Bertanggung Jawab Terhadap Pengembangan Pribadi Saya Sendiri.
Saya,bertanggung jawab terhadap pengembangan pribadi atau pembelajaran diri saya sendiri. Saya tidak perlu menunggu untuk diajari. Saya memiliki cara yang unik untuk belajar, dan adalah tanggung jawab saya untuk secara maksimal bertumbuh dengan cara yang sesuai dengan kondisi dan situasi saya.

Saya Harus Berkembang Secara Holistik.
Banyak orang yang terfokus hanya pada pertumbuhan ketrampilan mereka atau pada bidang tertentu yang terasa mudah kepada mereka. Dalam hal ini, mereka dapat menjadi tidak seimbang, karena kelemahan yang mereka punyai akan menyebabkan masalah dalam kehidupan meraka. Yesus berkembang dengan cara holistik, hal ini dapat kita lihat seperti apa yang tertulis dalam Lukas 2:52, “Dan Yesus makin bertambah besar dalam hikmah dan kekuatanNya, dan semakin dikasihi oleh Allah dan sesama manusia”. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa ada 4 bidang dalam pengembangan pribadi seseorang, yaitu: intelektual, fisik, spiritual, dan sosial. Markus 12:28-31 menyebutkan bahwa kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, jiwa, akal budi, dan kekuatan, dan juga mengasihi sesama. Dan dari 2 ayat tersebutlah kita dapat belajar mengenai pengembangan yang holistik

Saya Membutuhkan Orang Lain Untuk membantu Saya.
Saya tidak dapat bertumbuh dan menjadi dewasa dengan mengandalkan diri sendiri. Saya membutuhkan orang lain untuk membantu. Saya adalah bagian dari mahluk sosial yang berinteraksi dengan orang lain, dan interaksi itu dapat membuat saya menjadi lebih baik atau lebih buruk. Adalah tanggung jawab saya untuk menggunakan hubungan saya sebagai alat pertumbuhan yang sehat.

Saya Harus Terfokus pada proses dan tujuan
Orang dewasa belajar dengan lebih baik melalui dialog dan penemuan, daripada jika seseorang mengajar mereka. Orang yang belajar harus bertindak aktif dalam memilih topik, perenungan, mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, dan menerapkan pengajaran. Saya bertanggung jawab untuk mengutamakan proses pengembangan diri saya dengan melihat tujuan akhir, dan tidak bergantung pada orang atau situasi.

Ciri-ciri seorang mentor yang handal

2009 April 30
by paulpla

Kita dipanggil dalam hidup ini bukan hanya untuk memikirkan diri sendiri, namun juga sebagai bagian dengan orang-orang lain. Saya  mendefinisikan sukses dalam 3 indikator (dari Maxwell):

  1. Mengetahui panggilan pribadi
  2. Memaksimalkan hidup berdasarkan panggilan pribadi
  3. Menolong orang lain menjadi maksimal

Pemahaman di atas mendorong saya untuk belajar menjadi seorang mentor yang mau menolong orang lain untuk maju. Bagaimanakah ciri-ciri seorang mentor yang handal? Dalam pelatihan Core Coaching Skill (Creative Result Management), yang sedang kami lakukan beberapa point seorang mentor handal adalah:

  • Mentor handal tidak pernah berhenti belajar; secara terus-menerus mempertajam kemampuan, teknik, dan alat belajar yang mereka punyai.
  • Mentor handal menciptakan lingkungan belajar yang aman yang dapat membangkitkan semangat serta memotivasi orang untuk menjadi lebih baik.
  • Mentor handal mempunyai rasa ingin tahu yang besar namun senang menjadi pendengar yang baik.
  • Mentor handal mengajukan pertanyaan yang dapat menginspirasi untuk membangkitkan kepercayaan diri, inovasi, serta tindakan.
  • Mentor handal menularkan semangat dan antusias dan mampu mengenali kelebihan dan keberhasilan orang.
  • Mentor handal berpihak dengan orang yang sedang ditolongdan menolong orang untuk menguji asumsi-asumsi dan mempertanyakan kepercayaan dan tindakan yang destruktif atau membatasi
  • Mentor handal dapat mengenali dan menggunakan intuisinya, namun tidak terjebak untuk mengembangkan egonya sendiri.
  • Mentor handal mengembangkan orang lain, dengan fokus pada kapasitas orang lain, pada proses, dan pada masukan, dan hasil akhir yang disetujui bersama, dan tidak terganggu dengan hasil sementara
  • Mentor handal mampu mendukung orang menjadi pribadi mandiri
  • Mentor handal mendorong orang untuk melakukan apa yang menjadi bagian dan tanggung jawabnya sendiri

Ada hal di mana point di atas sudah menjadi satu hal yang natural dalam hidup saya, misalnya no. 1. Namun kebanyakan point yang lain masih kacau dan rusak. Bagaimana dengan anda sendiri? Sudahkah anda menjadi mentor yang handal? Adakah hal-hal yang perlu ditambahkan dalam daftar ini?