2011 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 29,000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 11 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

2010 in review

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads This blog is on fire!.

Crunchy numbers

Featured image

A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats.

The average container ship can carry about 4,500 containers. This blog was viewed about 19,000 times in 2010. If each view were a shipping container, your blog would have filled about 4 fully loaded ships.

 

In 2010, there were 16 new posts, growing the total archive of this blog to 159 posts. There was 1 picture uploaded, taking a total of 218kb.

The busiest day of the year was May 7th with 208 views. The most popular post that day was Pembelajaran orang dewasa: Ciri-ciri.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were en.wordpress.com, google.co.id, blog-indonesia.com, blogger.com, and search.conduit.com.

Some visitors came searching, mostly for cara belajar yang efektif, pernikahan kristen, pembelajaran orang dewasa, ciri-ciri orang dewasa, and ciri orang dewasa.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Pembelajaran orang dewasa: Ciri-ciri December 2008
6 comments

2

Strategi Pembelajaran: 10 Cara Belajar yang efektif February 2009
8 comments

3

Kesejahteraan 05.1 Dasar-dasar Pernikahan Kristen February 2009
7 comments

4

Tugas Pembelajaran: Definisi dan Asumsi January 2009
1 comment

5

Motivasi intrinsik dan ekstrinsik February 2010

Roma 1 Mengenal Allah mengerti manusia

Menolak untuk mengenal Allah, mereka pun tidak mengerti bagaimana menjadi manusia – wanita tidak tahu bagaimana menjadi wanita, pria tidak tahu bagaimana menjadi pria. Bingung secara  seksual, mereka melecehkan dan mengotori satu sama lain: wanita dengan wanita, pria dengan pria – penuh nafsu, tanpa ada kasih. Dan kemudian mereka harus membayar untuk hal itu, membayar sangat mahal – yaitu kehilangan Allah dan kasih, menjadi orang malang tak bertuhan dan tak memiliki kasih… (Roma 1:26-37 MSG)

Tidak mengenal Allah membuat kita tidak tahu menjadi manusia. Seksualitas adalah satu cara mengenal Allah dan mengenal kasih yang sejati. Tanpa mengenal Allah, manusia hidup dalam kerancuan seksual dan kehilangan kasih.

Rom 1 Tercemar Kekotoran

…Tidak butuh waktu lama bagi manusia untuk hidup seperti dalam kandang, tercemari dengan kotoran, cemar di dalam dan di luar. Dan ini semua terjadi karena mereka menukar Allah yang sejati dengan ilah palsu, dan menyembah ilah yang mereka buat dan bukannya menyembah Allah yang menciptakan mereka – Allah yang kita puji, Allah yang memberkati kita.  (Roma 1:24-25 MSG)

Saat tidak menyembah Allah, kita sedang menyembah sesuatu yang palsu…

Ketika hidup tidak diisi dengan penyembahan, kita akan dicemari oleh kekotoran…

 

Roma 1 (MSG) Memperlakukan Allah sebagai Allah

Orang-orang mengetahui Allah dengan baik, namun ketika mereka tidak memperlakukan-Nya sebagai Allah, bahkan menolak untuk menyembah-Nya, mereka mengerdilkan diri mereka sendiri ke dalam kebodohan dan kebingungan sampai kehilangan arti dan arahan hidup. Orang-orang beranggapan mereka tahu segalanya, namun sebenarnya buta huruf tentang kehidupan. Mereka menukar kemuliaan Allah yang memegang seluruh dunia dalam tangannya dengan benda-benda murahan yang dapat dibeli di pinggir jalan. (Rom 1 MSG)

Bagaimanakah cara manusia tidak memperlakukan Allah sebagai Allah:

  • menolak menyembah-Nya
  • merasa tahu segala hal
  • mengabaikan kemuliaan Allah

Hasilnya adalah:

  • Hidup dalam kebodohan dan kebingungan
  • Kehilangan arti dan arahan hidup
  • Tidak tahu bagaimana caranya hidup

Ketika manusia menolak memperlakukan Allah sebagai Allah, mereka kehilangan keterampilan untuk hidup. Mengabaikan Allah sama dengan mengabaikan kehidupan. Kehidupan yang sejati didapat ketika kita hidup bagi Allah.

Strategi Pembelajaran: 7 langkah mempersiapkan tujuan pembelajaran yang jelas

Tujuan yang jelas sangat diperlukan untuk merancang sebuah sistem pembelajaran yang tepat guna. Dengan memiliki tujuan yang jelas, perencanaan akan menjadi lebih mudah, demikian juga dengan pengukuran dan evaluasi. Seorang guru perlu memperhatikan aspek-aspek penting yang dibutuhkan saat merancang modul pembelajaran yang bertujuan jelas. Langkah-langkah ini diambil dari dari Buku How To Teach So Students Remember, Marilee Sprenger.

  1. Expectations (Pengharapan). Ini adalah sasaran, standar, tujuan ataupun performance descriptor yang menjadi harapan agar dicapai oleh para  murid.
  2. Enduring Understandings (Pemahaman yang melekat). Dari pengharapan yang telah dirumuskan, hal apa yang kita harapkan dipahami oleh para murid? Apa yang merupakan kehendak kita?
  3. Essential Questions (Pertanyaan penting). Rumuskan pemahaman di atas dalam bentuk pertanyaan, yang bisa dimulai dengan “mengapa” dan “bagaimana”. Ini adalah pertanyaan terbuka yang memberi kesempatan bagi pelajar untuk menemukan sendiri jawabannya.
  4. Evidence (Bukti). Bagaimana para pelajar memperlihatkan kepada guru bahwa mereka benar-benar telah memahami?
  5. Evaluation (Evaluasi). Ciptakan proses evaluasi yang cocok dengan pemahaman yang kita harapkan.
  6. Entry Points (Jalan Masuk). Bagaimana kita akan memulai memecah gambar besar yang mau diajarkan dalam konsep-konsep yang lebih kecil yang akan menarik minat murid.
  7. Experiences (Pengalaman). Rancanglah program pembelajaran agar cocok dengan tujuan dan evaluasi, dengan menggunakan 7 Langkah Pembelajaran yang memperkuat daya ingat.

Inilah aspek-aspek yang perlu diperhatikan saat kita sebagai guru merancang suatu modul pembelajaran yang bertujuan jelas.

Strategi Pembelajaran: 7 langkah memperkuat daya ingat murid

Bagaimana cara kita sebagai guru mempersiapkan materi dan metode pembelajaran yang membuat para pembelajar bisa lebih mengingat bahan yang diberikan? Berikut ini langkah-langkah metode pembelajaran yang bisa menolong memperkuat daya ingat. Bahan ini diambil dari Buku How To Teach So Students Remember, Marilee Sprenger.

  1. Reach – yaitu berusaha untuk melibatkan murid-murid dalam proses pembelajaran. Murid bukanlah pribadi yang pasif, namun mereka perlu ikut campur dalam proses pertumbuhan diri.  Beberapa contoh metode pembelajaran yang melibatkan murid adalah Discovery learning, problem-based learning, project-based learning, dan inquiry learning dll. Penting juga bagi guru untuk mempertimbangkan perhatian, motivasi, gaya belajar dan emosi.
  2. Reflect – perenungan adalah memberikan kesempatan kepada murid untuk menghubungkan sesuatu yang baru diberikan oleh guru dengan pemahaman yang sudah ada dalam dirinya.
  3. Recode -  cara untuk mengorganisir pengetahuan yang baru dalam pemahaman murid secara penuh, dan memberi kesempatan padanya untuk mengadaptasikan dalam cara yang baru, mungkin secara visual, pemahaman abstrak, ide-ide dll. Dengan cara ini pengetahuan yang baru telah menjadi milik si pembelajar.
  4. Reinforce – penguatan melalui umpan balik.  Sebagai saringan untuk mengoreksi apa yang salah dan menguatkan yang telah dikuasai, sehingga apa yang masuk pada ingatan jangka panjang merupakan pengetahuan yang telah terseleksi.
  5. Rehearse – pengulangan yang berfungsi untuk menaruh pengetahuan dalam ingatan jangka panjang.
  6. Review – pengolahan pengetahuan yang telah ada dalam ingatan jangka panjang untuk  melihat apakah pembelajar telah
    menguasai bahan dengan baik dan benar
  7. Retrieve – memilih penanda dan penolong ingatan agar bisa menggunakan kembali pengetahuan yang telah ada di ingatan jangka panjang. Kadang-kadang ada hal-hal yang bisa menghalangi usaha murid untuk mengingat kembali. Gunanya penanda dan penolong ingatan adalah untuk mengatasi hal ini.

Lifeskill #6 Membangun kepercayaan diri dalam bekerja

Pemahaman Umum tentang Percaya Diri
Kepercayaan diri adalah sebuah perasaan positif yang dimiliki ketika seseorang merasa yakin akan kelengkapan, keberhargaan dan kemampuan dirinya. Seseorang yang percaya diri akan merasa bahwa ia telah diperlengkapi dengan hal-hal yang memampukannya mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Ia juga merasa bahwa dirinya berharga dan layak mengalami hal-hal yang baik dalam hidup.  Ia juga merasa yakin akan keterampilan dan kemampuan dirinya untuk menghadapi hidup ini.

A    Pentingnya kepercayaan diri di tempat kerja
Kepercayaan diri sangat dibutuhkan dalam menjalani hidup ini dengan cara pandang yang positif dan membawa sukacita. Apalagi di tempat kerja atau dalam hal-hal yang berkenaan dengan pekerjaan dan aktualisasi diri, kepercayaan diri adalah modal yang sangat berharga. Harus di akui juga bahwa kepercayaan diri yang berlebihan bisa menjadi sikap yang membahayakan dalam pekerjaan, namun secara umum kepercayaan diri yang seimbang akan memberikan keuntungan berikut bagi seseorang:

  • Cenderung mendapatkan kepercayaan lebih dari orang lain – karena dapat menunjukkan minat dan mengekspresikan diri, sehingga lebih mudah untuk mengkomunikasikan diri dan lebih terbuka bagi orang-oran lain; cenderung menunjukkan keberhasilan-keberhasilan, yang menolong orang lain untuk percaya
  • Lebih stabil dan dapat diandalkan – karena memiliki rasa berharga akan dirinya sendiri dan percaya pada kemampuannya, ia akan menjadi orang yang tidak terlalu sensitif akan tanggapan orang lain, tidak mudah terpengaruh perubahan situasi di luar dirinya, dan punya pengendalian diri yang lebih baik
  • Lebih mudah untuk mempengaruhi orang lain, apalagi mereka yang memiliki kepercayaan diri yang lebih rendah.
  • Lebih mudah untuk mengambil resiko dalam melakukan tugas-tugas, karena berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain, tidak terdorong untuk diterima oleh orang lain, tidak dibatasi oleh ketakutan dan perasaan-perasaan lainnya.

B    Sumber kepercayaan diri
Yang mempengaruhi kepercayaan diri adalah persepsi kita akan diri sendiri. Semakin kita mengenal diri sendiri secara seimbang dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan, biasanya akan memunculkan perasaan percaya diri yang sehat. Perasaan itu bisa bersumber dari:

  • Perasaan Mampu – yang didapatkan dari pengalaman, pengetahuan dan harapan-harapan. Mereka yang tidak percaya diri biasanya diliputi ketakutan dan kekhawatiran.
  • Perasaan Berharga – merasa aman dan nyaman dengan diri sendiri, memandang diri sendiri sebagai pribadi yang memiliki status istimewa. Mereka yang tidak percaya diri sering memandang diri sendiri secara negatif.
  • Perasaan positif akan kelengkapan diri. Orang yang merasa bahwa dirinya memiliki modal yang lebih, apakah itu secara otak, materi, relasi dll. Mereka yang tidak percaya diri umumnya merasa dirinya kurang atau memfokuskan pada kelemahan-kelemahan tertentu.

C    Sumber percaya diri orang percaya – identitas yang benar
Banyak orang kemudian meningkatkan kepercayaan diri dengan meningkatkan kemampuan, memberi sugesti akan keberhargaan diri, berpikir positif. Hal-hal ini penting bagi kepercayaan diri. Namun bagi orang percaya, perasaan-perasaan positif dimulai karena kita telah memiliki identitas yang baru di dalam Kristus, yang memampukan kita melihat dan menjalani kehidupan dari sudut pandang ilahi. Kita merasa mampu, karena Allah yang bekerja di dalam kita akan memampukan kita melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sulit . Kita berharga, karena Allah yang menganggap kita berharga dan mengasihi kita terlebih dahulu . Kita sempurna dan memiliki sumber daya yang mendukung, karena kita memiliki Allah yang menjanjikan kehidupan yang berlimpah-limpah bagi kita .

Penghalang kepercayaan diri di tempat kerja
A    Faktor intrinsik – dari dalam sendiri

  • Persepsi negatif tentang diri sendiri
  • Kurangnya pengetahuan dan keterampilan
  • Pola pikir yang negatif, yang memunculkan emosi-emosi negatif


B    Faktor Ekstrinsik

  • Komunikasi yang kurang jelas, terutama dengan pimpinan dan teman sejawat
  • Hubungan yang kurang harmonis dengan orang lain – adanya konflik ataupun kompetisi yang kurang sehat
  • Lingkungan yang cenderung negatif dan menjatuhkan orang
  • Sistem kerja yang kurang jelas ataupun tidak praktis – misalnya kurang jelasnya job description ataupun hasil yang diharapkan
  • Pekerjaan yang sulit dan membutuhkan orang yang memiliki kemampuan lebih

Langkah-langkah Praktis membangun Kepercayaan Diri dalam karir dan pekerjaan

A    Membereskan sikap hati

  • Berdoa dan merenungkan kebenaran Allah yang berhubungan dengan identitas kita yang baru dan jaminan kasih Allah, hidup dengan cara pandang yang baru, membereskan hal-hal dari masa lalu yang masih jadi penghalang
  • Mengakui segala perasaan negatif yang ada: ketakutan, kecil hati dll., dan menyerahkannya kepada Allah, dan kemudian meminta agar Allah mengaruniakan kepada kita hal-hal yang baik menggantikan segala perasaan negatif.
  • Meminta kekuatan dari Allah dan mengimani bahwa Allah beserta kita.

B    Mengubah sikap dan pola pikir

  • Berpikir secara positif dalam kerangka kebenaran Allah
  • Membuat pengharapan dan standar-standar yang realistis
  • Memberi waktu untuk mengenali diri sendiri, lewat perenungan, nasihat, tes-tes ataupun doa.
  • Banyak bersyukur dan memuji Allah.

C    Mengubah kebiasaan dan tingkah laku

  • Mulai Dengan Langkah Kecil, memberi afirmasi dan perayaan untuk setiap keberhasilan yang sudah dicapai, seberapapun kecilnya. Beri tanda-tanda atau monumen untuk keberhasilan penting.
  • Jangan biarkan satu kegagalan membuat anda mundur
  • Mengubah penampilan secara positif: Berkomunikasi dengan bahasa-bahasa yang positif dan Bahasa non verbal yang mendukung: cara berpakaian, berjalan, nada suara dll.
  • Menjadi seorang pembelajar seumur hidup, yang tidak pernah berhenti belajar dan berlatih untuk meningkatkan keterampilan dan menyerap hal-hal yang baru
  • Mau mengambil resiko dan siap keluar dari zone nyaman

D    Lingkungan yang positif

  • Dapatkan Dukungan dari Teman dan Keluarga yang memberikan dorongan positif
  • Berkumpul dengan orang-orang yang memiliki kepercayaan diri yang sehat dan menularkan cara pandang yang positif
  • Membaca, menonton ataupun meneladani kisah-kisah sukses dan inspiratif yang ada di sekitar kita