Antara Iman dan Kinerja: Mengapa Kita Bekerja

Bagi beberapa orang, iman dan pekerjaan adalah dua bagian hidup yang terpisah. Yang satu dunia rohani, sementara yang lain dunia sekular, yang sulit untuk disatukan. Namun jika kita memandang kerohanian sebagai sesuatu hal yang sangat penting, bahkan vital, maka sudah sepatutnya spiritualitas menjadi sebuah asas hidup yang mendasari aspek-aspek hidup lainnya. Seluruh hidup kita akan dipengaruhi dengan bagaimana cara kita beriman, termasuk pekerjaan pun bisa dan perlu disikapi lewat cara pandang iman yang benar. Namun iman pun bisa mengalami pertumbuhan yang sehat bila seseorang menerapkan cara bekerja yang benar. Ketika kita bisa melihat baik pekerjaan maupun iman sebagai aspek yang penting dan melekat dalam hidup seseorang, maka kita sedang mengintegrasikan iman dan pekerjaan yang jika diusahakan dengan benar dan baik akan menghasilkan hidup yang sejahtera, lahir dan batin.

Tujuan integrasi antara iman dan pekerjaan

  • Bagaimana agar iman yang saya praktekkan di tempat kerja dapat meningkatkan kinerja
  • Bagaimana agar pekerjaan bisa menjadi sumber sejahtera secara holistik (roh, jiwa & tubuh) dengan cara yang sesuai dengan iman percaya saya

Why – Mengapa kita bekerja

Apa yang menjadi motivasi bekerja akan mempengaruhi kinerja seseorang – Iman yang benar akan mendorong orang bekerja dengan benar

Prinsip-prinsip Dasar untuk bekerja

  • Allah adalah Pribadi yang bekerja – dan beristirahat
  • Allah menciptakan manusia seturut gambar dan rupa-Nya agar terjadi persekutuan ilahi antara Allah dan manusia
  • Allah melibatkan manusia dalam pekerjaan-Nya dalam bentuk panggilan/tugas yang universal bagi semua manusia maupun unik/spesifik untuk setiap individu
  • Apapun yang kita lakukan adalah untuk kemuliaan-Nya
  • Apa yang menggerakkan kita untuk bekerja? Yang membuat kita bersemangat dalam bekerja adalah motivasi. Motivasi ini bisa bersifat:
  1. Ekstrinsik – sesuatu yang ada di luar pribadi kita, dan sering kekuatannya hanya sementara, yaitu sepanjang faktor ekstrinsik itu ada dan ditawarkan: materi, pujian orang, status sosial dll.
  2. Intrinsik – sesuatu yang ada di dalam diri kita, sering lebih kuat melekat karena selalu ada dalam pribadi kita: kecerdasan, panggilan/visi, karakter dll.

Tentu kedua motivasi ini ada dalam diri seseorang ketika melakukan suatu pekerjaan. Namun ketika motivasi ekstrinsik lebih besar dari motivasi intrinsik, maka kinerja kita pun akan menjadi naik turun tergantung kompensasi ekstrinsik yang ditawarkan pada kita.

Contoh: Jika yang membuat semangat bekerja adalah paket renumerasi dan bonus-bonus, maka semangat itu akan pudar ketika kita merasa kompensasinya sudah tidak sesuai lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s