Membangun Perubahan saat berubah adalah hal yang sulit (Switch)

Apakah anda menginginkan perubahan? Perubahan kearah yang lebih baik tentunya. Saya rasa semua kita menginginkan perubahan positif seperti itu. Mungkin perubahan untuk diri sendiri, mungkin juga untuk orang lain. Ada perubahan yang cukup mudah terjadi, namun banyak  yang cukup sulit. Dan biasanya perubahan sesuatu yang penting dan sangat berarti membutuhkan usaha yang besar juga. Dan tidak jarang perubahan yang diharapkan tidak terjadi, bahkan mungkin membawa kemunduran bagi orang-orang yang mengalaminya.

Mengapa perubahan penting terkesan sulit untuk dijalankan? Biasanya orang akan menyalahkan kegagalan perubahan dalam hal-hal berikut:

  • Perubahan yang terjadi sangat sulit (atau berat)
  • Orang tidak mau berubah

Walau begitu tetap saja perubahan terjadi. Teknologi adalah bukti perubahan yang terus-menerus ke arah kemajuan. Demikian juga perubahan yang terjadi dalam kehidupan seseorang: memilih sekolah, memilih pasangan hidup ataupun memutuskan memiliki anak. Semua ini memperlihatkan bahwa orang sebenarnya berubah dan mau berubah. Namun ada perubahan yang tidak berjalan dengan baik, dan ada perubahan yang membawa kesejahteraan bagi yang melewatinya.

Bagaimana agar kita bisa berhasil melakukan perubahan? Penulis Chip Heath dan Dan Heath mencoba merumuskan apa yang dilakukan oleh mereka yang berhasil membawa perubahan dalam bukunya Switch:How To Change Things when Change is Hard. Dalam bukunya para Heath memberikan kerangka proses yang perlu dilakukan agar perubahan mengalami keberhasilan:

  • Berikan tuntunan pada aspek kognitif (intelek): Apa yang sering dianggap sebagai perlawanan seng merupakan ketiadaan kejelasan.Jadi berikanlah petunjuk yang sangat jelas.
  • Berikan motivasi pada aspek afektif (perasaan) : Apa yang sering dianggap sebagai kemalasan sebenarnya sering merupakan kelelahan. Perubahan terus-menerus untuk jangka waktu lama sangat melelahkan, kecuali kita bisa membakar motivasi seseorang lewat perasaannya.
  • Buatlah jalur perubahan. Apa yang dianggap sebagai masalah orang sebenarnya sering merupakan masalah situasi. Ubah situasi maka orang pun dapat berubah dengan lebih mudah. Ketika kita mempersiapkan jalur perubahan,maka tingkat keberhasilan berubah pun semakin besar.

“Untuk mengubah tingkah aku, anda harus menuntun Si Pengendara, memotivasi Sang Gajah, dan membangun Jalurnya. Jika anda dapat melakukan ketiganya sekaligus,perubahan yang dramatis dapat terjadi bahkan ketika anda tidak memiliki banyak kuasa atau sumber daya dibelakang anda.”

Bagaimana dengan anda? Apakah perubahan adalah sesuatu yang sulit atau mudah bagi anda? Apakah anda sedang menolong orang lain berubah? Apa yang anda lakukan agar prosesnya berjalan dengan relatif mudah?

Menjadi penolong dalam pertumbuhan bersama: Mengusahakan perubahan

Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.  (Kolose 1:28-29)
Apa yang diharapkan terjadi ketika kita menolong seseorang? Tujuan akhir pasti berupa perubahan yang bersifat tetap. Ini yang disebut sebagai pertumbuhan dan pembelajaran, yaitu perubahan secara positif ke arah tujuan yang dikehendaki.  Sebagai penolong, kita perlu bertanya, hal-hal apakah yang akan menolong orang untuk mengalami perubahan secara maksimal?
Pemuridan yang kita lakukan perlu mencerminkan 3 aspek yang penting: 
  • mentoring, yang berhubungan dengan masa depan dan membangun kebiasaan & keterampilan baru,  
  • pemulihan – yang berhubungan dengan masa lalu dan hal-hal yang menghambat pertumbuhan, 
  • disiplin rohani, yaitu pola perilaku rohani dan kebiasaan baik yang memberi kesempatan maksimal bagi Tuhan bekerja.
Kita perlu menggabungkan ketiga aspek itu agar mendapatkan hasil pemuridan yang maksimal. Caranya lewat hubungan yang positif, perubahan secara menyeluruh
Hubungan yang positif
Salah satu kunci perubahan adalah hubungan, karena manusia sangat membutuhkan hubungan. Dalam banyak peristiwa dan pengalaman, hubungan antar manusialah yang sering menghasilkan perubahan – ke arah yang baik maupun yang buruk. Karena itu kita mengakui pentingnya komunitas ataupun relasi yang baik untuk mendukung terjadinya pertumbuhan.
Ketika sebuah kebiasaan terbentuk, kita mengalami kesulitan untuk mengubah kebiasaan itu dan membentuk kebiasaan yang baru. Mengapa? Sering kita berada bersama orang-orang yang tidak tahu bagaimana mendukung kita untuk berubah. Perubahan dan pembelajaran membutuhkan suasana yang saling mempercayai dan memberikan rasa aman untuk bertumbuh. Namun sering yang kita terima adalah tuntutan, penghakiman atau pelecehan akan kemampuan kita berubah. Atau ketika ada yang memberikan dorongan untuk berubah, hal tersebut dilakukan dengan cara yang mendominasi atau memanipulasi. Yang diberikan adalah fakta dan logika, kekuatan yang keras, atau menakutkan atau bahkan mempermalukan dan membangkitkan rasa bersalah. Harapannya agar orang mau dan dapat berubah. Penting sekali kita tidak melakukan 3 hal ini dalam menolong orang bertumbuh, karena tidak sesuai dengan karakter Allah.
  • Dominasi – ketika kita menggunakan kelebihan kita untuk menekan kekurangan orang lain agar ia bertumbuh
  • Intimidasi – ketika kita menggunakan jalan menakut-nakuti agar ia bertumbuh
  • Manipulasi – ketika kita menggunakan kebenaran dengan cara yang salah, atau memperbesar rasa bersalah seseorang agar ia bertumbuh
Sebaliknya, jika kita melibatkan Allah, maka akan karakter Allah pun akan kuat melekat dalam pelayanan yang kita kerjakan, yaitu dalam Kasih, Kuasa dan Kebenaran Allah
Perubahan yang menyeluruh
Ketika kita telah memberikan investasi yang banyak agar orang berubah, sering kita bertanya-tanya mengapa hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kita. Sering kita merasa telah melakukan segala sesuatu, namun orang yang kita tolong sepertinya tidak menanggapi dengan dorongan yang sama. Ingat, bahwa manusia memiliki banyak aspek dalam kehidupannya: kognitif (intelek), afektif (perasaan), kehendak, roh dll. Semua aspek itu perlu disentuh dengan tepat agar pertumbuhan terjadi secara maksimal. Sering  usaha yang kita lakukan hanya menyentuh sebagian aspek tersebut, sehingga hasilnya tidak memuaskan.
Kita perlu memandang permasalahan tidak berubah dengan cara pandang yang berbeda::
  • Orang yang kelihatannya tidak mau berubah sering sebenarnya tidak tahu bagaimana harus berubah. Orang itu perlu tahu langkah-langkah apa yang harus diambil, lebih baik berupa langkah mudah (baby step).
  • Orang yang kelihatannya sulit mengalami terobosan sering sebenarnya tidak memiliki motivasi dan perasaan yang kuat untuk berubah
  • Jika kita bisa menolong orang memiliki langkah-langkah yang tepat, dengan motivasi dan perasaan yang tepat, serta situasi yang tepat untuk kebutuhannya, maka kita bisa percaya ada terobosan dalam pertumbuhan orang tersebut.
Karenanya perubahan yang kita rancangkan perlu terjadi dalam tiga tingkat:
  • Paradigma – (Cara pandang) 
  • Keterampilan (Skill)
  • Kebiasaan 
Inilah yang perlu dibangun oleh pemimpin komunitas, baik sebagai mitra, mentor, teladan ataupun nara sumber perubahan. Bagaimana caranya?
  • Kita mulai dengan membangun sebuah komunitas atau hubungan yang membangkitkan rasa percaya dan rasa aman
  • Berikan inspirasi dan kepercayaan bahwa perubahan adalah hal yang mungkin dan dapat dilakukan, dan akan membawa sejahtera
  • Buat atmosfir yang meningkatkan motivasi dan keinginan untuk berubah. Berikan kesempatan pada orang untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan, untuk merasa berhasil dan dihormati.
  • Buat struktur yang menolong orang untuk berubah pada tujuan yang diinginkan. Jangan hanya diberitahu, namun buat struktur yang dapat memberikan keberhasilan kecil dalam waktu singkat. Dampingi mereka saat melakukan perubahan kecil tersebut dan jadikan modal untuk mendorong orang mengambil perubahan yang lebih besar.
  • Pastikan bahwa setiap orang yang terlibat mau belajar bersama, baik dari keberhasilan maupun kegagalan. Juga setiap orang perlu memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemberesan dari hal-hal yang menghalangi mereka untuk maju.
  • Rayakan setiap keberhasilan, dan beri kesempatan untuk merenungkan dan mengevaluasi kemajuan – dan mensyukurinya!

Menjadi penolong pertumbuhan bersama: Prinsip-prinsip dasar

Pertumbuhan yang sejati hanya akan terjadi ketika ada keterlibatan Allah dan sesama. Tidak ada yang bisa bertumbuh dengan sehat jika sendirian. Itu berarti kita semua sebagai orang percaya memiliki tugas untuk terlibat dalam pertumbuhan orang lain, namun juga mengijinkan orang lain untuk terlibat secara aktif dalam kehidupan kita. Ada dua konsep yang harus kita pahami sebagai dasar bertumbuh bersama.

  • Kasih karunia Allah – yaitu bahwa pertumbuhan dimulai dari Allah, dan bertujuan kepada Allah
    • Allah merancang pertumbuhan -Allah adalah sumber pertumbuhan (1Kor 3:6)
    • Allah memelihara pertumbuhan – Ia melakukan segalanya bagi kita (Yes 5:4, 2 Pet 1:3)
    • Allah adalah tujuan pertumbuhan – kita bertumbuh agar menjadi serupa dengan Kristus, yang adalah rupa Allah yang kelihatan. (Roma 8:29,2 Kor 3:18,  Fil 2:6))

Bagian kita sebagai manusia adalah meresponi, memberi tanggapan yang tepat sehingga rencana Allah tercapai.

  • Komunitas – Allah bekerja terutama melalui manusia. Komunitas adalah kumpulan pribadi yang memiliki peran yang relatif penting dalam kehidupan kita. Semua manusia memiliki bermacam-macam komunitas, mulai sejak kita lahir sampai kita mati. Sejak menjadi orang percaya, kita telah menjadi bagian komunitas orang kudus di seluruh dunia dan sepanjang masa (Ef 4:6, Mat 28:19). Kita hanya bisa bertumbuh dalam sebuah komunitas, walaupun dengan peran yang berbeda-beda. Tetapi kita tahu bahwa tidak semua komunitas kita membawa kebaikan dan pertumbuhan, bahkan kita pun sering mengalami hambatan dan tantangan dari komunitas kita.
Kita memiliki banyak peran dalam membantu pertumbuhan sesama. Kita bisa menjadi seorang konselor, pemimpin kelompok sel, hamba tuhan, orang tua dll. Kita perlu memiliki sikap hati yang benar sebagai seorang penolong. Beberapa hal yang bisa kita pelajari dari Lukas 5:17-26 adalah
  • Kelumpuhan jiwa dan rohani – sering orang yang kita tolong adalah orang yang sudah kelumpuhan secara jiwa dan rohani, tidak memiliki semangat dan ketekunan untuk berubah. Sepertinya apapun yang kita lakukan untuk menolongnya tidak membawa terobosan dalam kehidupan orang tersebut.
  • Motivasi – yang menjadi alasan seseorang untuk menolong dan mendampingi adalah kasih. Kasih karena Kristus sudah mengasihi kita terlebih dahulu. Kasih karena ada orang yang dipakai Allah untuk menyatakan kasih-Nya. Dan yang menjadi tujuan kita menolong adalah agar Allah dipermuliakan, ketika hidup seseorang diubahkan dan menjadi berkat.
  • Cara – kita perlu bergiat hati dan mau memberikan investasi untuk menolong orang. Menolong orang bertumbuh adalah pekerjaan yang sering menuntut banyak pengorbanan, sementara hasilnya sering tidak memuaskan. Namun kita perlu belajar tekun dan berkreasi untuk mencari jalan terobosan bagi orang yang kita tolong.
  • Tugas: Tugas utama seorang penolong adalah membawa orang kepada Yesus. Apapun bentuk fungsi  dan status kita, tugas utama seorang penolong adalah untuk memperkenalkan dan mendekatkan orang kepada Kristus. Tugas kita bukanlah untuk mengubah seseorang, karena kita tidak mampu. Seorang penginjil akan memperkenalkan Yesus. Seorang gembala akan memimpin orang semakin dekat pada Kristus. Seorang konselor akan membereskan hal-hal yang merintangi orang datang pada Kristus. Seorang pengajar akan membagikan pemahaman dan kebenaran tentang Kristus dll.
  • Kerelaan: kita perlu berbesar hati untuk mengakui bahwa hasil pertolongan sebenarnya diluar kemampuan kita, sebagaimanapun hebat dan keras kerja kita. Pada satu sisi, setiap orang yang kita tolong memiliki kehendak bebasnya sendiri, sehingga ia sendiri yang akan mengambil keputusan akan hidupnya.Pada sisi yang lain, ketika kita mengundang Tuhan bekerja, kita juga perlu siap untuk mengakui bahwa Tuhan bekerja dalam waktu dan cara-Nya yang penuh kasih karunia, walau sering sulit untuk kita mengerti. Kita perlu mengakui keterbatasan kita, namun tetap berpengharapan besar karena kita percaya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
  • Perlawanan: kita juga harus tahu bahwa perjuangan kita akan mendapatkan tentangan. Banyak tantangan itu berasal dari komunitas tidak percaya, namun sering juga berasal dari komunitas orang percaya. Namun kita tahu musuh sebenarnya bukanlah darah & daging. Ada unsur-unsur dunia dan kedagingan yang diperalat si  jahat, dan kita perlu melawannya. 

Langkah-langkah model KawanTumbuh

 

Berbagi Firman

Tuhan membagikan kisah-Nya, manusia berusaha memahaminya

Tuhan membuka diri dan menyatakan diri-Nya lewat tulisan yang difirmankan-Nya supaya kita bisa mengerti apa rencana-Nya bagi hidup kita. Tanggung jawab kita adalah belajar memahami apa maksud Tuhan dalam firman-Nya.

Langkah Berbagi Firman

Bacalah bagian ayat yang sudah ditentukan untuk pertemuan hari ini. Gunakan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebagai panduan.

  • Bagian Firman ini berbicara tentang apa?
  • Apa yang saya pelajari tentang Allah Tritunggal: Allah Bapa, Tuhan Yesus atau Roh Kudus – “Saya belajar bahwa Allah/Yesus/Roh Kudus …..
  • Apa yang saya pelajari tentang Manusia (secara umum) – “Saya belajar bahwa manusia  …..”
  • Bagian mana (kata, ayat, cerita, ide) yang paling menarik perhatian saya
  • Firman Tuhan ini  berbicara apa kepada saya?  – “Saya merasa Allah ingin agar saya ….”

Sikap saat berbagi Firman

  • Baca berulang kali dengan motivasi ingin memahami apa yang dimaksud oleh bagian Firman.
  • Pusatkan pembacaan anda pada ayat dan kebenaran yang muncul dari Bagian Firman yang sedang dipelajari.
  • Tunjukkan ayat atau bagian Firman apa yang memperlihatkan kebenaran yang sedang anda temukan.
  • Hormatilah kebenaran yang ditemukan oleh orang lain, walaupun mungkin pemahamannya berbeda, atau bahkan anda merasa bahwa hal tersebut salah sama sekali.

Berbagi Kisah

Membagikan pengalaman hidup yang muncul saat berbagi firman

Renungkanlah: Apa yang muncul dalam ingatan dan perasaan anda ketika Berbagi Firman? Apakah ada perasaan khusus yang muncul? Adakah pengalaman dan kisah kehidupan yang muncul ketika kita menggali Firman? Berbagilah dengan kawan/pasangan tentang hal-hal seperti di bawah ini.

  • Kesaksian – cerita tentang kemenangan iman dan pertolongan Allah
  • Akuntabilitas – cerita tentang kegagalan iman dan kejatuhan
  • Pengalaman – peristiwa yang pernah terjadi yang diingatkan
  • Inspirasional – perenungan akan pengalaman hidup
  • Perasaan – perasaan yang muncul ketika menggali Firman Tuhan
  • Mimpi – kerinduan dan keinginan yang muncul di hati

Bergantian bercerita dan men-dengarkan antara anda dan kawan/pasangan. 

Sikap saat berbagi Firman

  • Belajar untuk terbuka apa adanya tentang diri sendiri.
  • Belajar untuk menerima orang apa adanya.
  • Dibutuhkan hati yang mau menerima dan berempati dengan kawan/pasangan kita.

Berbagi Kebutuhan

Merumuskan kebutuhan, dan menceritakannya pada Tuhan lewat doa

Saling berbagi kebutuhan yang muncul setelah menggali firman dan berbagi kisah. Bergantian menyatakan kebutuhan kepada Allah, yang kemudian diteguhkan oleh kawan/pasangan kita.

Langkah Berbagi Kebutuhan

  • Bersama-sama membahas sebuah kebutuhan yang muncul setelah berbagi Firman dan Berbagi Kisah hidup.
  • Secara bergantian dan bersuara menyampaikan kebutuhan tersebut dalam doa 
  • Mengambil waktu diam untuk memberi kesempatan kepada Tuhan menaruh kebenaran-Nya bagi kita
  • Secara bergantian mendoakan kawan/pasangan dan memberkati

Yang dilakukan ketika berdoa

  • Adakah dosa yang harus diakui? Berdoalah meminta pengampunan dan bertobat
  • Adakah luka dan perasaan negatif lainnya yang anda rasakan? Berdoa mengampuni orang yang anda rasa bersalah, dan lepaskan segala luka dan perasaan negatif yang anda rasakan
  • Adakah komitmen perubahan yang anda ambil? Berdoa menyatakan keputusan dan komitmen anda di hadapan Tuhan dan mohon penyertaan Tuhan yang memampukan anda melaksanakan.
  • Adakah pertanyaan atau keputusan yang perlu diambil? Berdoa bertanya kepada Tuhan dan harapkan jawaban
  • Adakah ikatan yang anda miliki yang perlu dibebaskan? Berdoa menyatakan kuasa Tuhan atas segala ikatan dan dosa serta kelemahan, dan mohon Tuhan menjadikan baru.

Sikap saat berbagi Kebutuhan

Doa akan semakin efektif jika:

  • Motivasinya adalah hubungan – dengan Allah dan sesama
  • Dinyatakan secara jelas dan spesifik, Memberikan kesempatan pada Allah untuk menjawab

Komunitas KawanTumbuh – kawantumbuh.com

Komunitas Kawantumbuh adalah sekelompok orang yang berniat untuk bertumbuh bersama, dengan cara membangun kebiasaan baik, memperlengkapi dengan keterampilan hidup, dan mengalami perubahan cara pandang lewat kasih karunia Allah. Kami rindu untuk berbagi & bertumbuh bersama, karena kami percaya bahwa pertumbuhan yang sejati terjadi dalam komunitas – sekecil apapun komunitas itu. Satu hal yang ingin bagikan bersama adalah Cerita Hidup, karena kami melihat bahwa orang-orang hidup dengan membawa cerita mereka masing-masing, menceritakan cerita itu pada diri sendiri dan orang di sekitar, serta mendapatkan berbagai macam cerita dari sekeliling mereka. Disadari atau tidak, cerita mempengaruhi hidup orang – bahkan bisa ikut menentukan masa depan seseorang. Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, kunjungi kawantumbuh.com

Sebuah model pembelajaran yang sedang dikembangkan mencoba menjawab pertanyaan ini. Dalam model ini kita menyediakan ruang, waktu, hati dan tenaga untuk bertumbuh bersama-sama dengan cara melibatkan Tuhan dan sesama dalam proses itu. Cerita menjadi keterampilan utama yang perlu dimiliki, yang dilakukan dalam tiga tahap:

  • Tuhan bercerita, dan kita belajar memahaminya. Banyak orang yang memandang Firman Tuhan sebagai serangkaian perintah yang harus dikerjakan dan aturan untuk ditaati. Namun sebenarnya Firman Tuhan adalah serangkaian Cerita tentang Tuhan, yang Ia bagikan agar manusia dapat memahami Rencana & Kehendak-Nya – history is HIS story. Bagian kita adalah memahami Cerita itu dan mengijinkan-Nya mengubah hidup kita.
  • Kita saling bercerita dan membagikan hidup berdasarkan tanggapan kita akan Firman yang baru dipelajari. Banyak dari kita sudah terbiasa untuk berbagi, bercerita dan bersaksi. Disini, kita mengijinkan Roh Kudus dan Firman membangkitkan apa yang perlu kita bagikan pada komunitas.Cerita yang kita bagikan akan menolong kita untuk saling memahami, baik orang lain maupun diri sendiri, dan mengeratkan komunitas.
  • Kita merumuskan kebutuhan apa yang muncul saat belajar Firman dan berbagi cerita, dan menceritakannya pada Tuhan lewat doa permohonan dan syukur. Kebutuhan itu bisa berupa pemulihan dari hal-hal di masa lampau, ataupun perubahan hidup untuk masa-masa mendatang. Kita rindu agar kebutuhan yang diutarakan dalam komunitas itu akan dijawab Tuhan dalam cara & waktu-Nya – yang akan menjadi Cerita Hidup yang baru yang memuliakan Tuhan.

10 Pertanyaan Kunci dalam Performance Management

Sampul Depan

Dalam suatu manajemen kinerja, penting agar atasan dan bawahan memiliki pemahaman dan bahasa yang sama tentang apa yang diharapkan dari masing-masing pihak. 10 pertanyaan di bawah ini yang saya ambil dari buku IMPROVING EMPLOYEE PERFORMANCE through Workplace Coaching bisa menolong kita untuk melihat sejauh mana manajemen kinerja yang baik terjadi dalam organisasi kita.
  1. Apa saja yang diharapkan dari saya di tempat kerja
  2. Apakah saya memiliki kesempatan untuk melakukan apa yang terbaik yang bisa saya lakukan setiap hari
  3. Apakah saya mendapatkan pujian dan afirmasi untuk pekerjaan baik yang telah saya lakukan dalam seminggu ini
  4. Apakah ada orang di tempat kerja yang peduli kepada saya sebagai seorang pribadi
  5. Adakah orang yang memberi semangat dan dukungan bagi saya untuk berkembang
  6. Dalam 6 bulan terakahir adakah seseorang di tempat kerja yang berbicara tentang kemajuan saya
  7. Apakah pendapat saya penting
  8. Apakah pernyataan misi organisasi membuat saya merasa bahwa pekerjaan saya penting
  9. Apakah sesama pekerja berkomitmen untuk melakukan kerja yang berkualitas
  10. Apakah saya memiliki kesempatan untuk belajar dan bertumbuh di tempat kerja dalam setahun terakhir

Memahami Evaluasi Kinerja (Performance Evaluation)

Dalam artikel Memahami Manajemen Kinerja, kita telah belajar pentingnya umpan balik bagi sebuah organisasi kerja ataupun organisasi pembelajaran. Feedback didefinisikan sebagai “informasi tentang hasil usaha”, yang perlu diukur dan kemudian ditindaklanjuti agar dapat memberikan pengaruh yang positif untuk meningkatkan kinerja organisasi. Karenanya penting bagi kita untuk dapat mengukur feedback, yaitu mengukur sejauh mana keberhasilan sebuah usaha dibandingkan dengan tujuan yang ditetapkan semula. Salah satu alat yang digunakan untuk mengukur dalam organisasi kerja adalah evaluasi kinerja (performance evaluation atau performance appraisal).

Evaluasi kinerja adalah suatu proses yang bersifat sistemik dan berlangsung secara periodik untuk mengukur kinerja dan produktifitas pekerja dalam hubungannya dengan tujuan organisasi dan kriteria kerja yang telah ditetapkan sebelumnya, termasuk dalamnya adalah pengukuran tingkah laku dalam organisasi, keberhasilan, potensi untuk pengembangan berikutnya, kekuatan dan kelemahan dll. Evaluasi ini didapatkan dalam kurun waktu tertentu, yang terdiri dari tiga bentuk:

  1. Data Obyektif, biasanya berupa data langsung tentang produktivitas seseorang, yang terlihat misalnya dalam jumlah penjualan, hasil produksi dll. Data yang didapatkan biasanya bersifat kuantitif, dan sering dianggap memberikan gambaran yang belum lengkap tentang kinerja dan produktifitas pekerja.
  2. Data Personalia, yang mencatat peristiwa yang berhubungan dengan pekerja tersebut di tempat kerja, misalnya absensi, kecelakaan kerja, ataupun peristiwa lainnya
  3. Data Penilaian, dimana ada orang-orang tertentu yang akan memberikan penilaian tentang kinerja dan produktifitas seorang pekerja.

Terkait Data Penilaian ada pribadi-pribadi tertentu yang bisa memberikan penilaian terhadap seorang pekerja, yaitu:

  1. Atasan langsung
  2. Bawahan langsung
  3. Sesama pekerja (peer review) yang merupakan penilaian dari sejawat yang langsung berinteraksi sehari-hari
  4. Penilaian sendiri (self review)
  5. Stakeholder lain: pelanggan, supplier dll.

 

 

Keterampilan Hidup yang diperbaharui

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,612 other followers

%d bloggers like this: