Intro: Memahami Keutuhan

Seseorang pernah bercerita tentang kunjungannya ke suatu daerah Indonesia Timur yang cukup makmur karena penduduknya bisa menjual hasil bumi yang sedang laku di pasaran, walaupun daerahnya terpencil dan sulit dijangkau. Para penduduk yang punya uang banyak ini mencoba menghabiskannya dengan cara membeli barang-barang elektronik– seperti sistem tata suara, alat transportasi, mesin cuci ataupun kulkas. Ketika berkunjung ke rumah warga dan membuka kulkasnya, bukan bahan makanan yang ditemukan, tetapi pakaian-pakaian,  sementara mesin cuci untuk menaruh sepatu. Ternyata walaupun mampu membeli barang-barang terbaru, mereka kesulitan untuk menggunakannya karena fasilitas listrik di tempat itu sangat minim. Kalaupun mau menggunakan generator listrik, pasokan bahan bakar pun mahal, sulit dan hanya kadang-kadang saja tersedia. Alhasil, barang elektronik itu tidak bisa digunakan seperti seharusnya dan kemudian beralih fungsi. ?

Bagaimana kita menggambarkan keutuhan? Sebagai perbandingan, bagaimana kita menggambarkan sebuah telepon genggam yang utuh? Pengharapan yang paling ideal adalah seperti  yang baru saja keluar dari pabrik terkemuka yang terpercaya. Telepon ini tentu berada dalam kondisi puncak karena terdiri dari bagian-bagian yang masih baru, yang kemudian dirakit oleh ahlinya sesuai dengan prosedur yang benar. Terlihat menyenangkan dan mengkilat, dan yang penting berfungsi dengan benar, karena telah melewati proses. Keutuhan perangkat ini sesuai dengan rencana awal dan pengharapan dari pembuatnya.

Untuk apa manusia ada? Bagi orang percaya, pertanyaan itu dijawab dengan melihat kepada Alkitab, sumber kebenaran. Alkitab menulis bahwa Allah-lah, yang “menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1)”. Manusia adalah makhluk ciptaan, dan untuk mengetahui untuk apa manusia ada, kita perlu merenungkan apa yang menjadi kehendak Allah ketika menciptakan segala sesuatu. Maka pertanyaan di atas bisa diubah menjadi: Apa yang menjadi kehendak Sang Pencipta ketika menciptakan manusia? Bagaimana kita tahu apakah sedang hidup sesuai rancangan awal manusia diciptakan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s