Konseling bukan jawaban – Perubahan hati Larry Crabb

Setelah dua puluh lima tahun sebagai psikoterapis, profesor, pendiri dan direktur dari sebuah institut konseling, dan juga sebagai penulis buku-buku bestseller, Larry Crabb adalah seorang pemimpin yang sangat dihormati dan diakui di bidang konseling Kristen. Sekitar tahun 1990an, ia mengejutkan banyak teman dan mitranya, ketika dengan terbuka mempertanyakan pentingnya konseling  dan psikoterapi Kristen, bahkan dengan berani mendorong orang untuk menutup industri konseling. “Kamu sedang melakukan bunuh diri profesional”, ia diwanti-wanti seorang teman dekat. Namun, Larry Crabb tetap pada jalur yang ia tempuh.

Mengapa Crabb mengambil jalur yang bertentangan dengan apa yang ia percayai selama ini? Menurut Crabb:

Kita perlu melakukan sesuatu selain melatih pakar profesional untuk menyembuhkan jiwa yang rusak. Jiwa yang rusak bukan masalah. Yang menjadi masalah di bawah pergumulan kita adalah jiwa-jiwa yang terasingkan. Dan kita perlu melakukan sesuatu, lebih dari sekedar mendorong orang untuik melakukan apa yang benar, dan kemudian mendorong mereka untuk menjaga akuntabilitas. Kelompok akan menekankan akuntabilitas jika mereka tidak tahu bagaimana berelasi satu sama lain. Tingkah laku yang lebih baik melalui pengajaran bukanlah solusinya, walaupun kadang, merupakan bagian dari solusi. Alih-alih memperbaiki jiwa ataupun menegur pendosa, kita perlu memberikan nutrisi pada jiwa yang terasing ini, yang hanya bisa diberikan oleh komunitas orang-orang yang terkoneksi.

Kebutuhan kita yang terbesar, pertama-tama bukanlah semakin banyak terapis, moralis ataupun motivator Kristen, namun untuk komunitas Kristen yang otentik, ketika “hati Allah merumah, dan mereka yang rendah hati dan bijak belajar untuk menggembalakan mereka yang berada di belakang, ketika orang-orang yang berjalan dengan susah payah bergandengan tangan dengan yang lain, untuk bersama-sama bertumbuh dalam perjalanan”.

Saya mengalami kesadaran ini, bahkan sebelum membaca buku-buku Larry Crabb. Pengalaman pribadi dalam kesesakan, ketika saya gagal berkomunitas dengan mereka yang seharusnya menjadi orang terdekat, dan ketika orang-orang yang ahli konseling justru gagal berlaku sebagai komunitas, mendorong saya untuk memikirkan ulang fungsi konseling dalam kesembuhan. Pengalaman profesional dalam pelayanan, setelah mengkonseling ratusan orang, dan menghabiskan ribuan jam dalam sesi konseling, dan kemudian melihat kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, membuat saya kembali mempertanyakan apa yang paling mendasar dalam pertumbuhan seseorang.

Crabb mendorong agar gereja-gereja bertumbuh menjadi komunitas seperti itu, dan mengambil alih tanggung jawab mereka yang tidak terpisahkan dalam memulihkan jiwa yang terluka. Terlalu sering gereja melemparkan tanggung jawab itu dengan mengirimkan mereka yang memiliki masalah emosional pada terapis, tanpa memberikan mereka sebuah komunitas yang vital di mana pemulihan bisa terjadi. Crabb juga memberikan nasihat bagi mereka yang sedang menolong orang-orang yang terluka bahwa terapi, pemuridan dan arahan rohani adalah tentang relasi, dan bukannya tentang pengetahuan, program ataupun tehnik tertentu. Pada tahun 1977, Crabb menulis bahwa “konseling, utamanya dan secara kritis, merupakan hubungan antara orang-orang yang peduli”. Namun sekarang ia menyatakan bahwa hubungan itu sendiri yang memulihkan dan memelihara jiwa manusia.

v1 Mengenal KawanTumbuh 800X800 2018-06

Apa yang mendasari pemikiran ini? Bagi saya pribadi beberapa hal menjadi prinsip utama. Pertama, kesadaran yang kuat bahwa manusia yang diciptakan dalam gambar Allah memang dirancang untuk memiliki hubungan. Kerusakan karena dosa sejatinya adalah kerusakan dalam hubungan. Masalah utama manusia adalah keterasingan, baik dengan Allah maupun dengan sesama. Kedua, pertolongan kita yang terutama adalah dari Allah, dan Allah yang kita sembah adalah Allah Tritunggal, Allah yang berkomunitas. Allah telah berelasi sebelum ada apapun, dan Ia juga menggunakan relasi sebagai alat memberkati dan membawa sejahtera. Dan ketika manusia berdosa, Allah tetap menggunakan relasi sebagai sarana penebusan. Keselamatan kita adalah dalam hubungan dengan Allah Bapa melalui  Yesus Kristus dalam Roh Kudus. Kemanusiaan yang relasional, yang didasari Allah yang relasional, merupakan inti kemanusiaan kita.

Ketika saya memulai KawanTumbuh, ini adalah sebuah usaha untuk menjawab pertanyaan, “Apa yang paling membuat kita bertumbuh”, dan “Apa yang paling membuat kita sejahtera”. Kedua pertanyaan ini dijawab, sama seperti Larry Crabb, yaitu dengan koneksi yang kudusmembereskan keterasingan di dalam diri kita dengan Allah, sesama dan diri sendiri. Masalah yang membutuhkan solusi, luka-luka batin yang membutuhkan pemulihan, setan-setan dan ikatan yang perlu dilepaskan serta gaya hidup yang perlu dikuduskan, adalah gejala yang memperlihatkan keterasingan di dalam diri kita. Dan kita perlu dan rindu mengalami kelepasan dari hal-hal di atas, namun kita perlu dan rindu, pertama-tama, untuk mengalami pemberesan dari keterasingan kita sebagai tujuan pertumbuhan dan mengalami sejahtera yang sejati.

Karenanya, ketika ada orang yang bermasalah, terluka, terikat dan memiliki cara hidup yang tidak kudus, dan bertanya, “apa yang harus saya lakukan,”, maka jawabannya juga (seperti yang dulu saya sampaikan setelah memberikan pengajaran), bukan konseling. Konseling mungkin salah satu cara, bersama dengan terapi, pengajaran, kotbah, coaching, pemuridan, arahan dan pembentukan rohani lainnya. Tapi yang perlu seseorang alami, adalah membangun koneksi yang kudus itu, bisa dimulai sendiri ketika hanya kita sendiri yang memiliki kebutuhan, namun akan lebih baik bersama-sama, di dalam komunitas yang peduli dan berhasrat besar untuk bertumbuh bersama.

Caranya, menurut Larry Crabb dalam bukunya Connecting, adalah dalam tiga tahap:

  • A TASTE OF CHRIST DELIGHTING IN US – Kesadaran akan Kristus, yang telah bersukaria akan kita
  • A DILIGENT SEARCH FOR WHAT IS GOOD – Ketekunan mencari apa yang baik, tentunya dalam Tuhan
  • AN ENGAGING EXPOSURE OF WHAT IS BAD OR PAINFUL – Mengijinkan munculnya hal-hal yang buruk dan tidak baik di dalam hidup kita.

Saya sendiri, melalui KawanTumbuh mendorong orang-orang untuk melalui tahap-tahap ini:

  • Mengalami perubahan cara pandang yang fundamental, bahkan pergeseran paradigma, lewat serangkaian kebenaran mendasar yang bersifat absolut – yang merupakan indikator maupun solusi untuk kondisi hidup kita sehari-hari.
  • Mengalami perubahan secara kognitif dan afektif, ketika memilih, dengan sengaja, untuk menerapkan prinsip-prinsip hidup yang benar, dan membereskan jika dimunculkan hal-hal yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut.
  • Mengalami perubahan tingkah laku, ketika bersama-sama komunitas, belajar membangun kebiasaan hidup yang baru

v1 Graphic Mengenal KawanTumbuh 2018-12.pngHal-hal di atas akan menjadi efektif ketika dilakukan di dalam sebuah komunitas kasih karunia – yaitu sekumpulan orang yang dengan sengaja memilih untuk mengalami dan membagikan kasih karunia Allah. Apakah masih dibutuhkan konseling? Pastinya, karena kapanpun akan ada orang-orang yang membutuhkan perhatian dan tenaga yang khusus. Namun konseling dilakukan bersama-sama dengan komunitas, ketika komunitas menyadari ketidakmampuannya untuk menolong, dan membutuhkan tenaga terapis yang terlatih untuk bersama-sama menolong orang yang membutuhkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s