Hidup dalam kerapuhan

.. katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.” (1 Raja-raja 19:4)

Apa yang membedakan antara orang alim dan orang kurang suci? Orang yang beriman dan yang kurang beriman? Tentu akan kita lihat dari status, cara dia hidup, dan tentunya dari buah-buahnya, yaitu produktifitasnya bagi Allah. Dari sudut ini, kita akan menilai Elia sebagai orang yang sangat beriman dan dipakai Allah. Ia  memiliki status sebagai seorang nabi senior di Israel, yang memimpin serombongan nabi-nabi lainnya. Ia juga terkenal karena mujizat-mujizat yang dilakukannya. Ia melipatgandakan tepung dan minyak. Ia berdoa agar tidak ada hujan, dan hujan berhenti selama 3 tahun. Bahkan ia mendoakan seorang ibu yang mandul agar memiliki anak, yang kemudian beberapa tahun kemudian si anak bertambah besar dan tiba-tiba meninggal, dan didoakan oleh Elia dan bangkit kembali. Sungguh, sebuah pertunjukkan iman yang dahsyat.

Yakobus menulis bahwa, “Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, (Yak. 5:17). Kemanusiaannya terlihat jelas ketika dalam puncak pelayanannya Elia melawan 400 nabi-nabi Baal di Gunung Karmel. Disana, setelah peperangan rohani selama satu hari penuh, kemudian Allah menunjukkan kuasa-Nya, dan membakar habis mezbah persembahan yang telah dibasahi dengan air.  Dan puncaknya adalah ketika kemudian Elia membunuh ke 400 nabi Baal itu, sebagai peringatan kepada orang-orang Israel yang selama ini mengikut mereka. Namun pengalaman puncak iman Elia juga merupakan saat titik terendah dalam kehidupannya. Ketika kemudian Izebel, istri Ahab mengancam untuk membunuh Elia, maka segeralah Elia dipenuhi ketakutan dan depresi. Ternyata Elia lebih takut pada manusia dibanding pada Allah, sampai disebutkan, “Kemudian ia ingin mati”, (1 Raja 19:4). Begitu tipis batas antara keberhasilan dan kegagalan dalam hidup manusia berdosa.

Karena itulah ketika Allah menerima kita, Ia tidak menghitung-hitung berdasarkan performa kita. Kita manusia yang begitu rapuh jika dibandingkan dengan persyaratan Allah. Kita begitu mudah berbelok dan beralih, bahkan ketika baru saja kita melakukan sesuatu dengan begitu berapi-api. Dan tidak ada yang kebal akan kejatuhan dan kegagalan – mereka yang terdaftar sebagai pahlawan-pahlawan iman dalam Ibrani 11 juga adalah mereka yang memiliki cerita yang memperlihatkan kerapuhan hidup mereka. Dan Allah tahu. Dan sama seperti kepada Elia yang sedang depresi dan minta mati, Allah tidak menghajar atau membuang Elia. Allah tetap memelihara dan menunjukkan apa yang harus dilakukan Elia. Karena Elia telah sampai pada satu kesadaran yang sangat penting, yaitu bahwa, “…  aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku”. Pengakuan penting bahwa ia juga adalah mahluk lemah dan berdosa, yang tidak lebih baik dari orang-orang lain, bahkan setelah Elia menghasilkan pelayanan yang luar biasa kepada Allah.

Pengakuan ini adalah sebuah kesadaran bahwa Elia-pun adalah manusia yang rapuh. Kerapuhan adalah pilihan untuk mengakui kelemahan diri dan berani mengambil keputusan yang beresiko. Elia berani terbuka di hadapan Allah dan dirinya sendiri. Bagaimana dengan kita? Paradigma Satu, Kristus telah menyelesaikan segala masalah mendorong kita untuk memegang teguh kebenaran ini: bahwa Allah telah menerima kita secara penuh, tanpa syarat, tanpa batas dan tanpa pamrih. Dan bahwa kita bisa hidup terbuka dan apa adanya di hadapan Allah dan juga di hadapan sesama dan diri sendiri. Kita menyadari bahwa untuk mengalami pertumbuhan kita perlu melepaskan topeng-topeng hidup kita, dan menampilkan diri kita yang otentik. Hanya itu jalan yang membawa kepada keutuhan. Dan kita berani hidup dalam kerapuhan dan keterbukaan, karena kita hidup dalam kebenaran bahwa Allah telah menerima kita, sekarang dan selamanya.

KEUTUHAN TERJADI SAAT RELA RAPUH DAN TERBUKA
DALAM PENERIMAAN PENUH ALLAH

 

Bacaan Lanjutan: 1Raja 18-19

 

Mari bertumbuh bersama dalam kasih karunia-Nya,

PLA

Renungan: https://hikmatpembaharuan.wordpress.com/category/renungankwantum

website: https://kawantumbuh.com

FB: https://facebook.com/kawantumbuh

Twitter: https://twitter.com/kawantumbuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s