Hikmat Manusia vs Kebenaran Allah

Ketika Anda mengatakan: “Tidak mungkin!” –

Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” (Lukas 18: 27). Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Markus 9:23)

Ketika Anda mengatakan: “Aku terlalu lelah”

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan (Matius 11:28-29)

Ketika Anda mengatakan: “Tidak ada yang benar-benar peduli tentang aku.”

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (I Yohanes 4:10)

Ketika Anda mengatakan: “Saya sedang bingung”

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:5-6)

Ketika Anda mengatakan: “Saya tidak mampu membawa beban berat ini.”

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. (Mzm. 55:22)

Ketika Anda mengatakan: “Godaan dunia, daging, dan iblis yang terlalu kuat bagi saya.”

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.  Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1 Yoh 2:15-17)

Ketika Anda mengatakan: “Saya tidak bisa melakukan hal yang benar itu”

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Filipi. 4:13)

Ketika Anda mengatakan: “Sepertinya yang kumiliki tidak cukup untuk menjalani hidup ini, aku terlalu lemah dan hidup terlalu sukar”

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Kor 12:. 9,10)

Ketika Anda mengatakan: “Ini terlalu berat. Aku tidak layak mengalami hal yang seburuk ini”

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Ketika Anda mengatakan: “Saya tidak bisa memaafkan orang itu.” – Yesus berkata,

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. (Kolose 3:13)

Ketika Anda mengatakan: “Saya terlalu miskin untuk bisa hidup dengan benar”

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:19)

Ketika Anda mengatakan: “Saya takut, sehingga saya melakukan hal yang tidak benar”

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. (2 Tim 1: 7)

Ketika Anda mengatakan: “Saya khawatir akan ….”

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (I Pet 5: 7).

Ketika Anda mengatakan: “Saya tidak memiliki cukup iman.”

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (Yoh 14:1)

Ketika Anda mengatakan: “Saya tidak bisa merasakan damai”

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)

Ketika Anda mengatakan: “Saya tidak bisa mengerti”

…sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. (Kol 2: 3)

Ketika Anda mengatakan: “Saya sendirian dan tak punya teman..”

Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.  Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. (Yohanes 15:14-15)

Ketika Anda mengatakan: “Saya tidak bisa menghasilkan hal-hal yang baik.”

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. (Yohanes 15:2)

Ketika Anda mengatakan: “Saya mau berhenti saja.”

Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, …. (Mikha 3:8).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s