Ketekunan dari Allah untuk memuliakan Allah

Rom. 15:5-6  Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,  sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

Tujuan hidup utama dan pertama bagi orang percaya adalah menyembah dan memuliakan Allah Tritunggal. Ketika Allah menciptakan kita untuk serupa dan segambar dengan-Nya, tujuan Allah adalah memunculkan ciptaan yang paling bisa menggambarkan Allah yang tidak kelihatan. Manusia yang terbatas ditugaskan untuk memperlihatkan Allah yang tidak terbatas. Bagaimana caranya? Yaitu apabila secara bersama-sama hidup kita memuliakan Allah dan kemudian membuat orang-orang lain yang melihat kita juga akan mempermuliakan Allah.

Keberdosaan jelas menghalangi tujuan itu, dan membuat kita cenderung mempermuliakan diri sendiri, atau sesama. Sewaktu kita menjadi orang percaya, kita masih hidup dengan kebiasaan lama yang sepertinya melawan ketika kita ingin hidup dalam kehendak Allah. Kita pun hidup dalam dunia yang menarik kita untuk menikmati banyak hal, namun sebenarnya mengalihkan hati kita dari Allah. Sehingga bertumbuh untuk mencapai tujuan kita mempermuliakan Allah merupakan perjuangan seumur hidup, yang membutuhkan ketekunan untuk menyelesaikannya.

Dan disinilah kita sering begumul, ketika merasa perjuangan untuk hidup benar kelihatanannya sia-sia. Sepertinya untuk dibutuhkan untuk bertumbuh  dibutuhkan usaha yang luar biasa keras, bahkan sering membawa kesakitan. Kadang-kadang, walaupun kita tahu kita sedang bersalah, kita tidak peduli dan meneruskan cara hidup kita. Kadang kita memilih dengan sengaja untuk memberontak pada kehendak Allah. Dan sering kita merasa capai, putus asa dan bahkan apatis – hidup menjadi auto-pilot, hanya melakukan apa yang sudah terbiasa dilakukan.

Paradigma 8, Bertekun dalam Pengharapan, mendorong kita untuk menerima kebenaran ini: Bahwa ketekunan dan pengharapan bukanlah milik kita, namun merupakan karunia yang diberikan Allah bagi orang percaya. Kita diundang untuk hidup dalam ketekukan, namun ketekunan kita terbatas. Allah-lah sumber ketekunan, dan kita bisa meminta agar Allah yang melimpahi kita dengan ketahanan untuk meneruskan hidup dengan cara Allah, dan beradaptasi dengan cara yang benar setiap perubahan situasi yang diijinkan Allah. Dan karena ketekunan kita berasal dari Allah, kita memiliki pengharapan yang besar, bahwa “Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya…” (Filipi 1:6). Mari hidup dalam ketekunan dari Allah yang memampukan kita untuk mencapai keutuhan hidup sesuai tujuan-Nya.

Ketekunan manusia yang terbatas adalah kesempatan bagi Allah yang dengan tekun memelihara kita sampai tujuan-Nya.

Bacaan Lanjutan: 1 Timotius 6:11-16

 

Mari bertumbuh bersama dalam kasih karunia-Nya,

PLA

Renungan: https://hikmatpembaharuan.wordpress.com/category/renungankwantum

website: https://kawantumbuh.com

FB: https://facebook.com/kawantumbuh

Twitter: https://twitter.com/kawantumbuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s