Penerimaan Tanpa Syarat

Namun, Allah menunjukkan kasih-Nya sendiri kepada kita, bahwa ketika kita masih berdosa, Kristus sudah mati ganti kita. (Roma 5:8 MILT)

Kasih Allah yang luar biasa kepada manusia terlihat dalam beberapa aspek. Aspek yang pertama adalah kualitas. “Karena begitu besar kasih Allah sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal..” (Yoh 3:16). Kasih Allah begitu besar, karena Allah yang Maha Besar dan tidak terbatas, adalah kasih. Sampai ada yang tidak merasakan betapa besar kasih Allah mungkin terjadi karena orang tersebut tidak memahami betapa dahsyat dan merusak-segala-aspek-kehidupan yang ditimbulkan dosa – termasuk dosa yang mungkin dianggap biasa saja, seperti makan buah yang terlarang. Ketika terluka, sering orang merasa bahwa kitalah  yang paling menderita di dunia, sementara mungkin ada banyak orang lain yang mengalami penderitaan yang jauh lebih besar dari kita. Itu terjadi karena sempitnya pandangan kita. Namun Allah melihat dosa dari sudut pandang kekudusan, kekekalan dan kemuliaan Allah. Dan Allah sendiri yang tahu betapa besar harga yang harus dibayarkan untuk menaklukkan dosa. Namun bahkan ketika dosa membawa dampak yang harus dibayar mahal, kasih Allah terlebih besar dari segala dosa dan dampaknya dalam dunia ini.

Aspek kedua adalah waktu. Kapan sebuah perbuatan dilakukan akan menampilkan wawasan yang berbeda. Kalau seseorang bangkrut ekonominya, lalu datang kepada kita untuk meminjam uang, maka kita tahu bahwa ia sedang butuh uang untuk memperbaiki perekonomian. Kalau ada orang yang menjelek-jelekkan kita, setelah kita mengkritik dia, maka kita akan merasa bahwa orang itu sedang membalas dendam. Demikian juga ketika seseorang memberi kita hadiah, setelah kita terlebih dahulu memberi hadiah, akan membuat kita merasa bahwa hal tersebut terjadi karena ingin membalas budi. Allah mengasihi manusia ketika manusia masih jauh dari Allah, masih jadi pendosa yang tidak mengenal Allah, bahkan tidak tahu kebutuhan akan Allah.Hal ini memperlihatkan betapa besar kasih Allah yang tidak menuntut balasan, bahkan siap menanggung resiko.

Aspek ketiga adalah sasaran dari kasih Allah sendiri, yaitu kita manusia.Kita bisa melihat betapa luar biasa nya kasih Allah karena manusia sendirilah yang dengan pemberontakannya menyebabkan Allah harus berkorban. Manusialah yang membuat rencana awal Allah terganggu. Namun kepada manusia yang menyebabkan kerusakan itulah Allah memberikan diri-Nya. Kepada manusia yang bukan saja telah berdosa, namun terus berdosa dan bahkan menikmati keberdosaannya. Manusia yang tidak tahu bahwa ia berdosa dan sedang hidup dalam penghukuman. Manusia yang juga tidak bisa membalas budi dan mengembalikan kebaikan Allah. Betapa dahsyat kasih Allah.

Paradigma Satu, Kristus telah menyelesaikan segala masalah, mendorong kita untuk menerima kebenaran ini: Kristus telah menerima saya secara utuh, tanpa batas, tanpa syarat dan tanpa pamrih.  Ketika kita mengalami penerimaan ini, maka kita akan merasa hidup ini cukup dan nyaman, karena kita hidup dalam kepenuhan penerimaan Allah. Bukan kita tidak membutuhkan penerimaan orang, namun karena kita sudah diterima penuh, maka kita tidak menuntut agar orang lain menerima kita. Kita tidak hidup mencari penerimaan orang. Kita merelakan dan mengampuni ketika ada orang yang tidak menerima kita. Kita melepaskan kekhawatiran akan kehidupan sekarang dan nanti, karena kasih dan penerimaan Kristus sudah memuaskan kita. Mari hidup dalam penerimaan Kristus dan mengalami keutuhan di dalam hidup.

 

Ketidaktaatan kita tidak mengurangi penerimaan Allah, dan ketaatan kita pun tidak menambahkan penerimaan Allah. Penerimaan-Nya tanpa syarat, tanpa batas, tanpa pamrih.

 

Bacaan Lanjutan: Gal 3:1-14.

 

Mari bertumbuh bersama dalam kasih karunia-Nya,

PLA

Renungan: https://hikmatpembaharuan.wordpress.com/category/renungankwantum

website: https://kawantumbuh.com

FB: https://facebook.com/kawantumbuh

Twitter: https://twitter.com/kawantumbuh

 

Renungan ini diadaptasi secara bebas dari New Morning Mercies, Paul David Tripp

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s