Cross of Christ: Atonement – Penebusan #2, ayat-ayat Alkitab

Ada salah kaprah tentang makna Penebusan secara substitusi. Analogi sebelumnya tidak cukup akurat karena tidak melibatkan Roh Kudus.  Yang lebih tepat lagi, Kristus dengan sukarela memberikan nyawanya, Ia tidak dikejutkan dengan tiba-tiba oleh Salib. Alkitab pun menggunakan banyak cara berbeda untuk  menerangkan kematian Kristus. Maka menjadi aneh ketika begitu banyak penulis hari-hari ini mengabaikan doktrin Penal Substitution,  karena justru gambaran ini lah yang paling dominan di Alkitab.

Tulisan berikut merupakan terjemahan bebas dari artikel tentang penebusan berikut: Nothing but the Blood, Christianity Today, 2006 May, 2006.

Tulisan ini merupakan sebuah seri tentang Penebusan. Untuk artikel sebelumnya, lihat:

Aturan orang Israel seperti yang tertulis dalam kitab Keluaran banyak menyebutkan tentang penebusan yang dilakukan bagi umat Israel dengan cara penumpahan darah sebagai korban persembahan. Aturan ini memiliki asumsi bahwa Allah kudus dan bahwa manusia memilki kewajiban untuk taat pada Allah. Dibutuhkan suatu tindakan untuk memfasilitasi hubungan yang damai dan mengalami rekonsiliasi. Dan penebusan ini merupakan tindakan orang-orang, dibawah perintah Allah.

Penulis kitab Ibrani merujuk pada pengorbanan ini dan berkata bahwa, Ibr. 10:1-4  Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.  2 Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.  3 Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa.  4 Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.”

Dengan latar belakang ini Allah berkata kepada umat yang berada di pembuangan, “Yeh. 16:63  dan dengan itu engkau akan teringat-ingat yang dulu dan merasa malu, sehingga mulutmu terkatup sama sekali karena nodamu, waktu Aku mengadakan pendamaian bagimu karena segala perbuatanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”. Bagaimana cara Allah melakukan hal tersebut?

Ibr. 2:17-18   17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.  18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Pernyataan Paulus di Roma 3.25 adalah teks Penebusan Dosa yang sangat penting.

Rom. 3:25   25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

Kata atonement (penebusan dosa) berhubungan dengan kata kerja propitiate atau atone, yaitu hilasterion. Para penafsir terbaru masih berbeda dalam memberikan penafsiran yang terbaik akan kata ini, namun semua setuju bahwa ada diindikasikan tentang sesuatu yang berhubungan dengan substitusi (penggantian atau pertukaran). Douglas Moo meneguhkan bahwa kata “sacrifice of atonement” adalah terjemahan yang baik – tidak membatasi namun juga tidak samar-samar. Thomas Schreiner lebih menyukai “propitiation” karena memiliki pemahaman penting tentang murka Allah, yang telah dirujuk dalam pasal Paulus sebelumnya.

Penggunaan kata ini tidak terbatas pada tulisan Paulus. Rasul Yohanes juga merujuk pada kematian Kristus sebagai hilasmos[1], yaitu pengorbanan yang menebus atau propitiation. Perjanjian Baru juga menggunakan gambaran yang penuh darah dari ritual pengorbanan[2] dan agamawi. Gambaran tersebut mengingatkan kita bahwa Kristus mendapatkan sesuatu dalam kematian-Nya secara fisik. Bahasa Penebusan Dosa yang lain juga meminjam gambaran bidang ekonomi dari pasar dan penjara, di mana sesuatu dibeli atau ditebus dengan harga tertentu[3].

Bahasa propitiation biasanya memiliki implikasi kebencian akan dosa dan menekankan pekerjaan Kristus yang penuh anugerah sebagai penanggung dosa[4]. Alkitab juga memiliki bahasa pembenaran[5] secara legal forensik. Gambaran ini menyatakan dengan jelas kenyataan tentang kesalahan kita dan hukuman yang harus ditanggungkan.

Bahasa relasional juga digunakan untuk menerangkan dampak kematian Kristus[6], sering dengan pemahaman substitusi: Allah telah berekonsiliasi dengan kita, mengatasi penghalang permusuhan antara Diri-Nya dengan kemanusiaan dengan jalan kematian Kristus[7].

Bahkan bahasa peperangan dan kemenangan[8] juga diisi dengan pemahaman substitusi. Ayat-ayat ini mengenali kenyataan perjuangan rohani yang melibatkan kita dan memperlihatkan kematian Kristus dalam tingkah laku kita sebagai bagian penting dalam kemenangan Allah.

[1]   1 John 2:2 and 4:10

[2] Eph. 2:13; Col. 1:20; Rom. 5:9-10

[3] Luke 24:21; Gal. 4:5; Titus 2:14

[4] Rom. 3:25

[5] Rom. 3:20-26, 4:25, 5:16-18

[6] Rom. 5:8-10

[7]  2 Cor. 5

[8] John 16:33; Col. 2:15

Advertisements

One thought on “Cross of Christ: Atonement – Penebusan #2, ayat-ayat Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s