Gospel based Worldview: Pandangan Hidup yang berdasarkan Injil

Worldview, atau pandangan hidup, adalah sebuah kerangka kepercayaan dasar yang menyeluruh tentang dunia, yang merupakan sekumpulan kepercayaan, nilai dan prinsip mendasar seseorang yang menjadi acuan  untuk memahami kehidupan dan mengambil keputusan. Pandangan hidup adalah perspektif kita menilai dan memahami peristiwa, masalah dan arti kehidupan. Pandangan hidup membentuk dan mempengaruhi hidup lewat pilihan dan keputusan yang diambil berdasarkan sistem nilai yang kita percayai.   Pandangan hidup menjadi panduan seseorang untuk mengarungi kehidupan, baik secara sadar dan terencana, ataupun secara tidak sadar.

worldview eyes of the world

Bagi orang percaya, pandangan hidup perlu dinilai untuk memeriksa sejauh mana ia konsisten dengan sistem kepercayaan yang kita anut. Karena menjadi orang percaya adalah karena mempercayai berita baik tentang Yesus yang dikabarkan oleh Injil, maka kita perlu bertanya apakah perspektif hidup yang kita miliki konsisten dengan berita Injil. Kita perlu memahami pandangan hidup seperti apakah yang dibentuk dan dipengaruhi oleh Injil – yaitu berita tentang hidup dan pengajaran dan terutama kematian dan kebangkitan Yesus.

Kedatangan Yesus memproklamasikan bahwa kuasa pemulihan kerajaan Allah telah secara menentukan datang dalam sejarah manusia. Proklamasi ini merupakan momen puncak kisah penebusan Allah yang dimulai sejak janji awal Allah pada Adam dan Hawa. Injil menyatakan bahwa kuasa Allah untuk memperbaharui segenap ciptaan yang telah rusak karena dosa hadir dalam pekerjaan Yesus yang penuh kuasa Roh. Kuasa pembebasan ini diperlihatkan dalam kehidupan dan pekerjaan Yesus dan diterangkan dalam ajaran-Nya. Dalam kematian-Nya di kayu salib Yesus telah mengalahkan secara menentukan kuasa jahat dan kuasa maut. Dalam kebangkitan-Nya Yesus hadir sebagai “yang sulung di antara banyak saudara” ke dalam kehidupan kebangkitan dari ciptaan yang baru. Sebelum kenaikan-Nya Yesus memerintahkan pengikut-Nya untuk melanjutkan misi memberitakan Injil ini sampai Ia datang kembali. Saat ini Yesus telah memerintah dalam kuasa di sebelah kanan Allah di atas segala ciptaan dan melalui Roh Kudus menyatakan kuasa-Nya yang memulihkan  dan menguasai segalanya melalui umatnya sebagaimana mereka menghidupi dan memproklamasikan kabar baik tersebut. Satu hari semua lutut akan bertelut dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus adalah Pencipta, Penebus dan Tuhan. Hal itu terjadi ketika Kerajaan Allah datang dalam kesempurnaan-Nya dan menjadikan segala sesuatu baru. Sampai saat itu terjadi gereja dipangiil untuk berpartisiasi dalam pekerjaan Roh untuk menjadikan kabar baik itu dikenal.

Injil adalah alat Roh Allah untuk memulihkan segala ciptaan – yaitu pemulihan dari efek dosa. Injil adalah tentang penciptaan, kejatuhan dan penebusan. Injil memiliki rentang yang komperhensif. Dalam Injil Yesus diproklamasikan sebagai Raja selluru dunia – lewat kematian dan kebangkitan-Nya memulihkan seluruh kehidupan untuk menjadi subyek otoritas-Nya. Injil ini merupakan penggenapan dari sebuah kisah panjang yang dimulai di PL di mana bangsa Israel sedang menantikan klimaks pekerjaan penebusan Allah, yang akan berujung ketika Allah bertindak dengan pasti dan menebus dan membebaskan dunia.[1] Yesus membawa kedatangan jaman yang baru, yang sedang datang.

Ini adalah wordview yang berdasarkan Injil, dan kita perlu memahami: (1) bagaimana worldview ini dipahami dalam kerangka cerita besar alkitab, (2) apa tempat orang percaya dalam cerita besar ini (3) apa hubungan worldview ini dengan kuasa pembaharuan injil dan misi gereja untuk mengabarkan kabar baik.

Apa artinya ini bagi kita orang percaya? Jika kita bisa menempatkan diri kita dalam kerangka sejarah penebusan Allah, maka kita pun akan melihat dunia ini dan perjuangan di dalamnya dengan pengertian yang berbeda. Kita akan merasa menjadi bagian dari sebuah kisah besar yang merupakan cara pandang dunia yang sejati – paling benar dan paling membawa kebaikan bagi orang yang mengadopsi pandangan hidup ini. Maka kita pun akan mengatur dan membangun hidup supaya selaras – dan kita bertanya apa tempat saya dalam rencana agung Allah, dan apa yang harus saya lakukan? Maka kitap un akan berusaha hidup sesuai dengan jawaban yang kita terima.

Gereja, yaitu Umat Allah adalah bagian penting dari Injil – karena Yesus tidak menulis buku ataupun membangun agama. Yesus membangun komunitas, yang lahir sebagai hasil penebusan Yesus dan memiliki panggilan untuk memberitakan kabar penebusan ini. Gereja yang mengerti pola pikir ini, akan memiliki tujuan dan prioritas yang sangat berbeda dengan panggilan kehidupan dunia. Untuk itu marilah kita, baik sebagai pribadi, maupun sebagai komunitas orang percaya, mengadopsi gambar besar Allah ini dan hidup di dalamnya. Itu berarti kita akan memakai cara pandang yang berdasarkan Injil.

[1]   So, on the one hand, if we are to understand the gospel of Jesus we must see Jesus in the context of the Old Testament story (cf. Luke 24:25-27). On the other hand, if we are to properly understand the biblical story, we must see it through the lens of Jesus and the gospel (cf. John 5:36-37; Luke 24:44-45). But not only is Jesus the climactic moment in the story, he points forward to the end. The end has not yet come (Acts 1:6-7). Our focus on Jesus simultaneously points us backward to the story told in the Old Testament, and forward to the end of the story.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s