Luka Hati dan Dampaknya: Dampak Internal

Ada banyak dampak yang dialami seseorang yang mengalami luka yang relatif permanen. Saat ini kita akan membahas dampak internal, atau dampak yang muncul di manusia batin seseorang yang terluka. Dampak internal itu adalah: Kebutuhan yang tidak terpenuhi, Emosi Negatif yang permanen dan Kepercayaan Palsu.

Kebutuhan yang Tidak terpenuhi

Semua manusia memiliki kebutuhan yang mendasar. Selain dari kebutuhan fisik, sebenarnya manusia memiliki kebutuhan terdalam. Kebutuhan terdalam ini adalah hal-hal yang dibutuhkan oleh manusia supaya merasa sejahtera lahir dan batin. Walaupun mungkin diisi oleh hal-hal material, namun sebenarnya yang dipuaskan adalah kesejahteraan seseorang secara mental. Contoh-contoh kebutuhan yang terdalam adalah: rasa aman, rasa berharga, rasa diterima, rasa dikasihi dll. Ini adalah kebutuhan yang normal yang dibutuhkan oleh semua manusia, tidak peduli posisi, jenis kelamin ataupun kondisi.

Ketika seseorang terluka hati, maka yang muncul adalah Kebutuhan Yang Tidak Terpenuhi – suatu kondisi/perasaan akan suatu kebutuhan yang mendalam, yang perlu diisi terus namun tidak pernah cukup. Akibatnya orang akan terus-menerus:

  • Merasa kurang dikasihi
  • Kehilangan rasa aman
  • Merasa diperlakukan tidak adil
  • Merasa tidak dihargai

Emosi Negatif yang kuat dan relatif tetap

Kita semua bisa memiliki perasaan tertentu – dan memiliki perasaan adalah hal yang wajar dan normal. Ada emosi positif – yaitu perasaan yang membuat kita merasa enak dan tentunya juga ada emosi negatif, yaitu perasaan tidak enak yang ingin kita buang. Dua macam emosi ini pun normal ada dalam kehidupan manusia, dan umumnya kita alami secara berganti-ganti. Namun karena ada kebutuhan terdalam yang tidak terpenuhi, jadilah orang-orang terluka memiliki emosi negatif yang relatif tetap dalam perasaannya.

Beberapa emosi negatif yang kuat pada orang terluka:  rasa malu, rasa takut & rasa bersalah

  • Memiliki ketakutan yang berlebihan atau tidak rasionil
  • Tidak dapat mengendalikan kemarahan
  • Memiliki perasaan yang naik turun dengan cepat
Kepercayaan Palsu
Luka juga akan mempengaruhi cara orang berpikir tentang kehidupan. Bisa terbentuk serangkaian prinsip, sistem kepercayaan, cara pandang dan sistim nilai yang mempengaruhi seseorang ketika memandang kehidupan ini. Beberapa prinsip dan nilai terbentuk sebagai hasil refleksi atau perenungan ketika terjadi luka dan krisis – sebagai hasil pembelajaran. Prinsip dan nilai ini sering terbentuk sebagai langkah awal untuk menyelesaikan kebutuhan terdalam dan emosi yang mengganggu. Beberapa prinsip dan nilai ini bersifat positif – mendukung orang untuk maju, tapi juga ada yang bersifat negatif – justru menghambat seseorang untuk bertumbuh. Namun pada prinsipnya, bukan saja kita perlu melihat apakah prinsip dan nilai ini positif atau negatif, namun terlebih lagi apakah selaras dengan kebenaran Firman Tuhan. Inilah yang kita sebut sebagai Kepercayaan yang palsu – yaitu prinsip-prinsip dan nilai-nilai hidup yang tidak berdasarkan kebenaran Allah.
Kepercayaan yang palsu akan mempengaruhi kita dalam tiga jurusan:
  • Kepada Allah Pencipta – kita memiliki gambaran yang tidak benar tentang siapa dan bagaimana Allah
  • Kepada Diri Sendiri – Kita memiliki Identitas yang palsu – siapakah saya menurut diri sendiri yang sebenarnya semu
  • Kepada Orang lain – yang biasanya dipengaruhi penghakiman, yaitu cara kita memberi label dan kategori pada orang-orang tertentu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s