Luka Hati & Dampaknya: Contoh-contoh secara kronologis

Kapankah seseorang bisa mengalami luka hati? Sepanjang hidup, bahkan sebelum ia dibuahi dan dilahirkan pun seseorang bisa mengalami luka sampai pada saat kematiannya. Berikut adalah contoh-contoh luka yang bisa dialami seseorang, mulai dari sejarah orang tua. Tentu contoh-contoh ini tidak lengkap, namun harapannya bisa memberikan gambaran apa saja yang bisa melukai hidup seseorang.

Konsekuensi Luka orang tua – yaitu luka-luka yang dimiliki oleh orang tua, bahkan sebelum mereka menikah, yang konsekuensinya diwariskan kepada anak-anak. Luka dapat diturunkan kepada generasi di bawah kita dan Ini adalah akibat atau konsekuensi yang ditanggung keturunan kita.

  • Ayah atau ibu tidak diasuh oleh orang tua mereka masing-masing
  • Ayah atau ibu memiliiki perselisihan yang berat dengan orang tua masing-masing
  • Pernikahan yang tidak didukung oleh keluarga masing-masing
  • Ayah dan ibu berselisih berat selama pernikahan
  • Kekerasan dalam rumah tangga

Proses Kehamilan dan Kelahiranyaitu luka-luka yang terjadi ketika seseorang berada dalam kandungan dan juga pada proses persalinan atau perawatan sesudahnya. Proses kehamilan sering memberi dampak yang kuat pada anak dalam kandungan. Proses persalinan dan awal lahir  adalah proses yang dapat dan sering menjadi pengalaman traumatis bagi anak

  • Kehamilan yang tidak diinginkan
  • Orang tua berpisah/bercerai/meninggal saat proses kehamilan atau kelahiran
  • Ibu Mengalami trauma berat pada saat proses kehamilan dan kelahiran
  • Penolakan karena jenis kelamin yang tidak diinginkan
  • Dipisahkan (mungkin sementara) sesaat setelah dilahirkan

Proses Pertumbuhan (dalam keluarga) – yaitu luka-luka yang didapatkan ketika seorang anak bertumbuh di dalam lingkungan keluarga atau orang yang mengasuhnya. Masa awal pertumbuhan adalah masa yang sangat penting dalam membangun fondasi kehidupan anak, dan luka-luka yang terjadi pada masa ini sering mempengaruhi kehidupan seseorang dalam berbagai aspek kehidupannya.

  • Diadopsi atau diurus oleh selain orang tua kandung
  • Merasa diperlakukan dengan tidak adil
  • Merasa dituntut terus menerus
  • Mengalami perlakuan yang keras/kasar
  • Mendapatkan disiplin yang berlebihan
  • Tidak diurus/mengalami pembiaran
  • Anggota keluarga yang disfungsi
  • Orang tua mengalami konflik, kekerasan, perpisahan bahkan perceraian
  • Perubahan status social dan keuangan yang tiba-tiba (PHK, bangkrut dll.)
  • Ada anggota keluarga yang harus mendapatkan perawatan khusus
  • Ada anggota keluarga yang kecanduan sesuatu

Proses Pertumbuhan (Kehidupan sosial) – yaitu luka-luka yang terjadi pada masa kanak-kanak dan muda, yang terjadi  dalam interaksi seseorang dalam kehidupan sosial di luar rumah. Pada masa ini banyak luka terjadi karena adanya peer pressure dan penyesuaian diri dalam kelompok sosial.

  • Sering merasa kesepian atau dikucilkan
  • Sering menjadi bahan olok-olok
  • Dikhianati oleh seseorang
  • Mengalami pemerasan & penindasan

Proses pernikahan & berkeluarga – yaitu luka yang terjadi dalam interaksi dengan seseorang yang menjadi pendamping hidup, serta komunitas baru yang terbentuk, yaitu keluarga besar dari kedua belah pihak maupun anak-anak yang kemudian lahir. Pada masa ini banyak luka lama yang berulang terjadi, sehingga makin menguatkan luka hati yang sudah ada lama, namun mungkin dalam bentuk yang berbeda. Ada juga luka-luka yang baru timbul.

  • Ketidaksetujuan salah satu atau kedua pihak keluarga
  • Proses pendekatan atau pacaran yang tidak sehat, misal penuh manipulasi dan intimidasi
  • Proses pernikahan yang rumit atau mengalami ketegangan-ketegangan
  • Disfungsi peran dari salah satu atau kedua pihak suami istri
  • Komunikasi yang penuh konflik
  • Kekerasan dalam rumah tangga
  • Perselingkuhan dan ketidaksetiaan
  • Ketidaksehatan secara fisik, kejiwaan dan keuangan
  • Proses perawatan dan pertumbuhan anak-anak yang tidak sehat

Masa tua dan kematianyaitu saat anak-anak telah mapan dan memiliki kehidupan sendiri.

  • Diabaikan atau tidak diperhatikan oleh anak-anak, baik secara fisik maupun kejiwaan dan juga finansial
  • Konflik yang disebabkan  harta warisan
  • Kehilangan kontak dengan salah satu atau semua anggota keluarga

Artikel ini adalah bagian kedua dari seri tentang luka hati dan dampaknya. Untuk melihat bagian pertama: Luka Hati & Dampaknya: Pemahaman Dasar

Artikel terkait:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s