Menjadi penolong dalam pertumbuhan bersama: Mengusahakan perubahan

Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.  (Kolose 1:28-29)
Apa yang diharapkan terjadi ketika kita menolong seseorang? Tujuan akhir pasti berupa perubahan yang bersifat tetap. Ini yang disebut sebagai pertumbuhan dan pembelajaran, yaitu perubahan secara positif ke arah tujuan yang dikehendaki.  Sebagai penolong, kita perlu bertanya, hal-hal apakah yang akan menolong orang untuk mengalami perubahan secara maksimal?
Pemuridan yang kita lakukan perlu mencerminkan 3 aspek yang penting: 
  • mentoring, yang berhubungan dengan masa depan dan membangun kebiasaan & keterampilan baru,  
  • pemulihan – yang berhubungan dengan masa lalu dan hal-hal yang menghambat pertumbuhan, 
  • disiplin rohani, yaitu pola perilaku rohani dan kebiasaan baik yang memberi kesempatan maksimal bagi Tuhan bekerja.
Kita perlu menggabungkan ketiga aspek itu agar mendapatkan hasil pemuridan yang maksimal. Caranya lewat hubungan yang positif, perubahan secara menyeluruh
Hubungan yang positif
Salah satu kunci perubahan adalah hubungan, karena manusia sangat membutuhkan hubungan. Dalam banyak peristiwa dan pengalaman, hubungan antar manusialah yang sering menghasilkan perubahan – ke arah yang baik maupun yang buruk. Karena itu kita mengakui pentingnya komunitas ataupun relasi yang baik untuk mendukung terjadinya pertumbuhan.
Ketika sebuah kebiasaan terbentuk, kita mengalami kesulitan untuk mengubah kebiasaan itu dan membentuk kebiasaan yang baru. Mengapa? Sering kita berada bersama orang-orang yang tidak tahu bagaimana mendukung kita untuk berubah. Perubahan dan pembelajaran membutuhkan suasana yang saling mempercayai dan memberikan rasa aman untuk bertumbuh. Namun sering yang kita terima adalah tuntutan, penghakiman atau pelecehan akan kemampuan kita berubah. Atau ketika ada yang memberikan dorongan untuk berubah, hal tersebut dilakukan dengan cara yang mendominasi atau memanipulasi. Yang diberikan adalah fakta dan logika, kekuatan yang keras, atau menakutkan atau bahkan mempermalukan dan membangkitkan rasa bersalah. Harapannya agar orang mau dan dapat berubah. Penting sekali kita tidak melakukan 3 hal ini dalam menolong orang bertumbuh, karena tidak sesuai dengan karakter Allah.
  • Dominasi – ketika kita menggunakan kelebihan kita untuk menekan kekurangan orang lain agar ia bertumbuh
  • Intimidasi – ketika kita menggunakan jalan menakut-nakuti agar ia bertumbuh
  • Manipulasi – ketika kita menggunakan kebenaran dengan cara yang salah, atau memperbesar rasa bersalah seseorang agar ia bertumbuh
Sebaliknya, jika kita melibatkan Allah, maka akan karakter Allah pun akan kuat melekat dalam pelayanan yang kita kerjakan, yaitu dalam Kasih, Kuasa dan Kebenaran Allah
Perubahan yang menyeluruh
Ketika kita telah memberikan investasi yang banyak agar orang berubah, sering kita bertanya-tanya mengapa hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kita. Sering kita merasa telah melakukan segala sesuatu, namun orang yang kita tolong sepertinya tidak menanggapi dengan dorongan yang sama. Ingat, bahwa manusia memiliki banyak aspek dalam kehidupannya: kognitif (intelek), afektif (perasaan), kehendak, roh dll. Semua aspek itu perlu disentuh dengan tepat agar pertumbuhan terjadi secara maksimal. Sering  usaha yang kita lakukan hanya menyentuh sebagian aspek tersebut, sehingga hasilnya tidak memuaskan.
Kita perlu memandang permasalahan tidak berubah dengan cara pandang yang berbeda::
  • Orang yang kelihatannya tidak mau berubah sering sebenarnya tidak tahu bagaimana harus berubah. Orang itu perlu tahu langkah-langkah apa yang harus diambil, lebih baik berupa langkah mudah (baby step).
  • Orang yang kelihatannya sulit mengalami terobosan sering sebenarnya tidak memiliki motivasi dan perasaan yang kuat untuk berubah
  • Jika kita bisa menolong orang memiliki langkah-langkah yang tepat, dengan motivasi dan perasaan yang tepat, serta situasi yang tepat untuk kebutuhannya, maka kita bisa percaya ada terobosan dalam pertumbuhan orang tersebut.
Karenanya perubahan yang kita rancangkan perlu terjadi dalam tiga tingkat:
  • Paradigma – (Cara pandang) 
  • Keterampilan (Skill)
  • Kebiasaan 
Inilah yang perlu dibangun oleh pemimpin komunitas, baik sebagai mitra, mentor, teladan ataupun nara sumber perubahan. Bagaimana caranya?
  • Kita mulai dengan membangun sebuah komunitas atau hubungan yang membangkitkan rasa percaya dan rasa aman
  • Berikan inspirasi dan kepercayaan bahwa perubahan adalah hal yang mungkin dan dapat dilakukan, dan akan membawa sejahtera
  • Buat atmosfir yang meningkatkan motivasi dan keinginan untuk berubah. Berikan kesempatan pada orang untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan, untuk merasa berhasil dan dihormati.
  • Buat struktur yang menolong orang untuk berubah pada tujuan yang diinginkan. Jangan hanya diberitahu, namun buat struktur yang dapat memberikan keberhasilan kecil dalam waktu singkat. Dampingi mereka saat melakukan perubahan kecil tersebut dan jadikan modal untuk mendorong orang mengambil perubahan yang lebih besar.
  • Pastikan bahwa setiap orang yang terlibat mau belajar bersama, baik dari keberhasilan maupun kegagalan. Juga setiap orang perlu memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemberesan dari hal-hal yang menghalangi mereka untuk maju.
  • Rayakan setiap keberhasilan, dan beri kesempatan untuk merenungkan dan mengevaluasi kemajuan – dan mensyukurinya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s