Menjadi penolong pertumbuhan bersama: Prinsip-prinsip dasar

Pertumbuhan yang sejati hanya akan terjadi ketika ada keterlibatan Allah dan sesama. Tidak ada yang bisa bertumbuh dengan sehat jika sendirian. Itu berarti kita semua sebagai orang percaya memiliki tugas untuk terlibat dalam pertumbuhan orang lain, namun juga mengijinkan orang lain untuk terlibat secara aktif dalam kehidupan kita. Ada dua konsep yang harus kita pahami sebagai dasar bertumbuh bersama.

  • Kasih karunia Allah – yaitu bahwa pertumbuhan dimulai dari Allah, dan bertujuan kepada Allah
    • Allah merancang pertumbuhan -Allah adalah sumber pertumbuhan (1Kor 3:6)
    • Allah memelihara pertumbuhan – Ia melakukan segalanya bagi kita (Yes 5:4, 2 Pet 1:3)
    • Allah adalah tujuan pertumbuhan – kita bertumbuh agar menjadi serupa dengan Kristus, yang adalah rupa Allah yang kelihatan. (Roma 8:29,2 Kor 3:18,  Fil 2:6))

Bagian kita sebagai manusia adalah meresponi, memberi tanggapan yang tepat sehingga rencana Allah tercapai.

  • Komunitas – Allah bekerja terutama melalui manusia. Komunitas adalah kumpulan pribadi yang memiliki peran yang relatif penting dalam kehidupan kita. Semua manusia memiliki bermacam-macam komunitas, mulai sejak kita lahir sampai kita mati. Sejak menjadi orang percaya, kita telah menjadi bagian komunitas orang kudus di seluruh dunia dan sepanjang masa (Ef 4:6, Mat 28:19). Kita hanya bisa bertumbuh dalam sebuah komunitas, walaupun dengan peran yang berbeda-beda. Tetapi kita tahu bahwa tidak semua komunitas kita membawa kebaikan dan pertumbuhan, bahkan kita pun sering mengalami hambatan dan tantangan dari komunitas kita.
Kita memiliki banyak peran dalam membantu pertumbuhan sesama. Kita bisa menjadi seorang konselor, pemimpin kelompok sel, hamba tuhan, orang tua dll. Kita perlu memiliki sikap hati yang benar sebagai seorang penolong. Beberapa hal yang bisa kita pelajari dari Lukas 5:17-26 adalah
  • Kelumpuhan jiwa dan rohani – sering orang yang kita tolong adalah orang yang sudah kelumpuhan secara jiwa dan rohani, tidak memiliki semangat dan ketekunan untuk berubah. Sepertinya apapun yang kita lakukan untuk menolongnya tidak membawa terobosan dalam kehidupan orang tersebut.
  • Motivasi – yang menjadi alasan seseorang untuk menolong dan mendampingi adalah kasih. Kasih karena Kristus sudah mengasihi kita terlebih dahulu. Kasih karena ada orang yang dipakai Allah untuk menyatakan kasih-Nya. Dan yang menjadi tujuan kita menolong adalah agar Allah dipermuliakan, ketika hidup seseorang diubahkan dan menjadi berkat.
  • Cara – kita perlu bergiat hati dan mau memberikan investasi untuk menolong orang. Menolong orang bertumbuh adalah pekerjaan yang sering menuntut banyak pengorbanan, sementara hasilnya sering tidak memuaskan. Namun kita perlu belajar tekun dan berkreasi untuk mencari jalan terobosan bagi orang yang kita tolong.
  • Tugas: Tugas utama seorang penolong adalah membawa orang kepada Yesus. Apapun bentuk fungsi  dan status kita, tugas utama seorang penolong adalah untuk memperkenalkan dan mendekatkan orang kepada Kristus. Tugas kita bukanlah untuk mengubah seseorang, karena kita tidak mampu. Seorang penginjil akan memperkenalkan Yesus. Seorang gembala akan memimpin orang semakin dekat pada Kristus. Seorang konselor akan membereskan hal-hal yang merintangi orang datang pada Kristus. Seorang pengajar akan membagikan pemahaman dan kebenaran tentang Kristus dll.
  • Kerelaan: kita perlu berbesar hati untuk mengakui bahwa hasil pertolongan sebenarnya diluar kemampuan kita, sebagaimanapun hebat dan keras kerja kita. Pada satu sisi, setiap orang yang kita tolong memiliki kehendak bebasnya sendiri, sehingga ia sendiri yang akan mengambil keputusan akan hidupnya.Pada sisi yang lain, ketika kita mengundang Tuhan bekerja, kita juga perlu siap untuk mengakui bahwa Tuhan bekerja dalam waktu dan cara-Nya yang penuh kasih karunia, walau sering sulit untuk kita mengerti. Kita perlu mengakui keterbatasan kita, namun tetap berpengharapan besar karena kita percaya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
  • Perlawanan: kita juga harus tahu bahwa perjuangan kita akan mendapatkan tentangan. Banyak tantangan itu berasal dari komunitas tidak percaya, namun sering juga berasal dari komunitas orang percaya. Namun kita tahu musuh sebenarnya bukanlah darah & daging. Ada unsur-unsur dunia dan kedagingan yang diperalat si  jahat, dan kita perlu melawannya. 

2 thoughts on “Menjadi penolong pertumbuhan bersama: Prinsip-prinsip dasar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s