7 Prinsip Perancangan Workshop (Lokakarya)

Apakah sebuah lokakarya dilangsungkan dalam satu hari atau satu minggu, yang memilki peran penting dalam mencapai tujuanadalah bagaimana kita merancang struktur dari lokakarya tersebut. Beberapa prinsip berikut penting dalam perancangan dan peaksanaan sebuah lokakarya

  1. Perencanaan yang matang, yang didasarkan pemahaman akan tujuan yang ingin dicapai dan metode/strategi untuk mencapai tujuan tersebut adalah hal yang sangat krusial. Pastikan bahwa tujuan dan strategi ini terlihat jelas dalam perencanaan yang realistis, walaupun tetap ada fleksibilitas dan adaptasi. 
  2. Pastikan keterlibatan aktif dari peserta. Sebuah lokakarya yang tidak melibatkan peserta secara aktif akan sangat membosankan. Beberapa cara memastikan keterlibatan peserta adalah dengan menggukan diskusi kelompok kecil ataupun besar, tugas penyelesaian masalah, mencoba kegiatan tertentu dan menilainya, kegiatan individu maupun pasangan atau kelompok, waktu perenungan dan jurnaling dll.
  3. Dasarkan dengan model pembelajaran efektif. Biasanya sesi yang paling kurang disukai adalah jika pembicara hanya memberikan teori saja. Pastikan bahwa semua instruksi penting diberikan secara spesifik, dan jika perlu tertulis agar dapat memastikan tujuan akan tercapai.
  4. Pastikan bahwa peserta memiliki waktu untuk berinteraksi dan membagikan pengalaman, pengetahuan ataupun tips dan strategi, mungkin lewat diskusi kelompok, panel diskusi, ataupun presentasi, sehingga peserta mendapatkan nilai tambah. Waktu untuk interaksi sosial juga merupakan hal yang penting dalam sebuah workshop untuk mengembangkan jaringan. 
  5. Beri kesempatan dan dukungan agar peserta dapat mengadapatasi ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan dalam konteks mereka sendiri.  Dukung pembicara untuk dapat membagikan esensi ataupun inti pembelajaran dan beri kesempatan peserta untuk dapat mengadaptasi hal tersebut.Ide-ide yang dibagikan merupakan katalis yang dapat dikembangkan oleh peserta.  Beri waktu agar peserta dapat memikirkan tentang pembelajaran yang disesuaikan dengan konteks mereka saat masih ada dalam workshop.
  6. Pastikan peserta memiliki rencana tindakan yang spesifik dan realistis untuk dibawa pulang. Akan lebih baik jika ada waktu untuk mempresentasikan rencana tindakan tersebut. Lebih baik lagi jika ada feedback, baik dari ahli maupun peserta yang lain, apalagi jika ada komitmen untuk melakukan follow up terhadap rencana tersebut.
  7. Pastikan ada feedback atau umpan balik dan evaluasi yang jelas, baik bagi peserta maupun panitia, sehingga kemajuan untuk mencapai tujuan dapat ditelusuri. Gunakan beberapa cara/metode untuk mengevaluasi, misalnya melalui tulisan, jurnal, anekdot kasus, wawancara, demonstrasi kemajuan keterampilan, atau bahkan dengan menggunakan media seperti merekam dengan video dll.

Artikel Terkait:

Perencanaan Workshop: Bagaimana membangun sebuah lokakarya yang efektif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s