Richard Foster: Tugas dan Agenda Pembentukan Rohani (Spiritual Formation) #2 Urusan Hati

Urusan hati

Richard Foster: Tugas dan Agenda Pembentukan Rohani (Spiritual Formation) #1

Allah telah memberi setiap kita tanggung jawab untuk “bertumbuh dalam kasih karunia” (2 Pet 3:18). Ini bukanlah sesuatu yang bisa kita salurkan pada orang lain. Kitalah yang harus mengangkat salib pribadi kita dan mengikuti langkah Kristus yang telah disalibkan dan bangkit.

Semua pekerjaan pembentukan adalah “urusan hati”. Hati adalah sumber mata air semua tindakan manusia. Semua pakar devosi mendorong kita secara tetap, bahkan secara monoton, agar memiliki hati yang suci. Para tokoh Puritan, misalnya, memberi perhatian terus menerus akan hal ini. Dalam buku Keeping the Heart, John Flavel, tokoh Puritan Inggris abad 17, menyatakan bahwa ‘kesulitan terbesar dalam pertobatan adalah untuk memenangkan hati bagi Allah, dan kesulitan terbesar setelah pertobatan adalah untuk memelihara hati bersama Allah… Urusan hati adalah pekerjaan yang benar-benar berat’.

Ketika kita sedang mengurusi hati, tindakan eksternal tidaklah pernah menjadi pusat perhatian kita. Tindakan luar adalah hasil alami dari sesuatu yang jauh lebih dalam dan penting. Kutipan lama yang berkata, tindakan mengikuti esensi, mengingatkan kita bahwa tindakan kita selalu sesuai dengan kondisi nyata di dalam hati kita. Tentu hal ini tidak mengurangi pekerjaan baik sebagai sesuatu yang tidak berarti, namun hal ini membuat pekerjaan baik memiliki kepentingan sekunder, hanya sebagai reaksi dan bukan pemicu. Yang sungguh-sungguh penting adalah kesatuan vital kita dengan Allah, ciptaan yang baru dalam Kristus, terceburnya kita dalam Roh Kudus. Hidup seperti inilah yang memurnikan hati; ketika cabang sungguh-sungguh bersatu dengan batang dan menerima hidup dari pohon anggur, maka buah roh adalah hasil yang alami.

Karena itulah filsuf moral dapat berkati, ‘kebaikan itu mudah’. Ketika hati dikuduskan oleh tindakan Roh Kudus, maka yang paling alami di dunia akan muncul yaitu tindakan kebaikan. Bagi mereka yang murni hatinya, kejahatan menjadi sulit. Tidaklah sulit untuk kembali pada kasih mula-mula lagi dan lagi. Adalah tindakan iman untuk terus menerus memohon pada Allah untuk menyelidiki dan mengenal hati kita, dan membuang semua yang jahat (Mazmur 139:23-24). Hal ini merupakan aspek penting akan keselamatan yang dari Allah.

Setiap kita memiliki motivasi yang saling bertumpuk: pengharapan dan ketakutan, iman dan keraguan, kelurusan hati dan hati yang bercabang, kejujuran dan kepalsuan, keterbukaan dan penipuan. Allah adalah satu-satunya pribadi yang dapat memisahkan yang palsu dan yang sejati, satu-satunya yang dapat memurnikan motivasi hati. Namun Allah tidak datang tanpa diundang. Jika kamar hati kita tidak pernah merasakan sentuhan pemulihan Allah, mungkin hal itu terjadi karena kita tidak memberi tempat akan penyelidikan ilahi. Pekerjaan yang paling penting, paling nyata dan berdampak kekal adalah yang terjadi di kedalaman hati kita. Pekerjaan ini bersifat pribadi dan di dalam. Tidak dapat dilihat oleh orang, bahkan oleh kita pun. Ini adalah pekerjaan yang hanya diketahui oleh Allah. Pekerjaan kemurnian hati, jiwa yang diubahkan, transformasi di dalam, atau pembentukan hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s