Mengevaluasi Program & Proses Pertumbuhan #1 – dengan model 4I

Ada beberapa lensa/cara pandang yang bisa kita gunakan untuk mengevaluasi sebuah program ataupun kurikulum. Kami di komunitas kawantumbuh menggunakan model 4I untuk mengevaluasi sebuah proses pertumbuhan. Yang dinilai dalam model 4I adalah proses pertumbuhan dan bukannya hasil pertumbuhan itu sendiri. 4I terdiri Intention (Kehendak yang jelas), Involvement (Keterlibatan Tuhan, sesama dan diri sendiri), Implementation (Praktek mempelajari atau meningkatkan kualitas keterampilan) dan Interaction (Perubahan lewat interaksi). Kami mengasumsikan bahwa ketika sebuah proses pertumbuhan memiliki 4I dengan kualitas yang baik, maka hasil pertumbuhanpun akan baik.

Bagi anda yang sedang merancang sebuah program untuk menolong orang bertumbuh, atau anda sedang berada di dalam sebuah proses pertumbuhan tertentu, beberapa pernyataan di bawah ini bisa digunakan sebagai indikator proses pertumbuhan.

  1. Intention – kehendak yang jelas
    • menolong orang untuk memiliki tujuan yang jelas dalam pertumbuhannya, apakah itu tujuan jangka pendek maupun jangka panjang
    • menolong orang untuk memiliki kehendak yang jelas apa yang ia inginkan terjadi dalam kehidupannya, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang?
    • meningkatkan pengharapan orang bahwa ia dapat memiliki kehidupan dan masa depan yang lebih baik?
    • menolong orang untuk memiliki komitmen yang jelas apa yang akan ia lakukan dan harga yang harus dibayar?
  2. Involvement – Keterlibatan
    • mendorong orang untuk melibatkan Pribadi Yang Maha Besar dalam proses pertumbuhan
    • mendorong orang untuk mengundang orang lain terlibat dalam proses pertumbuhannya
    • mendorong orang untuk mau terlibat dalam proses pertumbuhan orang lain
    • menolong orang agar melibatkan seluruh aspek hidupnya (kognitif, afektif, motorik, dan kecenderungan/nilai) dalam proses pertumbuhan
  3. Implementation – Praktek
    • Menolong orang untuk membuat struktur, sistem dan langkah-langkah yang menolong dalam proses pertumbuhan – misalnya merancang ‘baby step’ untuk memiliki kebiasaan baik yang baru
    • mengajarkan keterampilan yang baru – terutama yang berhubungan dengan ketahanan hidup seseorang
      • keterampilan fisik/motorik
      • keterampilan intelektual/kognitif
      • keterampilan mental/emosi
      • keterampilan sosial
      • keterampilan jiwa/spiritual
    • melatih dan mengembangkan keterampilan yang sudah ada
  4. Interaction – Perubahan lewat interaksi
    • melakukan refleksi dan mendapatkan umpan balik dari proses kehendak, keterlibatan dan praktek yang telah dilakukan
    • mengenali apa yang sudah berhasil, dan apa yang perlu ditingkatkan
    • meningkatkan pemahaman lewat interaksi dalam hubungan dan pengalaman hidup
    • melakukan perubahan untuk hal-hal yang membutuhkan peningkatan

Daftar ini masih jauh dari sempurna. Namun jika anda sedang merancang atau menilai sebuah program atau proses pertumbuhan, anda bisa menggunakan daftar ini sebagai pertanyaan refleksi untuk mengukur sebuah proses pertumbuhan. Misalnya jika anda sedang merancang sebuah program workshop, anda bisa bertanya ‘keterampilan sosial apa saja yang saya ajarkan/latih melalui workshop ini’, atau ‘apakah setelah workshop ini peserta memiliki niat dan kehendak yang jelas tentang apa yang ia ingin lakukan atau ingin terjadi dalam hidupnya’ dll.

 

Artikel yang berhubungan:

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s