5 Aspek Ketahanan Hidup

Setiap orang pernah atau bahkan sedang mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan dalam hidup. Pengalaman traumatis, krisis, penderitaan, konflik, kekecewaan dan kegagalan, kehilangan sesuatu atau orang yang berharga adalah tema yang pernah atau sering dialami seseorang dalam hidupnya. Dalam keadaan tertentu pengalaman negatif ini bisa terasa begitu berat menekan, bahkan bisa menghancurkan hidup. Tidak jarang orang merasa hidupnya begitu hancur dan tidak ada harapan, atau kesenangan lagi untuk melanjutkan hidup. Beberapa memutuskan untuk mengakhiri hidup.

Namun pengalaman juga memperlihatkan bahwa peristiwa negatif ini bisa menguatkan dan membuat seseorang bertumbuh. Ada sementara psikolog yang memberi nama post-traumatic growth – pertumbuhan pasca pengalaman traumatis untuk menekankan bahwa kita bisa mengambil sisi positif dan mengalami pertumbuhan sebagai manusia utuh sebagai hasil dari pengalaman negatif. Bahkan ada pula yang berkata ‘What can not kill you will make you stronger” = apa yang gagal membunuhmu akan membuatmu lebih kuat.

Apa yang membedakan kedua hal ini – pengalaman negatif yang menghasilkan pertumbuhan atau membuat kehancuran? Salah satu jawaban adalah kita sebagai manusia memiliki ketahanan hidup (resiliency) yang memberi kita kemampuan untuk bangkit kembali dari tantangan dan tekanan. Seperti sebuah pohon yang batangnya melengkung karena dorongan angin yang kuat, namun mampu meluruskan kembali tubuhnya ketika angin keras itu lewat, demikian juga kita memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan dan menjadi lebih kuat dan bijak. Untuk itu kita perlu melatih beberapa aspek keterampilan yang meningkatkan ketahanan hidup kita, yang saya ambil dari blog Superbetter.com berikut.

Ketahanan Fisik

Ketahanan fisik adalah kemampuan tubuh anda untuk menghadapi tekanan. Anda perlu melatih tubuh anda untuk melakukan gerakan-gerakan yang akan menolong anda meningkatkan ketahanan tubuh. Berdiam diri sangatlah berbahaya!

Ketahanan Mental

 

Ketahanan mental adalah kemampuan kognitif dan motivasi kita untuk menghadapi tekanan. Kehendak dan motivasi berfungsi seperti otot tubuh yang perlu dilatih untuk menjadi kuat. Caranya adalah dengan mendisiplinkan diri untuk memecahkan persoalan dan mencari jawaban. Memiliki optimisme yang realistis akan sangat membantu.

Ketahanan Emosional

 

Ketahanan emosi adalah kemampuan perasaan dan afeksi dalam menghadapi tekanan hidup. Emosi yang positif akan meningkatkan kesempatan kita untuk berhasil. Emosi yang positif juga menolong meningkatkan kreatifitas dan hubungan sosial kita, bahkan kesehatan tubuh kita.

Ketahanan Sosial

 

Ketahanan sosial adalah dukungan sosial dan komunitas yang memampukan kita menghadapi tekanan. Hubungan sosial membuat kita lebih kuat secara emosi dan kognitif, yang tentunya membuat kita lebih kuat secara fisik juga.

Bagi orang percaya, kita juga perlu memiliki Ketahanan Spiritual, yaitu kemampuan secara rohani untuk menghadapi tekanan hidup. Kita percaya bahwa kehidupan spiritual akan memberikan kontribusi yang positif dalam proses  bertumbuh. Ketahanan ini  kita dapatkan dengan cara berdoa, membaca Firman, beriman dll.

Kelima aspek ketahanan hidup ini perlu dilatih secara berkala, bahkan setiap hari. Kita perlu bisa memastikan bahwa setiap hari kelima kegiatan ini mengisi hari-hari kita, walaupun hanya dengan kegiatan yang kelihatannya kecil dan sepele. Ingat, keberhasilan sering didapatkan karena melakukan hal-hal kecil dengan benar secara teratur.

Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda melatih ketahanan hidup anda?

 

2 thoughts on “5 Aspek Ketahanan Hidup”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s