Konseling: Komponen-komponen dalam Proses Pemecahan Masalah

Pemecahan setiap masalah ditentukan oleh sifat orang yang sedang menghadapinya, sifat masalah itu sendiri, dan sifat dari aneka sumber yang tersedia.

Sifat orangnya

Setiap orang merupakan produk dari proses pembentukan diri yang ditentukan oleh pembawaan dan keturunannya, lingkungan fisik dan sosialnya, pengalamannya di masa lalu, persepsi-persepsi dan reaksi-reaksinya di masa kini, serta aspirasi-aspirasinya di masa mendatang. Konfigurasi dari faktor-faktor fisik-psikologis-sosial-masa lalu, kini, dan mendatang inilah yang menentukan reaksinya terhadap situasi hidup yang dihadapinya.

  • Setiap bentuk tingkah laku memiliki makna dan tujuan sebagai berikut: mendapatkan kepuasan, menghindari kekecewaan, dan menjaga keseimbangan.
  • Struktur kepribadian seseorang akan menentukan apakah tingkah lakunya akan efektif atau tidak, akan meningkatkan kesejahteraannya atau tidak.
  • Struktur dan fungsi kepribadian sendiri merupakan produk dari faktor keturunan dan pembawaannya yang terus menerus berinteraksi dengan lingkungan fisik, psikologis, dan social yang dialami oleh si individu.

Pada setiap tahap kehidupannya, seseorang bukan hanya merupakan produk dari kodrat dan lingkungannya akantetapi juga dan senantiasa “dalam proses” mewujudkan diri di masa kini dan mengarahkan diri ke masa depan. “perwujudan dan pengarahan” diri seseorang dipengaruhi dan dibimbing oleh harapan-harapan masyarakat maupun pribadinya yang termuat di dalam status serta aneka perana sosial yang diembannya. Orang yang menemui seorang konselor lazimnya tengah dilanda stress. Pertolongan dimaksudkan untuk memudahkan adaptasi sosial  orang yang bersangkutan, serta memulihkan, mengembalikan, dan meneguhkan kembali fungsinya sebagai makhluk sosial.

Sifat masalahnya

Masalah adalah kesenjangan antara keadaan yang ada dan keadaan yang diinginkan. Hidup ini memang penuh dengan kekecewaan, tantangan dan perjuangan. Namun, tidak setiap kekecewaan, tantangan, atau pun perjuangan menimbulkan masalah. Bisa saja orang kurang bergairah mengatasi semua itu. Kekecewaan, amarah, kebingungan, seringkali memang merupakan tanda-tanda adanya masalah-bagian dari keadaan yang sedang dialami-namun pada dirinya semuanya itu bukan masalah. Harus ada keadaan tertentu yang lebih didambakan dibandingkan keadaan yang ada, dan orang yang bersangkutan siap mengorbankan tenaga untuk mencapainya.

Namun orang yang menemui seorang konselor tidak harus mendambakan suatu keadaan yang berbeda dari yang tengah dialaminya. Mungkin ia hanya merasa tidak mampu menjalankan aneka fungsinya secara efektif.

Ada tiga jenis masalah:

  • Masalah korektif. Jenis masalah ini menuntut diperbaikinya suatu keadaan yang memburuk.
  • Masalah progresif. Dalam jenis masalah ini tugas konselor adalah menolong konseli menerima suatu keadaan dan memperbaikinya
  • Masalah kreatif. Jenis masalah ini menuntut diciptakannya keadaan yang sama sekali baru.

Bidang garapan konseling adalah masalah-masalah yang secara vital mempengaruhi fungsi sosial    seseorang. Masalah-masalah tersebut bisa berupa kebutuhan-kebutuhan tertentu yang belum terpenuhi sehingga menghambat atau merusak kehidupan seseorang. Mungkin berupa tekanan sosial atau psikologis yang meneybabkan seseorang kurang efektif atau terganggu dalam menjalankan aneka peran sosialnya. Karena masalah konseli lazimnya bersifat majemuk dan dinamis, maka perlu dipilih sebagian diantaranya untuk digarap. Pertimbangan penting dalam memilih masalah adalah apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konseli serta pemecahannya yang mungkin dan kiranya cocok menurut penilaian professional sang konselor.

Setiap masalah yang dihadapi seseorang memiliki makna objektif dan subjektif. Makna objektif adalah bagaimana seorang pengamat luar memandang dan memahami masalah tersebut. Makna subjektif adalah bagaimana orang yang bermasalah sendiri memandang, memahami, dan merasakan masalahnya. Aspek eksternal (objektif) dan internal (subjektif) masalah tersebut tidak hanya saling mendampingi atau hadir bersama-sama, melainkan juga saling menyebabkan timbulnya yang lain.

Sifat sumber-sumbernya

Hal ini mencakup baik sumber-sumber internal maupun sumber-sumber eksternal yang dimiliki oleh konseli. Sumber-sumber internal meliputi bakat-bakat, potensi-potensi, dan kemampuan-kemampuan tertentu yang dimiliki oleh konseli dan yang bisa dimobilisasikannya untuk menolong dirinya sendiri. Sumber-sumber eksternal adalah orang-orang atau benda-benda  yang dapat dimobilisasikan untuk menolong konseli memecahkan aneka masalahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s