Mendengarkan: Pembentukan dalam diri yang mempengaruhi pola komunikasi kita

Engkau hanya mendengar yang engkau ingin dengar

Bagaimana asumsi tersembunyi menimbulkan prasangka saat mendengarkan

Mendengarkan diperumit oleh gangguan dari perasaan dan sikap kita sendiri. Apa yang kita pikir dari si pembicara akan mempengaruhi apa yang kita dengar dari mereka. Mungkin anda pernah mengalami situasi dimana anda dengar satu sisi dari satu masalah dan kemudian memiliki kesempatan untuk mendengar sisi yang lain. Apakah anda memperhatikan bagaimana hal tersebut mempengaruhi dan mengembangkan pemahaman akan gambaran tentang kejadian yang sedang terjadi. Dalam kedua kasus ini anda mendengar dan mendengarkan dari dua pribadi yang berbeda, dua versi tentang apa yang terjadi. Kita juga dipengaruhi oleh pendapat kita tentang pembicara dan pengalaman kita akan caranya berbicara: dengan jujur, dengan jelas, ngambek, membesar-besarkan dll. Mendengarkan adalah suatu interaksi, dan ada orang-orang yang mengambil keuntungan dari kita dengan cara bicara terlalu lama, atau terlalu cepat atau mengeluh ataupun mendominasi. Beberapa orang kita dengarkan dengan sopan, namun mereka tahu ketika pikiran kita berkelana. 

Teori object relations merujuk pada konstruksi mental (obyek) yang kita taruh di pikiran kita sejak awal dan pengharapan yang dibangun ketika bereaksi pada gambaran di dalam tersebut, bukan selalu pada pengalaman yang tejadi di luar. Kita berhubungan dengan orang lain berdasarkan pelatihan kita sendiri dan memberi tanggapan yang berasa dari pemikiran lama kita. Reaksi yang berlebihan ketika dikritik biasanya dimulai sejak perlakuan yang kita terima sebagai anak, diterima atau ditolak. Kita meneruskan reaksi yang berasal dari kanak-kanak tersebut dengan melakukan hal yang agresif ataupun menutup diri ketika kita merasa dikritik. Bagian kanak-kanak ini tidak bisa berelasi sesama orang dewasa. Kita cenderung untuk bertumbuh dan meninggalkan rumah sebelum hubungan kita dengan orang tua menjadi dewasa, sehingga kita membawa reaksi yang sama kepada hubungan orang dewasa kita. Kemudian, ketika kita menjadi lebih dewasa, kita mencoba untuk menyeimbangkan hubungan kita dengan rumah, namun cederung untuk mendekati keluarga asal dengan perasaan yang sama sebelum kita tinggalkan, yang sering membawa situasi tanpa solusi. Banyak orang yang kemudian tidak bisa melepaskan diri dari pola berhubungan yang lama dalam kondisi keluarga mereka.

Yang cukup menolong adalah kesadaran bahwa hanya sebagian dari diri kita yang sebenarnya memiliki masalah dalam mendengarkan. Kita mungkin akan bereaksi kepada orang tua kita lewat bagian diri kita yang khawatir. Banyak dari kita memiliki kesadaran tentang lebih dari satu sisi dalam diri kita yang memberikan argumen berbeda. Hal yang sama juga berlaku dalam inteaksi kita dengan orang lain. Bayangkan waktu ketika anda meminta tolong pada orang lain untuk mengambil sebuah keputusan, atau orang lain yang meminta tolong. Perhatikan bahwa kita memiliki kecenderungan untuk meminta pada orang-orang  yang kita telah punya pengharapan tertentu untuk kita dengar. Dan bukannya memberi tanggapan dengan memberi nasihat, coba untuk mendengarkan bagian mereka (atau diri anda sendiri) yang sedang berbicara untuk memahami bagian diri mereka (atau anda sendiri) yang sedang meminta tolong. Memberi nasihat sering tidak membawa kebaikan. Lebih menguntungkan untuk mengijinkan orang tersebut berbicara sementara anda mendukung mereka untuk menjelajahi aspek-aspek permasalahan mereka.

Perbantahan suara-suara di dalam diri kita disebut ‘vertical split’, yaitu bagian dalam diri kita yang bertempur untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Ada juga ‘horizontal split’ yang adalah usaha kita untuk menekan atau menahan sesuatu di dalam diri kita. Ketika kita berada dalam situasi yang saling tidak setuju, mungkin akan menolong untuk memperhatikan bagian mana diri kita dan mereka yang sedang bekerja: misalnya bagian yang memberontak, bagian yang marah atau bagian yang sedang melindungi.

Bukannya memarahi diri sendiri sebagai komunikator yang gagal, mungkin lebih baik untuk memberi perhatian pada bagian diri kita mana yang terbangunkan dalam situasi tertentu. Setelah itu kita bisa belajar untuk melepaskan pemicu emosional di dalam diri kita dan menemukan suara yang lebih masuk akal.

 

One thought on “Mendengarkan: Pembentukan dalam diri yang mempengaruhi pola komunikasi kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s