Mendengarkan: Apakah kau mendengar apa yang saya katakan?

BAGIAN SATU: “Kerinduan untuk Dimengerti”

Bab Satu:”Apakah Anda Mendengar Apa yang saya katakan?”

“Mengapa Mendengarkan merupakan sesuatu yang penting.”

Saat kita mencoba untuk mendengarkan, kita sering memberi tanda kepada orang yang berbicara bahwa sebenarnya kita sedang tidak mendengar, ketika secara tidak sadar kita bergeser, atau sekilas menjauh, membiarkan mata kita melihat ke atas, melihat sekeliling, atau mengganggu mereka dengan cara berbicara dengan orang lain. Semua ini menjadi tanda bagi orang yang sedang berbicara bahwa mereka belum didengar.

Setiap orang harus cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berbicara dan lambat untuk marah (Yakobus 1:19)

“Silent” and “listen” are spelled with the same letters.  ~Author Unknown

Tidak didengar akan membatasi cara kita menanggapi dalam semua bidang kehidupan. Mengapa? Kita ingin dipahami, ketika orang mendengarkan. Apalagi ketika mereka mendengar dengan pengertian dan kasih sayang. Kita merasa kuat ketika diakui. Dan ingat, Hal-hal sederhana dapat memicu rasa penolakan, bahkan panggilan telepon tidak dibalas.

Masalahnya, kita selalu merasa bahwa kita sedang dan mampu mendengarkan. Bayangkan waktu sukacita yang ingin anda bagikan, dan tidak satu orang pun yang ada yang mau berbagi perhatian, khususnya mereka yang kita inginkan. Mereka terlalu sibuk. Sebenarnya, mereka begitu sibuk dengan hidup mereka sendiri, mereka tidak menyadari kebutuhanmu untuk berbicara, untuk berbagi. Tidak didengar sangatlah tidak enak bagi orang-orang yang dekat, yang kita harapkan dapat mengerti. Ketika anda berbicara, berapa cepat si pendengar ingin ikut berbicara?

Dua aspek penting dari keterampilan mendengarkan adalah ketika (1) kita memperoleh pemahaman,  dan (2) sepenuhnya tersedia dan hadir bagi seseorang yang sedang berbicara, dan bukan sekedar  mengalihkan pembicaraan kepada diri sendiri. Didengarkan dengan tulus memotivasi kita. Kita tahu kita dihargai. Menjadi orang yang tidak didengar adalah hal yang paling menyakitkan di antara orang tua dan anak ataupun pasangan hidup.

Kebiasaan tidak mendengarkan terus terjadi sepanjang hidup dan mengganggu hubungan kita dengan orang lain. Pasangan kita mengeluh, “Dia tidak mendengarkan saya”, “Dia tidak memahami betapa tertekannya saya”, “Dia memberitahu orang lain lebih dari dia memberitahu saya”.

Ketika kita tidak didengar, kita merasa terisolasi. Tidak ada yang begitu memuaskan sebagai percakapan yang baik, di mana tidak ada orang yang berusaha menguasai yang lain, ketika ada perasaan aman untuk mengatakan apa pun, karena tahu kau akan didengar dan Anda akan mendengarkan mereka tanpa kehilangan persahabatan. Ketika kita memiliki keberanian untuk benar-benar mendengarkan, kesalahpahaman dapat dihindari atau disembuhkan ketika kita mengijinkan makna yang lebih dalam diungkapkan.

One thought on “Mendengarkan: Apakah kau mendengar apa yang saya katakan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s