Richard Foster: Tugas dan Agenda Pembentukan Rohani (Spiritual Formation) #1

Artikel ini adalah terjemahan bebas tentang tugas dan agenda gerakan pembentukan rohani oleh Richard Foster, penulis Celebration of Discipline

Dunia kita saat ini membutuhkan sebuah teologi pertumbuhan rohani yang telah terbukti berhasil di tengah kerasnya kenyataan hidup sehari-hari. Menyedihkan sekali, banyak yang telah menyerah akan kemungkinan pertumbuhan dalam formasi karakter.

Sejumlah besar orang yang berniat baik telah melelahkan diri mereka sendiri dalam aktivitas gereja dan menemukan bahwa hal ini tidak secara mendasar mengubah hidup mereka. Mereka menemukan bahwa mereka masih saja tidak sabaran dan berpusat pada diri sendiri dan penuh ketakutan sama seperti mereka mulai melayani. Mungkin lebih lagi.

Orang yang lain melibatkan diri mereka dalam bermacam proyek kerja sosial. Namun walaupun kenikmatan menolong orang lain berlangsung untuk sementara, mereka kemudian menyadari bahwa usaha kerja keras mereka tidak membuat tanda yang permanen dalam hidup mereka. Sering sebaliknya yang  terjadi di dalam: frustasi, marah dan kepahitan.

Yang lain memiliki teologi praktika yang tidak memberi tempat bagi pertumbuhan rohani. Mungkin mereka melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang buruk. Setelah diselamatkan oleh anugerah, orang ini kemudian menjadi lumpur oleh anugerah. Mencoba kehidupan rohani akan membangkitkan perasaan dibenarkan karena perbuatan baik. Karena ibadah mengingatkan bahwa mreeka berdosa secara kata, pikiran dan perbuatan setiap hari, mereka berpikir bahwa inilah nasib mereka sampai mati. Surga adalah satu-satunya pembebasan dari dunia dosa dan pemberontakan ini. Karenanya, orang-orang dengan niat baik ini akan duduk saja di bangku gereja tiap-tiap tahun tanpa menyadari adanya pergerakan maju dalam hidup mereka bersama Tuhan.

Akhirnya, suatu perasaan apatis secara budaya menyeluruh menyentuh kita semua. Saya merujuk pada kecenderungan kita untuk terbiasa pada disfungsi. Kerusakan hidup dan bermacam skandal yang secara terus-menerus disebarkan oleh media hanya membuat kita menguap. Kita tidak lagi mengharapkan hal yang lain, tidak juga dari para pemimpin rohani kita – mungkin khususnya dari pemimpin rohani. Disfungsi secara menyeluruh ini begitu meliputi budaya kita dan menyulitkan kita memiliki visi yang jelas tentang kemajuan rohani. Model kekudusan yang bercahaya sangatlah jarang hari-hari ini.

Pertama kita perlu membangkitkan perbincangan tentang pembentukan jiwa; dan kedua, kita butuh untuk menjadikan nyata realitas ini ke dalam pengalaman individu, gereja dan budaya sehari-hari.

Namun sepanjang abad telah ada sekumpulan saksi-saksi yang memberi tahu kita bahwa ada kehidupan yang jauh lebih kaya dan lebih dalam dan lebih penuh. Dalam semua aspek kehidupan dan situasi manusia, mereka menemukan hidup yang penuh “kebenaran, damai dan sukacita dalam Roh Kudus” (Roma 14:17). Mereka telah menemukan bahwa perubahan yang nyata, solid dan substantif menuju keserupaan dalam Kristus adalah hal yang mungkin.

Mereka menyaksikan formasi karakter yang sangat mengagumkan. Mereka menyaksikan bagaimana nafsu egosentris mereka berubah menjadi kehidupan tanpa pamrih dan kerendahan hati, yang mengejutkan mereka sendiri. Kemarahan dan kebencian dan kejahatan kemudian digantikan oleh kasih dan belas kasihan dan keinginan baik secara universal.

Ada 2000 tahun catatan hidup orang-orang besar – Agustinus, Francis dan Teresa dan a Kempis dan banyak lainnya – yang setelah mengikut Yesus dengan cara ini, menjadi pribadi dengan karakter yang luar biasa. Catatannya ada untuk dilihat siapapun.

Tiga puluh tahun yang lalu, ketika Celebration of Discipline baru dibuat, kami memiliki dua tugas besar: Pertama kita perlu membangkitkan perbincangan tentang pembentukan jiwa; dan kedua, kita butuh untuk menjadikan nyata realitas ini ke dalam pengalaman individu, gereja dan budaya sehari-hari. Terus terang, kami memiliki keberhasilan yang lebih besar dengan tugas pertama. Orang Kristen dari berbagai macam model sekarang memahami tentang kebutuhan pembentukan rohani, dan mencari orang-orang kudus dari Katolik, Ortodox dan Protestan sebagai pandu.

Tugas yang kedua inilah yang akan menyerap energi kita untuk 30 tahun ke depan. Jika kita tidak membuat kemajuan yang nyata dalam garis depan ini, maka semua usaha ini akan mengering dan menghilang.

Ada satu peringatan penting sebelum kita memulai: Pembentukan rohani bukanlah sebuah alat untuk memperbaiki budaya, atau gereja atau bahkan hidup pribadi kita. Membereskan sesuatu bukanlah urusan kita. Karenanya kami menolak dengan tegas pembentukan rohani yang bertujuan untuk menyelamatkan Amerika dari keruntuhan moral, atau untuk mengembalikan gereja pada kehebatannya yang dulu, atau bahkan untuk menolong seseorang keluar dari tingkah lakunya yang merusak. Tidak! Kita melakukan pekerjaan pembentukan rohani karena itulah pekerjaan Kerajaan Allah. Pembentukan rohani bekerja tepat di pusat peta Kerajaan Allah. Karenanya, hal-hal lainnya kita relakan untuk diserahkan pada tangan Allah.

2 thoughts on “Richard Foster: Tugas dan Agenda Pembentukan Rohani (Spiritual Formation) #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s