Lifeskill #5 Membuat Komitmen Perubahan

Awal tahun baru adalah waktu yang sering digunakan untuk membuat perubahan-perubahan, sehingga orang sering membuat komitmen di awal Tahun Baru – sering disebut sebagai Resolusi Tahun Baru. Awal tahun baru sering dianggap sebagai sebuah awal yang baru, menjadi kesempatan baik untuk menghilangkan kebiasaan buruk dan membangun rutinitas baru yang akan membantu kita bertumbuh secara psikologis, emosional, sosial, secara fisik atau intelektual maupun finansial. Komitmen ini jauh lebih mudah dibuat daripada dijaga, dan pada akhir bulan Januari banyak di antara kita telah kehilangan tekad baru dan kembali ke pola lama. Yang membuat sementara orang berpendapat, tidak ada gunanya membuat resolusi tahun baru, toh akhirnya akan gagal juga. Bagaimana seharusnya kita bersikap, perlukah mengambil komitmen tahun baru, dan bagaimana caranya agar bisa memelihara tekad dan komitmen yang sudah diambil?

Pentingnya Komitmen Perubahan
A    Mengapa kita perlu membuat komitmen perubahan – secara psikologis
1.    Secara psikologis mereka yang akan sukses membawa perubahan adalah:

  • Orang yang memiliki komitmen awal yang kuat untuk berubah
  • Memiliki strategi yang dibutuhkan untuk menghadapi masalah yang akan datang
  • Memperhatikan kemajuan perubahan. Semakin terampil kita dalam memonitor dan mengevaluasi kemajuan, semakin besar kemungkinan kita untuk mengalami perubahan

2.    Semakin jelas dan spesifik tujuan kita, semakin besar kemungkinan kita untuk mendapatkannya

B    Mengapa penting membuat komitmen perubahan – secara teologis

1.    Allah ingin kita bertumbuh dalam segala aspek kehidupan kita

tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. (Efesus 4:15)

2.    Allah ingin kita membuat perencanaan dan pertimbangan

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?  29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,  30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.  31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? (Lukas 14:28-31)

3.    Allah ingin ikut campur dalam segala aktivitas kita

Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu,  12 sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus. (2 Tes 1:11-12)

C    Mengapa banyak orang tidak mau membuat atau memelihara komitmen yang sudah diambil

  1. Survey memperlihatkan bahwa 75% orang yang membuat komitmen, gagal menjalankan survey tersebut. Hampir 70% orang membuat lebih dari satu komitmen dalam resolusi tahun baru mereka.
  2. Sedangkan mereka yang gagal mengalami perubahan adalah orang yang:
  • Tidak mempersiapkan diri untuk memiliki komitmen yang jelas
  • Mengambil komitmen atau resolusi berdasarkan reaksi atau situasi yang sedang terjadi semata – dan bukan berdasarkan pemahaman yang lebih luas.
  • Membuat komitmen yang bersifat absolute, misalnya: saya tidak akan pernah melakukan X lagi

Bagaimana membuat dan memelihara Komitmen Perubahan
A    Langkah-langkah persiapan

  1. Berdoa dan merenungkan kebenaran Tuhan
  2. Bertanya kepada Tuhan agar Ia menunjunkkan kebutuhan kita yang ingin Ia penuhi
  3. Memikirkan beberapa kemungkinan dan menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan

B    Memilih dan memulai Komitmen

  1. Pilih Komitmen yang spesifik dan realistis: bukannya sekedar “menurunkan berat badan” atau “mendapatkan bentuk ideal” selama tahun depan, lebih baik mengatakan bahwa “saya akan menurunkan 10 kilogram” atau “melakukan lari pagi setiap hari” merupakan komitmen yang jauh lebih realistis.
  2. Pilih sesedikit mungkin komitmen: Semakin sedikit biasanya semakin baik, agar hasilnya bisa maksimal
  3. Lakukan secepat mungkin, dan jangan menunda sampai Tahun Baru, atau lebih lama lagi.
  4. Mulai Dengan Langkah Kecil
  5. Jika pernah gagal dengan satu komitmen, mungkin bisa mengambil komitmen yang lain, atau dengan cara yang berbeda.
  6. Perubahan adalah sebuah proses, pastikan bahwa anda berproses dengan benar dan tidak mengharapkan hasil yang seketika.

C    Memelihara Komitmen

  1. Jangan biarkan satu kegagalan membuat anda mundur
  2. Dapatkan Dukungan dari Teman dan Keluarga
  3. Memperbaharui motivasi dan komitmen yang sudah dibuat
  4. Fokus dan tekun pada komitmen yang telah di ambil

D    Bagaimana ketika kita gagal memelihara komitmen?

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,  dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3:13-14)

  1. Fokus kita adalah ke depan, pada kehendak Allah bagi diri kita. Ketika kita gagal, kita akan mencoba lagi
  2. Kita juga perlu membereskan hal-hal yang membuat kita jatuh atau mengalami kemajuan yang tidak maksimal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s