Lifeskill #3 Membangun Nilai-nilai Inti dalam Keluarga

Nilai-nilai inti adalah serangkaian prinsip dan aturan yang secara batin menolong seseorang untuk mengambil keputusan di dalam hidupnya. Nilai-nilai inti banyak dibentuk oleh keluarga dan pengasuhan. Karenanya penting bagi keluarga untuk secara sengaja dan menyeluruh membagikan nilai-nilai yang baik, sehingga anak bertumbuh dengan karakter dan kecenderungan yang baik juga.

Mengapa nilai-nilai inti penting dalam keluarga

Nilai-nilai inti adalah serangkaian prinsip dan aturan yang secara batin menolong seseorang untuk mengambil keputusan di dalam hidupnya. Dalam hal ini nilai-nilai inti berbeda dengan norma-norma kehidupan, karena norma merupakan aturan yang sudah menjadi kesepakatan bagi banyak orang, sementara nilai-nilai inti lebih bersifat pribadi dan menolong seseorang untuk memberi penilaian baik atau buruk untuk segala keputusan yang diambil di dalam hidupnya.

Karena nilai-nilai inti ini berada di dalam batin, ia bukan hanya berhubungan dengan intelek (pengetahuan) semata, namun juga berhubungan dengan emosi dan kerohanian seseorang, dan juga dengan karakter dan kecenderungan seseorang. Serangkaian nilai-nilai inti akan menjadi karakter seseorang. Jadi seseorang disebut sebagai berkarakter baik, jika memiliki serangkaian nilai-nilai inti yang baik.

Tidak mengherankan jika nilai-nilai inti yang dimiliki seseorang banyak dipengaruhi oleh kondisi keluarga dan pengasuhan. Ini terjadi karena anak-anak yang masih labil mendapat banyak masukan dari keluarga dan pengasuh, dan lama kelamaan masukan tersebut mengendap dan mengkristal dalam batin seseorang. Karena itu penting bahwa keluarga secara sengaja dan secara menyeluruh membagikan nilai-nilai inti yang baik bagi seorang anak, agar ia bertumbuh dengan karakter dan kecenderungan yang baik.

Mengapa hal ini perlu terjadi secara sengaja dan menyeluruh? Karena keberdosaan kita, manusia memiliki penghambat-penghambat yang terdiri dari kedagingan (kecenderungan berdosa), dunia (sistem kehidupan yang tidak kudus) dan iblis (beserta kuasa-kuasa jahat) yang berusaha untuk menghambat kita menjadi pribadi seperti yang dikehendaki Allah. Karenanya lebih mudah bagi seseorang untuk mengembangkan nilai-nilai yang buruk, dibandingkan dengan nilai-nilai yang baik.  Jika pelatihan nilai-nilai inti ini tidak disengajakan, dan juga tidak secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan seseorang, hasilnya tentu tidak masksimal.


Beberapa nilai-nilai yang penting dimiliki oleh keluarga

Berpusatkan pada Tuhan

  • Ibadah kepada Tuhan
  • Ketaatan dan penyerahan diri dan keluarga kepada Tuhan
  • Memiliki identitas dan tujuan sesuai kehendak Tuhan

Didasarkan atas kasih

  • Merupakan penerapan dari hokum emas: mengasihi Allah dengan segenap hidup kita, mengasihi sesama seperti diri sendiri
  • Saling menerima satu sama lain, terutama untuk kelemahan, keunikan dan kegagalan satu sama lain
  • Menghargai dan memperhatikan satu sama lain

Komunikasi yang efektif

  • Merupakan penerapan atas kehidupan yang didasarkan atas kasih
  • Mendengarkan dan memberikan kesempatan kepada anggota keluarga untuk mengutarakan pendapat
  • Berbicara, dan menyatakan kehendak dengan jelas dan sopan
  • Menyatakan perasaan dengan terbuka, tetap dalam kesopanan dan pengendalian diri

Peran dan fungsi yang jelas

  • Melakukan tanggung jawab yang sesuai peran, fungsi dan konteks masing-masing
  • Bertekun melakukan sesuatu, walau kita tidak menyukainya

Batasan dan aturan yang jelas

  • Disiplin
  • Konsekuensi atas perbuatan

Nilai-nilai lainnya

  • Kejujuran
  • Berbuat baik
  • Meminta maaf


Cara menanamkan nilai-nilai yang benar

Sekali lagi dinyatakan bahwa nilai-nilai inti yang baik tidak muncul begitu saja, namun perlu dilakukan secara sengaja dan menyeluruh. Secara sengaja artinya keluarga perlu memberi waktu, hati dan tenaga dengan tujuan yang jelas untuk menanamkan nilai-nilai yang baik ini. Secara menyeluruh artinya bahwa nilai-nilai ini akan berlaku dalam segala aspek kehidupan, dan bukan hanya di dalam aspek-aspek tertentu saja. Misalnya, seorang anak perlu belajar bahwa ia harus jujur di semua tempat, dan bukan hanya di rumah saja.

  • Memberi waktu khusus untuk menggumuli nilai-nilai inti ini, walaupun penerapannya perlu terjadi dalam setiap aspek
  • Memberikan pengajaran yang dapat diterima oleh anggota keluarga sesuai konteks masing-masing, tidak harus dengan nasihat, namun juga bisa dengan permainan dan cara-cara informal
  • Memberikan teladan yang sesuai dengan nilai-nilai inti yang sedang diajarkan
  • Memberikan pujian, jika ada anggota keluarga yang menunjukkan kemajuan dalam penerapan nilai-nilai inti
  • Berdiskusi: membahas hal-hal yang diajarkan dan menerima masukan dari anggota keluarga, terutama ketika terjadi krisis dan masalah
  • Memberikan batasan yang jelas namun tidak kaku, apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan sehubungan dengan nilai-nilai inti yang sedang diajarkan
  • Menerima anggota keluarga yang belum bisa menerapkan nilai-nilai inti, namun juga mendorong agar terjadi pertumbuhan dan kemajuan dalam hal tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s