Lifeskill #1: Berserah kepada Allah

Kata berserah, menyerahkan diri atau mengalah bukanlah kata yang popular untuk untuk menjelaskan sebuah sikap. Namun ketika kita menggunakan kata ini sebagai bentuk sikap kita kepada Allah, ini menjelaskan suatu kondisi yang perlu dimiliki oleh setiap orang percaya agar mengalami kesejahteraan dalam hidupnya.

Berserah berarti memberikan kepemilikan, atau menyerahkan kendali akan hal-hal yang kita anggap sebagai milik kita: barang-barang kita, waktu, hak-hak bahkan keseluruhan hidup kita. Kita bisa melihat penyerahan ini dari berbagai sudut: melepaskan kendali (surrender), atau memberikan seluruh hidup kita (dedikasi atau komitmen), atau tunduk pada satu pribadi atau perjanjian (pledge atau covenant).

Ketika kita berserah kepada Tuhan, sebenarnya kita mengakui bahwa apa yang kelihatannya milik kita, sebenarnya adalah milik Tuhan. Dia adalah sumber seluruh kehidupan kita, dan fungsi kita lebih sebagai hamba atau orang yang dipercayai untuk memelihara milik Allah.

Saat kita berserah, kita menyatakan bahwa Allah-lah yang mengendalikan seluruh kehidupan kita, termasuk juga situasi kita saat ini. Bagi beberapa orang hal ini adalah hal yang sangat berat untuk dilakukan, namun sebenarnya keuntungan yang didapatkan dari penyerahan diri sangatlah besar.



Ayat-ayat tentang penyerahan diri:

“Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan kutuk yang telah kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, menghalau engkau, dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, baik engkau maupun anak-anakmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,  maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau.” (Ulangan 30:1-3)

Maka jawab Ayub kepada TUHAN:  “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.  Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.  Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.  Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.  Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” (Ayub 42:1-6)

Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: “Apakah yang kaubuat?” atau yang telah dibuatnya: “Engkau tidak punya tangan!”  Celakalah orang yang berkata kepada ayahnya: “Apakah yang kauperanakkan?” dan kepada ibunya: “Apakah yang kaulahirkan?”  Beginilah firman TUHAN, Yang Mahakudus, Allah dan Pembentuk Israel: “Kamukah yang mengajukan pertanyaan kepada-Ku mengenai anak-anak-Ku, atau memberi perintah kepada-Ku mengenai yang dibuat tangan-Ku?  Akulah yang menjadikan bumi dan yang menciptakan manusia di atasnya; tangan-Kulah yang membentangkan langit, dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya.  Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku dan yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran dan tanpa suap,” firman TUHAN semesta alam. (Yesaya 45:9-13)

Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu. (Yesaya 64:8)

Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.  Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,  maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.” (Yesaya 48:17-19)

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.  Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.  Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Markus 8:34-37)

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:1-2)

Keuntungan penyerahan diri

  • Dengan berserah kepada Tuhan, kita melepaskan hal-hal yang menghalangi kita untuk mendapatkan yang terbaik yang sudah Tuhan siapkan.
  • Penyerahan diri membuat kita belajar untuk mendahulukan kehendak Allah dan bukannya kehendak diri sendiri.
  • Penyerahan diri membuat kita menjadi lebih santai dalam menjalani hidup ini, karena kita tahu bahwa ada Pribadi yang lebih berkuasa dan lebih mampu yang sedang mengendalikan kehidupan kita.

Saat yang tepat untuk menyerahkan hidup kepada Tuhan:
Setiap saat adalah waktu untuk menyerahkan diri dan hidup kepada Tuhan. Namun ada situasi yang secara khusus menuntut kita untuk lebih memikirkan kehidupan kita dari sudut pandang Tuhan, yaitu ketika:

  • Berada dalam situasi yang tidak menguntungkan atau tidak terkendali
  • Berada bersama dengan orang-orang tertentu yang sulit untuk berubah, bahkan ketika mereka melukai diri sendiri dan orang lain
  • Ketika berada dalam kebingungan atau memiliki masalah yang tidak terpecahkan

Dalam hal apa kita perlu berserah
Tentunya kita perlu berserah dalam seluruh kehidupan kita. Namun kita perlu memikirkan dan mengevaluasi apakah kita sudah berserah dalam hal-hal ini:

  • Ketaatan kepada peraturan Tuhan yang jelas akan membawa kebaikan kepada kita
  • Berserah akan kapan waktu Tuhan terjadi dalam kehidupan kita
  • Berserah akan bagaimana cara Tuhan akan menolong kita
  • Memberikan seluruh hidup: identitas kita, tujuan hidup kita, pikiran, perasaan dan tingkah laku dalam hal-hal yang sesuai kehendak Tuhan.

Hambatan untuk berserah
Yang akan menghambat kita untuk berserah kepada Allah sering berasal dari dalam diri kita sendiri, yang berupa pola pikir, pemahaman ataupun pengalaman-pengalaman yang membuat kita memiliki prinsip-prinsip yang tidak benar. Hambatan-hambatan itu bisa berupa:

  • Ketidakpercayaan pada Allah: Kebaikan-kebaikan Allah, Kekuasaan Allah, Perlindungan Allah
  • Ketakutan untuk melihat masa depan yang tidak pasti, sehingga berusaha untuk mengambil alih seluruh kendali kehidupan kita.
  • untuk membayar harga
  • Mementingkan diri sendiri (egois)
  • Telah menyerahkan diri pada sesuatu yang lain yang bukan Allah: pekerjaan, kesenangan sendiri

One thought on “Lifeskill #1: Berserah kepada Allah

  1. Berserah bukan dalam artian kita pasif dan tidak melakukan apa2 tetapi berserah dalam artian kita siap menjadi pelayan2Nya dan siap dituntun oleh Yesus dalam setiap segi kehidupan menjadi seperti yang dikehendakiNya,Jesus bless u all

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s