Asumsi Pengembangan dan Pembelajaran Pribadi

Saya mendefinisikan sukses dalam 3 indikator (dari Maxwell):
1. Mengetahui panggilan pribadi
2. Memaksimalkan hidup berdasarkan panggilan pribadi
3. Menolong orang lain menjadi maksimal

Berarti keberhasilan saya dalam hidup ini akan tergantung pada seberapa besar keberhasilan saya dalam mengembangkan diri, yang dimulai dengan mengetahui panggilan dan kemudian memaksimalkan hidup berdasarkan panggilan tersebut. Karenanya ada beberapa asumsi penting yang mendasari pengembangan diri yang maksimal. Dalam pelatihan Core Coaching Skill (Creative Results Management) beberapa asumsi pengembangan diri tersebut adalah:

Saya Memiliki Panggilan Tersendiri.
Allah secara unik menciptakan saya untuk menjadi seseorang yang istimewa dan melakukan hal yang istimewa pula. Keunikan ini berarti saya akan memiliki perbedaan-perbedaan dengan orang lain, namun perbedaan ini tidak membuat saya lebih baik (atau lebih buruk) dari orang lain. Namun perbedaan ini adalah karunia Tuhan yang menuntut saya untuk hidup maksimal berdasarkan konteks saya pribadi, dan bukan meniru konteks orang lain.

Saya Bertanggung Jawab Terhadap Pengembangan Pribadi Saya Sendiri.
Saya,bertanggung jawab terhadap pengembangan pribadi atau pembelajaran diri saya sendiri. Saya tidak perlu menunggu untuk diajari. Saya memiliki cara yang unik untuk belajar, dan adalah tanggung jawab saya untuk secara maksimal bertumbuh dengan cara yang sesuai dengan kondisi dan situasi saya.

Saya Harus Berkembang Secara Holistik.
Banyak orang yang terfokus hanya pada pertumbuhan ketrampilan mereka atau pada bidang tertentu yang terasa mudah kepada mereka. Dalam hal ini, mereka dapat menjadi tidak seimbang, karena kelemahan yang mereka punyai akan menyebabkan masalah dalam kehidupan meraka. Yesus berkembang dengan cara holistik, hal ini dapat kita lihat seperti apa yang tertulis dalam Lukas 2:52, “Dan Yesus makin bertambah besar dalam hikmah dan kekuatanNya, dan semakin dikasihi oleh Allah dan sesama manusia”. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa ada 4 bidang dalam pengembangan pribadi seseorang, yaitu: intelektual, fisik, spiritual, dan sosial. Markus 12:28-31 menyebutkan bahwa kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, jiwa, akal budi, dan kekuatan, dan juga mengasihi sesama. Dan dari 2 ayat tersebutlah kita dapat belajar mengenai pengembangan yang holistik

Saya Membutuhkan Orang Lain Untuk membantu Saya.
Saya tidak dapat bertumbuh dan menjadi dewasa dengan mengandalkan diri sendiri. Saya membutuhkan orang lain untuk membantu. Saya adalah bagian dari mahluk sosial yang berinteraksi dengan orang lain, dan interaksi itu dapat membuat saya menjadi lebih baik atau lebih buruk. Adalah tanggung jawab saya untuk menggunakan hubungan saya sebagai alat pertumbuhan yang sehat.

Saya Harus Terfokus pada proses dan tujuan
Orang dewasa belajar dengan lebih baik melalui dialog dan penemuan, daripada jika seseorang mengajar mereka. Orang yang belajar harus bertindak aktif dalam memilih topik, perenungan, mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, dan menerapkan pengajaran. Saya bertanggung jawab untuk mengutamakan proses pengembangan diri saya dengan melihat tujuan akhir, dan tidak bergantung pada orang atau situasi.

2 thoughts on “Asumsi Pengembangan dan Pembelajaran Pribadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s