Kesejahteraan 07.3 Akibat pengalaman traumatis

Akibat pengalaman traumatis

Pengalaman traumatis bukan saja akan menimbulkan reaksi-reaksi tertentu dalam dalam diri seseorang, namun juga akan memberikan dampak dalam beberapa aspek hidup seseorang. Sekali lagi yang perlu ditekankan disini adalah bahwa baik reaksi maupun dampak yang ditimbulkan pengalaman traumatis akan berbeda untuk setiap orang. Walaupun akan ada kesamaan-kesamaan tertentu, namun kita perlu melihat bahwa pengalaman traumatis, reaksi dan dampaknya adalah sesuatu yang unik bagi orang yang mengalami.
Hari ini kita akan melihat apa dampak yang mungkin terjadi pada orang yang mengalami pengalaman traumatis, baik secara medis/klinis, emosi, fisik dan rohani. Kita juga akan melihat dampaknya secara khusus bagi anak-anak.

A.    Dampak secara medis/klinis
Stress atau rasa tertekan, mulai dari yang memiliki gejala ringan sampai gejala akut. Dalam istilah kejiwaan klinis mengalami penyakit stress akut yang bisa dialami dalam kurun waktu sebulan setelah pengalaman traumatis (disebut sebagai ASD – Acute Stress Disorder), atau mulai sebulan dari pengalaman traumatis dan bisa bertahan sampai bertahun-tahun. Dalam kasus tertentu, hal ini bisa berlangsung seumur hidup, yang disebut sebagai PTSD – Post Traumatic Stress Disorder.  Gejala-gejala utama yang dialami adalah:

  • Pengulangan kembali kejadian: bisa dalam bentuk mimpi buruk, fantasi tentang peristiwa tersebut, atau pikiran-pikiran yang mengganggu, dll.
  • Hyperarousal: kondisi di mana orang menjadi sangat sensitif dan memiliki tinggak sensitivitas dan kewaspadaan yang tinggi, bahkan cenderung over misalnya menjadi gugup, tegang, mudah marah, dll.
  • Avoidance – kecenderungan untuk menjauhi hal-hal yang menjadi pemicu ketegangan, misalnya menjauhi tempat yang mengingatkan pada trauma, menekan perasaan yang mengganggu, dll.

Depresi akut – perasaan sedih, murung yang berkelanjutan, yang sering disertai perasaan tidak berdaya, tidak berpengharapan dan merasa tidak berarti.
Gangguan kecemasan – rasa khawatir/cemas yang berlebihan sehingga mengganggu rutinitas kehidupan, bahkan menyebabkan disfungsi dalam keluarga dan pekerjaan.
Gangguan kejiwaan lainnya yang relatif permanen: obsesif/kompulsif, paranoia, manic disorder dll.

B.    Dampak secara emosional

  • Mengalami gambar diri yang rusak
  • Ketidakstabilan emosional
  • Hubungan dengan orang lain  memburuk
  • Keinginan yang besar untuk bunuh diri

C.    Dampak secara fisik

  • Penyakit-penyakit psikosomatis yang dapat mengakibatkan disfungsi dalam keluarga dan pekerjaan
  • Masalah-masalah disfungsi seksual
  • Kecanduan – minuman keras, narkotika dan zat aditif lainnya

D.    Dampak Rohani

  • Keterikatan akan dosa-dosa tertentu
  • Kesulitan untuk berhubungan dengan intim kepada Allah
  • Kesulitan untuk melakukan disiplin-disiplin rohani
  • Ketidakmampuan untuk mengambil keputusan berdasarkan hikmat Tuhan

E.    Dampak pada anak-anak
Pengalaman traumatis yang terjadi pada anak-anak (usia muda), akan membentuk mereka. Dalam kasus negatif hal ini akan memberi distorsi pada pemahaman dan sistem nilai mereka yang akan dilanjutkan sampai dewasa.
Dampak pada anak-anak yang perlu kita waspadai adalah apabila trauma tersebut mengganggu proses tumbuh kembang anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s