Kesejahteraan 07.2 Reaksi setelah mengalami kejadian traumatis

Reaksi setelah mengalami kejadian traumatis

Apa yang menjadi reaksi seseorang ketika mengalami kejadian traumatis? Penjelasan dibawah ini merupakan sekumpulan reaksi yang umum diperlihatkan dan dialami orang setelah melewati peristiwa yang traumatis. Tentu saja kita tidak mengharapkan bahwa orang akan mengalami semua atau sebagian besar reaksi di bawah ini, namun daftar ini dapat menunjukkan bahwa keberadaan reaksi-reaksi ini pada sebagian besar kasus merupakan satu indikasi yang normal bagaimana orang bereaksi dalam menghadapi tekanan yang sangat berat. Perhatikan begitu beragamnya reaksi, serta pemicu yang juga amat bervariasi.

A.    Reaksi Emosional
Sering terjadi reaksi-reaksi emosional ini adalah reaksi yang paling mudah dikenali dari orang yang sedang mengalami trauma. Reaksi-reaksi tersebut adalah:
Rasa terkejut, tidak percaya, penolakan:

  • Rasa terkejut yang begitu besar, merasa kebingungan dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
  • Kejadian yang dialami serasa tidak nyata, seperti mimpi, seperti melihat film, atau perasaan-perasaan lain yang menolak peristiwa yang baru saja dialami.
  • Dalam banyak kasus korban menjadi pasif dan tidak mengalami kemampuan untuk merasakan perasaan apapun. Dari luar mereka kelihatan tenang dan diam, namun sebenarnya perasaan mereka seperti “mati-rasa”, dan belum merasakan seluruh kejadian secara penuh.


Ketidakstabilan emosi, terutama setelah efek kejutan dan penolakan yang tadinya kuat semakin berkurang:

  • Perasaan yang mudah berubah-ubah, dari marah menjadi sedih, gembira menjadi dukacita, dll.
  • Perasaan-perasaan yang berlebihan: kemarahan yang membabi-buta, ketakutan yang berlebihan, kesedihan yang dalam, dll.

Ketakutan, kekhawatiran dan kegelisahan

  • Mengalami ketakutan yang berlebihan, mudah terkejut karena hal-hal kecil
  • Selalu merasa tegang, gelisah, tidak bisa merasa relaks dan nyaman
  • Merasa khawatir, apalagi saat harus berpisah dengan orang-orang yang biasa berada di dekatnya
  • Kehilangan rasa aman, baik untuk masa kini maupun untuk masa depan
  • Mimpi buruk yang berulang dan kesulitan untuk tidur
  • Bagi beberapa orang, ketakutan itu begitu besar dan menimbulkan phobia (ketakutan besar yang tidak rasional) dan serangan panik

Kesedihan, duka cita dan kehilangan

  • Mengingat kembali akan orang yang sudah meninggal, kadang-kadang merasa bahwa ia masih ada
  • Perasaan bahwa semuanya sudah hancur, dan kehilangan harapan untuk masa depan yang lebih baik

Terisolir dan merasa berbeda

  • Merasa kesepian, dan merasa tidak ada orang yang mengerti. Sering dalam kasus-kasus tertentu, misalnya terorisme dan kecelakaan yang tragis, orang lain merasa tidak nyaman untuk berada di sekitar korban karena mengingatkan mereka pada kejadian yang tragis tersebut.
  • Sering curiga pada orang lain, namun sering juga merasa tergantung
  • Ada yang merasa harus bersama orang lain terus-menerus, namun ada juga yang merasa perlu menjauhkan diri dari orang lain

Merasa diri tidak berharga dan tidak layak.

  • Pada kasus pemerkosaan kebanyakan korban merasa diri mereka kotor. Pada kasus bencana yang dahsyat, mereka mungkin merasa malu karena mereka selamat sementara banyak orang lain tidak.
  • Pada beberapa kasus perasaan-perasaan ini sering mengakibatkan konflik, baik konflik keluarga maupun konflik komunitas.

Stress dan depresi

  • Rasa tertekan yang berat, membuat rasa malas, apatis dan kehilangan semangat dan motivasi
  • Perasaan murung yang terus berkelanjutan, seperti mendung yang sedang menggantung

Kemarahan

  • Sering timbul rasa marah terhadap bencana dan tragedi yang terjadi, pada pelaku atau mereka yang dianggap sebagai penyebab bencana, dan kepada mereka yang dianggap seharusnya mampu menghindarkan korban dari kejadian yang traumatis itu.
  • Rasa marah juga sering timbul dari perasaan tidak berdaya, tidak mengerti dan tidak tahu harus berbuat apa.
  • Sering timbul juga rasa marah kepada orang-orang yang dianggap tidak mengerti kejadian yang dialami serta perasaan-perasaan yang sedang dirasakan, atau marah kepada mereka yang tidak mengalami kejadian traumatis ini.
  • Pada kasus-kasus tertentu, misalnya pemerkosaan, terorisme atau kecelakaan, sering timbul keinginan untuk membalas dendam kepada mereka yang bertanggungjawab.

Rasa bersalah

  • Rasa bersalah sering timbul jika korban merasa bahwa ia memiliki andil yang menyebabkan kejadian traumatis itu terjadi, misalnya dalam hal pemerkosaan dan kecelakaan
  • Rasa bersalah juga sering timbul pada mereka yang selamat dari bencana atau tragedi, apalagi ketika orang-orang yang dikasihi justru mengalami kematian atau luka-luka yang parah. Mereka juga bisa terobsesi dengan kejadian traumatis tersebut, dan memikirkan apa yang seharusnya bisa mereka lakukan pada saat kejadian untuk menghindari hal tersebut

B.    Reaksi Fisik:
Reaksi fisik yang terjadi terutama adalah reaksi psikosomatis, yaitu masalah-masalah fisik yang bersumber dari masalah kejiwaan. Reaksi-reaksi itu adalah:

  • Rasa sakit: sakit kepala, sakit perut, punggung, leher, dll.
  • Berkeringat berlebihan
  • Jantung berdebar-debar dan aliran darah yang mengalir cepat
  • Perubahan-perubahan dalam pola: tidur, makan dan hubungan seksual
  • Diare atau perut kembung
  • Mudah terkejut, baik oleh suara, sentuhan, dll.
  • Mudah terserang penyakit, ketahanan tubuh berkurang
  • Penggunaan bahan kimia yang meningkat: obat-obatan, minuman atau rokok

C.    Reaksi yang perlu diwaspadai
Reaksi-reaksi di atas adalah reaksi yang dianggap normal dan umum dialami mereka yang mengalami kejadian traumatis. Namun ada juga reaksi-reaksi yang berbahaya dan membuat seseorang menjadi disfungsi:

  • Depresi akut dan keinginan yang besar untuk bunuh diri
  • Gejala-gejala penyakit kejiwaan, seperti:
  • Serangan panik yang berat
  • Halusinasi dan delusi

Dalam beberapa kasus kejadian traumatis ini dapat mengganggu keseimbangan jiwa secara berat dan membuat korban mengalami gangguan kejiwaan yang relatif permanen

One thought on “Kesejahteraan 07.2 Reaksi setelah mengalami kejadian traumatis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s