Kesejahteraan 04.4 Membangun keluarga yang tahan krisis

Dari pembahasan sebelumnya kita menyadari bahwa yang namanya krisis dapat melanda siapa saja. Setiap perubahan, baik di luar maupun di dalam diri kita, yang tidak bisa kita tangani dengan cara-cara kita yang biasa, akan menghasilkan situasi krisis. Karenanya penting bagi pribadi, keluarga dan kelompok untuk memiliki kehidupan yang tahan krisis.
Perlu ditegaskan bahwa keluarga yang tahan krisis bukanlah sebuah keluarga yang telah mempersiapkan diri untuk setiap krisis. Memang kita perlu mempersiapkan diri dan keluarga untuk bisa menghadapi masalah. Sah-sah saja misalnya kita memiliki asuransi kesehatan, atau telah mendepositokan dana pendidikan untuk masa depan. Tapi tidak mungkin kita bisa mencoba untuk mempersiapkan diri untuk semua krisis yang akan kita hadapi. Ada 3 alasan:

  • Tidak mungkin kita dapat memperkirakan semua krisis yang akan terjadi dalam diri kita. Sifat krisis yang sering merupakan perubahan dari luar secara tiba-tiba, membuat orang sulit untuk memprediksi apa yang akan dia hadapi  di masa datang.
  • Keluarga terdiri dari orang dengan karakter dan kehendak yang berbeda-beda. Orang tua bisa mempersiapkan dengan baik agar anak siap menghadapi krisis, namun bagaimana mereka meresponi sebuah masalah akan tergantung dari anak itu sendiri.
  • Sering terjadi, sesiap apapun kita menghadapi sebuah krisis, namun ketika hal itu terjadi tetap akan mengguncangkan perasaan kita. Dan hal tersebut bisa mengubah hal-hal yang sudah kita rencanakan sebelumnya.

Membangun keluarga yang tahan krisis dimulai dari membangun karakter orang-orang di dalam keluarga, serta mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang baik bersama-sama. Lewat karakter dan kebiasaan yang baik inilah, keterampilan menghadapi krisis dibangun.

Dasar Utama
Dasar utama dalam menghadapi krisis adalah memiliki kehidupan yang berpusat kepada Tuhan. Keluarga perlu memiliki pemahaman bahwa kita punya Tuhan yang mengendalikan hidup ini, dan bahwa Tuhan mengasihi dan memikirkan hal-hal yang baik dalam kehidupan kita. Ketika ada hal buruk terjadi, bukan berarti bahwa Tuhan kehilangan kendali atau tidak mengasihi kita. Jika keluarga hidup dengan berpusat pada Tuhan, maka tiap anggota akan:

  • Melihat hidup ini dari kacamata Tuhan.
  • Memberi makna yang baru untuk peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup kita
  • Memiliki harapan dan pegangan ketika terjadi goncangan, baik lewat kebenaran Tuhan maupun pengalaman kita sebelumnya

Kita bisa membangun keluarga kita seperti orang yang membangun rumah: di atas pasir atau di atas batu yang kokoh. Dengan berpusat pada Tuhan, berarti kita sedang membangun keluarga di atas batu yang kokoh.

Keterampilan yang dibutuhkan keluarga agar menjadi tahan krisis
Berikut adalah beberapa keterampilan dan kebiasaan baik yang perlu dibangun dalam keluarga. Ini adalah hal-hal yang penting dimiliki keluarga yang sehat.

•    Memiliki jalur komunikasi yang baik
Perlu dibiasakan agar tiap anggota keluarga bisa terbuka satu sama lain, dan bisa berkomunikasi dengan cara-cara yang baik satu sama lain.  Riset mengatakan bahwa hal yang paling merusak keluarga adalah komunikasi yang tidak sehat.

•    Memiliki kebersamaan
Perlu ada kebersamaan dalam nilai, tujuan dan interaksi satu sama lain. Ini dibangun dengan melakukan kegiatan bersama-sama: bersaat teduh, bermain bersama, belajar bersama.

•    Memiliki komunitas pendukung
Artinya memiliki jaringan dan sumber daya yang lain di luar keluarga. Ketika mengalami krisis, maka dukungan dari orang-orang yang mengasihi kita akan memberikan kontribusi yang besar dalam menghadapi krisis.

•    Fleksibel, dan bisa beradaptasi
Yang ditekankan disini adalah keterampilan untuk berubah dan menghadapi perubahan. Keluarga akan melewati tahap-tahap dan masalah tertentu yang menuntut perubahan. Ketika kita memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan itu, keluarga akan dapat menghadapi krisis dengan lebih baik.

•    Bertumbuh dan belajar
Di sini adalah kemampuan untuk mempelajari hal-hal yang baru, atau mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi.

•    Memiliki keterampilan menghadapi stress/tekanan
Apa yang keluarga lakukan untuk melepaskan atau melewati masa-masa yang penuh tekanan

•    Memiliki keterampilan memecahkan masalah
Kreativitas dan kemampuan untuk secara sehat dan realistis memecahkan masalah yang sedang mengganggu

•    Memiliki sikap yang positif dalam menghadapi kegagalan

Banyak krisis yang ditimbulkan oleh kegagalan atau kesalahan dari anggota keluarga sendiri. Bagaimana kebiasaan keluarga menghadapi kegagalan atau kesalahan akan mempengaruhi saat keluarga dilanda krisis.

One thought on “Kesejahteraan 04.4 Membangun keluarga yang tahan krisis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s