Fokus, fokus, fokus, mau, mau, mau

Saya adalah orang yang biasa melakukan multi-tasking, dan juga berbangga hati melakukannya. Makan, sambil baca buku, dan nonton TV adalah kebiasaan saya sejak dulu. Saya biasa membuat makalah, sambil mengetik, dan ngobrol dengan teman di samping saya. Kadang-kadang di kantor saya pakai 3 komputer sekaligus: satu untuk download, satu untuk browsing, satu lagi untuk mengatur isi hard disk, dan saya berputar-putar dari satu komputer ke komputer lain…. multi-tasking is my way of living. Dan saya tahu saya tidak sendiri. Banyak perusahaan yang mensyaratkan “kemampuan multi-tasking” sebagai salah satu kemampuan yang dicari dari para pekerjanya.

Namun selama beberapa waktu ini saya mulai mempertanyakan kebiasaan saya ini. Beberapa hal yang mengganggu saya adalah:

  1. Dari pengalaman di ruang konseling dan juga melatih orang-orang keterampilan konseling, saya tahu bahwa saya perlu hadir secara penuh bagi orang yang ada di hadapan saya. Saya perlu mendengarkan dia dengan sungguh-sungguh, dan setiap perilaku saya yang bermulti-tasking (mulai menganalisa, melamun ataupun berpikir yang lain) akan sangat terasa dan mengganggu
  2. Pengalaman dengan keluarga – di mana salah satu keluhan rutin istri saya adalah “Papa ada di rumah, tapi hatinya tidak di rumah”. Anak-anak pun, yang masih kecil-kecil, jelas menolak untuk diduain. Anak saya yang cewek, 5 tahun, kalau sedang bicara dan tahu bahwa pikiran saya melanglang buana, akan memegang kedua pipi saya dan berkata, “Papa dengerin aku..”. Adiknya, 2 tahun, akan tahu bahwa papanya sedang bermain setengah hati, dan pasti mulai mencari mamanya.
  3. Semakin lama semakin sulit untuk berkonsentrasi dalam waktu lama. Sekarang pikiran saya begitu mudah melakukan browsing, searching dan hyperlink sendiri. Maksudnya pikiran saya akan secara acak berpindah dari satu topik ke topik yang lain. Bahkan sulit bagi saya untuk menonton TV dengan pikiran yang terpusat ke apa yang saya lihat. Dan itu sangat mengganggu, terutama ketika sedang berefleksi ataupun berdoa.

Ternyata, “turns out generally multi-tasking is not a good thing”, kata beberapa riset:

  • Anak-anak muda yang terbiasa multi-tasking biasanya  melakukan hal lebih sedikit, tidak mampu berkonsentrasi di satu pekerjaan selama beberapa menit, sehingga mengurangi kemampuan berpikir secara dalam atau berpikir secara kritis (Levine, 2007)
  • Pelajar yang menggunakan laptop di ruang kelas mendapatkan gangguan yang cukup besar dalam proses pembelajaran. Mereka yang menggunakan laptop akan terganggu efektivitas pembelajarannya (Fried, 2008 )
  • Pembelajaran yang dilakukan secara multi-tasking akan mengurangi kualitasnya. Kita akan lebih sulit mengingat hal-hal yang kita dapatkan secara multi-tasking (Foerde, 2006)
  • Bahkan ketika hasil yang dilakukan secara multi-tasking sama kualitasnya dengan yang dilakukan tanpa multi-tasking, namun riset menunjukkan bahwa orang yang melakukan tugas itu akan lebih mudah capai dan terserang stress. (Mark, 2008)

Hal senada juga dinyatakan oleh buku ini, The Myth of Multitasking yang menyatakan bahwa multi-tasking sama dengan tidak efisien:

The point is, when someone tells me they’re good at multitasking, I know that they’re inefficient. Saying you’re a good multitasker is the same as saying that you’re good at using a less effective method to get
things done
No matter how effective you are at switchtasking, you are still working less efficiently than you could another way. You are going to take longer to get things done than the person who focuses on one attention-requiring activity at a time

Hmm, waktunya melakukan resolusi tentang fokus, fokus, fokus:

  • Saya akan masih melakukan multi-tasking😛, tapi hanya pada pekerjaan yang tidak membutuhkan perhatian penuh. Misalnya, lari pagi sambil bersiul…
  • Saya tidak akan multi-tasking untuk hal-hal yang berbahaya, misalnya SMS sambil menyetir…
  • Saya tidak akan multi-tasking ketika orang-orang yang saya kasihi membutuhkan perhatian penuh saya …

Bagaimana pendapat anda? Mau berfokus, atau bermulti-tasking?

19 thoughts on “Fokus, fokus, fokus, mau, mau, mau

  1. Saya termasuk orang yang suka melakukan multi tasking,dan memang benar hal itu tidak membawa hasil yang maksimal,saya menjadi tidak bisa fokus dalam beberapa hal,banyak yang saya tahu tetapi banyak yang tidak tuntas demikian pula dalam mempelajari IT,thanks untuk pembelajarannya Jesus bless u all

  2. saya sangat suka melakukan multi tasking karna saya kadang berfikir dngan begitu saya bisa menghemat waktu namun kadang malah berantakan jadi kebanyakan teman atau kerabat saya menilai saya ceroboh
    tapi skarang saya sudah lebih paham seandainya saya lebih fokus pekerjaan saya lebih rapi dan hasilnya lebih bagus
    thanks untuk pelajarannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s