Kesejahteraan 04.1 Pemahaman tentang Krisis

Kata “krisis” adalah kata yang sering kita dengar di mana-mana. Krisis moneter Indonesia, krisis keuangan global, krisis Timur Tengah – adalah sebagian istilah yang sering digunakan akhir-akhir ini. Memang semua orang dan semua institusi mengalami krisis dalam proses kehidupannya, termasuk juga keluarga. Karenanya penting bagi kita untuk mengenal apa itu krisis dalam keluarga, serta bagaimana cara mengatasinya.
Krisis adalah kondisi sulit yang dialami oleh seseorang yang mendapat tekanan yang berat, yang tidak dapat diatasi dengan cara-cara yang selama ini dilakukan. Artinya ada situasi yang berubah, yang kemudian menimbulkan krisis. Dan ada perubahan yang harus terjadi, sebelum krisis ini dapat dilalui. Hidup ini memang selalu menuntut perubahan. Kehidupan bukanlah suatu kondisi yang tinggal tetap dan statis, melainkan suatu proses yang dinamis. Menjadi orang percaya pun tidak mengubah atau menghapus kenyataan tersebut.

Sebenarnya perubahan hidup tersebut adalah prasyarat pertumbuhan dan perkembangan. Makhluk hidup membutuhkan perubahan agar bisa mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Artinya krisis bisa dilihat sebagai kesempatan untuk bertumbuh. Jika berhasil mengatasi krisis, kita akan memiliki keterampilan dan kemampuan yang baru dan lepas dari tekanan yang selama ini menghimpit. Jika gagal, kita masih akan merasa tertekan karena masalah belum selesai, kita juga kehilangan kesempatan untuk bertumbuh dan mempelajari keterampilan yang baru.

Ada dua hal yang penting diingat tentang krisis. Yang pertama adalah adalah bahwa pemahaman atau penerimaan seseorang tentang krisis yang bisa berbeda-beda untuk orang yang berbeda. Apa yang menjadi krisis bagi satu orang belum tentu menjadi krisis bagi orang yang lain. Karena itu, yang disebut krisis sering tergantung bagaimana pemahaman seseorang. Bisa saja krisis itu berupa (i) situasi yang nyata atau malah situasi yang hanya khayalan, (ii) peristiwa yang sudah terjadi atau yang baru akan terjadi (atau baru mungkin terjadi), atau juga (iii) krisis itu adalah suatu kondisi yang dapat diduga atau tidak dapat diramalkan.
Yang kedua, reaksi setiap orang terhadap krisis pun akan berbeda-beda. Dua orang yang mendapat krisis yang sama, tidak akan memberi tanggapan yang sama. Merekapun akan mendapat manfaat yang berbeda juga. Krisis bisa berarti bencana bagi satu orang, atau berarti berkat atau pembelajaran bagi orang yang lain.


Bentuk-bentuk Krisis
Ada beberapa bentuk krisis yang akan dialami seseorang atau keluarga:

Krisis darurat
: biasanya tidak terduga dan nyata, dan berpotensi memunculkan situasi krisis yang lain, jika ada pola yang tidak sehat di dalam keluarga tersebut.
Contoh: Bencana, Kecelakaan/Sakit Penyakit, Kematian, Kehilangan sumber daya: PHK, kebangkrutan, tertipu dll.

Krisis perkembangan: Terjadi ketika seseorang melewati periode-periode perkembangan tertentu dalam hidupnya yang menuntut ia beradaptasi dan mempelajari keterampilan yang baru, dan bersifat umum, yaitu dialami semua orang dengan cara masing-masing
Contoh:
Menjadi orang tua: kehamilan & kelahiran, sakit penyakit, disiplin & hukuman, ketidaknormalan
Pendidikan: memasuki jenjang tertentu, ujian, skripsi, mencari sekolah/kerja
Menjadi remaja: krisis identitas, pertemanan dan gaya hidup
Krisis paruh baya: krisis identitas, ditinggalkan anak, persiapan pensiun
Menjadi tua: menjadi kakek/nenek, menghadapi penyakit/kelemahan

Krisis berkesinambungan: Krisis yang terjadi karena adanya masalah dalam nilai, pola atau struktur suatu sistem, yang justru memelihara krisis itu sendiri.

  • Struktural: apabila yang menjadi masalah adalah sistem itu sendiri, misalnya keluarga disfungsi, keluarga yang tidak harmonis dll.
  • Keperawatan: apabila ada seseorang dalam anggota keluarga yang harus mendapat perhatian terus-menerus karena memiliki masalah, misalnya ada anggota keluarga yang sakit keras, atau kecanduan, memiliki gangguan kejiwaan

Krisis Eksistensial: Krisis yang terjadi karena timbulnya sebuah pemahaman atau kesadaran baru yang selama ini tidak terpikirkan, yang membutuhkan pengambilan keputusan yang baru.

Kita perlu membedakan krisis apa yang sedang kita hadapi karena penyelesaiannya akan berbeda. Apabila keluarga sedang mengalami krisis perkembangan, tentu membutuhkan penanganan yang berbeda dari krisis darurat, ataupun krisis keperawatan. Untuk itu keluarga perlu belajar untuk memiliki keterampilan yang berbeda agar dapat mengatasi krisis-krisis yang berbeda yang dialami keluarga.

One thought on “Kesejahteraan 04.1 Pemahaman tentang Krisis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s