Lifeskill 01 Mengatasi dorongan perfeksionis: Pengantar

Seorang pelayan Tuhan sedang merasa sangat tertekan. Ia bekerja sebagai staf di sebuah gereja yang cukup berhasil. Sebelumnya ia pernah bekerja di sebuah perusahaan sebelum kemudian Tuhan memanggilnya untuk bekerja penuh waktu di gereja. Namun melayani sepenuh waktu justru membuat ia merasa sangat tertekan. Pasalnya ia merasa bahwa teman-temannya tidak memberikan yang terbaik dari waktu, pikiran dan usaha mereka, dan hasil pekerjaan mereka juga dianggapnya di bawah standar. Pada saat yang sama orang bisa melihat keterampilannya, dan mereka sering melimpahkan pekerjaan pada orang ini, sampai banyak waktunya tersita untuk pekerjaan gereja. Belum lagi beberapa rekan kerjanya sering tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan benar, dan hal inipun mendorong dia untuk mengambil alih pekerjaan tersebut. Di satu sisi, banyak pekerjaan membuat ia semangat dan merasa tertantang, pada sisi yang lain, ia tahu bahwa ada kondisi yang tidak sehat yang dijalani yang membuat ia merasa tertekan.

Seorang hamba Tuhan yang lain, merasa sangat tertekan ketika ada orang memuji dia. Itu terjadi karena setiap pujian diterima sebagai suatu standar yang baru yang harus dipertahankan. Setelah beberapa tahun hidup dalam pujian orang karena hasil kerjanya yang selalu meningkat, ia merasa kecapaian dan merasa tidak mampu lagi untuk meningkatkan performa kerjanya. Sekarang, ia akan sangat tertekan kalau ada orang memuji, karena itu berarti ia harus berusaha lebih keras lagi untuk meningkatkan kualitas kerjanya.

Ini adalah ciri-ciri dari orang-orang yang terdorong untuk menjadi sempurna, atau perfeksionis. Di satu sisi, dorongan untuk sempurna ini telah menjadi motivasi yang kuat yang menggerakkan orang untuk memiliki kehidupan yang  berhasil. Namun dalam sisi yang lain, sifat perfeksionis menjadi satu dorongan yang sangat menekan, baik bagi orang itu sendiri maupun bagi orang di sekelilingnya.

Bagaimana dengan anda? Apakah menurut anda perfeksionis merupakan suatu ciri yang baik, atau buruk?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s