Renungan: Yesus dan Emosi Negatif Manusia (Yoh 5:1-42)

Bacaan:  Yoh 5:1-42

Wanita Samaria ini adalah seorang pribadi yang sedang terluka. Ketika orang lain datang ke sumur pagi-pagi, ia hanya berani datang pada siang hari ketika ia tahu bahwa tempat itu akan sepi dari orang banyak. Mengapa? Karena masa lalunya yang gelap, dan wanita ini pun sudah mengalami banyak tekanan dari lingkungannya. Ia hidup dengan rasa malu dan  menderita karenanya.

Justru karena itu Yesus datang dan mendekat padanya. Yesus yang berinisiatif untuk memulihkan orang-orang yang sedang terluka, tertekan, mengalami rasa malu dan rasa takut. Wanita ini mengalami tekanan karena banyak hal: karena ia orang Samaria, yang direndahkan orang Yahudi; karena ia seorang wanita, yang tidak terlalu dipedulikan dalam lingkungannya; dan karena ia orang yang berdosa, karena ia sudah dan sedang berzinah. Jelas ia sedang dihakimi oleh orang di sekelilingnya.

Tapi Yesus memang mencari orang seperti itu. Orang-orang yang sedang menderita karena konsekuensi dosa mereka. Orang-orang yang sedang tertekan karena mengalami hal-hal yang tidak mereka inginkan, yang terjadi dalam hidup. Orang-orang yang sedang memiliki rasa malu, rasa tidak berharga, dan tidak layak. Dan mereka yang sedang hidup dalam ketakutan.

Dalam banyak hal, luka-luka dan emosi negatif yang kita miliki sering menghalangi kita untuk mengalami hidup yang berkemenangan dan berkelimpahan di dalam Yesus. Kita menjadi sulit untuk bertumbuh secara maksimal. Dan Yesus datang untuk membebaskan kita dari itu semua. Apakah kita memiliki kehendak yang besar untuk pulih? Datang pada Yesus, dan terima pemulihan dari-Nya.

Renungan Pribadi

Ambil waktu untuk berdoa kepada Tuhan Yesus dan memohon agar Roh Kudus membuka hati anda saat menjawab pertanyaan-pertanyaan refleksi di bawah ini.  Jawablah setelah merenungkan pertanyaan ini.

  • Apakah saya memiliki trauma dan luka yang menghalangi saya untuk bertumbuh secara maksimal saat ini? Adakah ketakutan dan kekhawatiran yang mengganggu saya saat ini, yang membuat saya tidak bisa bersukacita sepenuhnya di dalam Tuhan?
  • Apakah saya juga pernah dan sedang menghakimi orang-orang di sekeliling saya? Siapa orang-orang yang sering saya hakimi, dan bagaimana cara saya menghakimi?
  • Apakah ada kebenaran Firman Tuhan yang masih sulit saya terima dan percayai dengan sepenuh hati? Adakah kebenaran Firman Tuhan yang saya percayai namun begitu sulit untuk saya praktekkan?

Dari Buku Kerja School Of Healing Level I, 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s