Kesejahteraan 03.2: Keunikan pelayanan pemulihan

Bagaimana pelayanan pemulihan berbeda dari konseling Kristen tradisional?

Ada persamaan antara pelayanan pemulihan dengan konseling Kristen tradisional, tetapi juga ada beberapa perbedaan signifikan di antara kedua pendekatan itu. Perbedaan itu terutama adalah dalam tujuan proses pelayanan, dan juga sumber-sumber kesembuhan dalam proses pelayanan.

Pertama, dalam banyak kasus, tujuan proses konseling Kristen berbeda dari pelayanan pemulihan. Beberapa, tetapi tidak semua, konselor Kristen memusatkan perhatian pada usaha menolong konseli memecahkan problem khusus dalam kehidupan mereka. Setelah ada perbaikan dalam bidang kehidupan konseli tersebut, baik konselor maupun konseli merasa puas, dan proses konseling berhenti. Namun tujuan pelayanan pemulihan jauh lebih luas. Tim pelayanan membawa orang yang dilayani kepada Tuhan dalam doa, dan berusaha mendatangkan pemulihan bagi luka-luka batin pada masa yang lalu dan kebebasan dari respons mereka yang berdosa dan tidak sehat terhadap pengalaman yang menyakitkan dalam hidup mereka.

Sebagai dampak pemulihan dan kemerdekaan yang diberikan Allah dalam hidup mereka, orang itu mengalami keintiman yang lebih besar dengan Allah dan peningkatan dalam pertumbuhan rohani. Sering kali problem yang ada juga diselesaikan, tetapi sekalipun tidak, proses ini mendatangkan keuntungan yang luar biasa besarnya bagi orang yang bersangkutan.

Kedua, sumber kesembuhan biasanya berbeda. Dalam konseling Kristen tradisional, konselor biasanya menggunakan latihan dan pengalamannya untuk menemukan pola pemikiran dan hubungan konseli yang salah. Kemudian, setelah beberapa sesi berjalan, konseli dibantu untuk mengubah pola pemikiran dan pola tingkah laku yang kurang baik sehingga ia bisa menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik. Namun dalam proses kesembuhan batin, Allah sendiri, bukan tim pelayanan, yang mendatangkan kesembuhan, pemulihan dan pertumbuhan rohani.

Orang yang memimpin sesi pemulihan biasanya membawa orang yang dilayani kepada Allah sebagai Bapa yang mengasihi mereka, kepada Yesus sebagai Penasihat yang Ajaib, dan kepada Roh Kudus sebagai Penghibur dan Pembimbing mereka yang selalu hadir. Tuhan sendirilah yang menyatakan kebenaran-Nya yang membebaskan kita, dan kasih-Nya yang sempurna yang menyingkirkan segala ketakutan. Tentu saja, tim pelayanan bisa memberikan nasihat dari firman Allah, tetapi akhirnya hadirat Allah yang memulihkan itulah yang mengubah kehidupan seseorang.

Jenis problem apakah yang sering kali mampu diatasi kesembuhan batin dengan baik?

Kenyataannya adalah bahwa proses pemulihan bisa memainkan peranan yang vital dalam hampir semua jenis pelayanan, termasuk pelayanan individual, pelayanan kepada pasangan, dan pelayanan kepada seluruh keluarga. Meskipun perubahan sikap tentu saja penting, sering kali kita mengalami kesulitan untuk menyembuhkan hubungan dan unit keluarga yang retak kecuali orang yang terlibat mengalami pemulihan yang sejati. Jika tidak, mereka akan sulit untuk berhubungan satu dengan yang lain dalam cara yang sehat, karena respons mereka satu dengan yang lain sering kali sangat dipengaruhi oleh luka batin mereka, mekanisme pertahanan diri mereka, dan cara-cara berhubungan yang terganggu yang mereka pelajari dari yang lain, terutama anggota keluarga.

Saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa pelayanan pemulihan secara otomatis akan mengubah pola kehidupan dan hubungan dengan orang lain yang terganggu. Sering kali pola semacam itu perlu diubah dengan berjalannya waktu pada saat seseorang yang dilayani mempelajari pola yang lebih sehat dalam konteks hubungan pelayanan yang ditandai dengan sikap penuh kasih dan bertanggung jawab. Namun pelayanan pemulihan bisa menuntun pada perubahan manusia batiniah sehingga persepsi, motivasi, perasaan, respons dan pola pemikiran kita diperbarui. Jenis pembaharuan batin ini memberikan dasar yang kuat di mana kita bisa mempelajari pola kehidupan dan hubungan dengan orang lain yang baru. Sering kali hasilnya sangat dramatis!

Beberapa problem yang sering kali bisa dibantu banyak atau bahkan diselesaikan melalui pelayanan pemulihan dicatat di bawah ini. Daftar berikut tidak bersifat menyeluruh; dan saya juga tidak menyiratkan bahwa pelayanan pemulihan semata selalu bisa menuntun pada penyelesaian setiap pergumulan seseorang dalam bidang ini secara tuntas:

  • Kemarahan, kepahitan, sikap menghakimi
  • Citra diri yang rendah
  • Kesulitan dalam bergaul
  • Kesulitan dalam kehidupan ibadah dan penyembahan
  • Kemandegan rohani
  • Problem seksual dan kecanduan
  • Trauma dan fobia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s