Kesejahteraan 03: Mengenal Pelayanan Pemulihan

Apakah pelayanan pemulihan itu? Seperti apakah sebuah proses pelayanan pemulihan? Apa yang membedakannya dengan konseling dan pelayanan lainnya? Pertanyaan itu akan dijawab oleh Pdt. Thomas J. Sappington, Th. D., pendiri Duta Pembaharuan, dalam artikel berikut ini.

Kesejahteraan 03: Mengenal Pelayanan Pemulihan

Pemulihan adalah pekerjaan Roh Kudus di mana Allah bergerak untuk
menyembuhkan luka-luka kita yang terdalam, meneguhkan kebenaran-Nya
dalam hati kita, dan membebaskan kita dari akibat dosa-dosa kita dan
dosa-dosa orang lain secara batiniah…

Seorang gadis muda sejak lahir sudah ditolak oleh ayahnya. Ketika ia sakit parah dan hampir meninggal, ibunya ingin membawa dia ke dokter, tetapi ayahnya ingin membiarkan dia mati. Namun karena kasih karunia Allah, ia tidak jadi mati, tetapi hubungannya dengan ayahnya sangat jauh sejak saat ia masih amat muda. Ia selalu menanggung pukulan terberat dari kemarahan ayahnya. Jika ia melakukan satu kesalahan saja, ayahnya memukul dia dan mencaci maki dia. Ia selalu disalahkan untuk semua problem adik-adiknya. Akibatnya, ia mulai membenci orang tuanya dan menumpuk kepahitan dalam hatinya terhadap mereka. Ia juga membenci Allah dan akan berkata secara terus-terang bahwa Allah tidak ada.

Seorang misionaris yang penuh tanggung jawab terlibat dalam beberapa kecelakaan mobil setelah tiba di ladang pelayanan. Akibatnya, ia mengalami trauma dan takut untuk belajar menyetir. Seolah-olah tidak cukup, ia juga menjadi penumpang yang mudah gugup. Ia tidak bisa duduk tenang di sebelah suaminya yang menyetir mobil. Ia selalu memberitahu suaminya, “Awas!” dan “Perhatikan jalan!” Ketakutannya makin bertambah parah karena pasangan itu melayani di negara yang sedang berkembang, di mana mengendarai mobil merupakan aktivitas yang sedikit ugal-ugalan.

Seorang pemuda sangat mengasihi Allah. Ia bertumbuh secara rohani dalam banyak hal dan memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan dan juga melayani orang lain. Namun, sekalipun ia sudah berusaha keras dan sudah banyak berdoa, ia tampaknya tidak mampu mematahkan perbudakannya terhadap hawa nafsu seksual dan pornografi. Akibatnya, ia merasa frustrasi dan tidak layak untuk dikasihi Allah dan dipakai oleh-Nya. Kadang-kadang ia bahkan mengalami keputusasaan dan meragukan keselamatannya sendiri.

Apakah persamaan yang ada di antara ketiga cerita yang berbeda ini? Ketiganya didasarkan pada kasus yang nyata di mana orang-orang yang terlibat itu menerima bantuan yang luar biasa dari pelayanan pemulihan.

Apakah “Pelayanan Pemulihan” itu?

Pemulihan adalah pekerjaan Roh Kudus di mana Allah bergerak untuk menyembuhkan luka-luka kita yang terdalam, meneguhkan kebenaran-Nya dalam hati kita, dan membebaskan kita dari akibat dosa-dosa kita dan dosa-dosa orang lain secara batiniah.  Pemulihan jenis ini terjadi ketika kita berjumpa dengan Yesus bukan hanya sebagai Juruselamat semata-mata, melainkan juga sebagai “Penasihat yang Ajaib” (Yes. 9:6).

Selama pelayanan Yesus di bumi Ia menggenapi nubuat Yesaya 61:1:

Ia telah mengutus aku untuk merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara… (lihat Lukas 4:17-18).

Bagaimana Yesus menggenapi nubuat ini? Ia melakukannya dengan menyembuhkan orang-orang yang sakit dan membebaskan orang-orang dari kuasa dan dominasi roh-roh jahat.  Ia melakukan ini dengan mengampuni dosa dan menerima orang-orang yang dihina oleh para pemimpin agama pada zaman mereka.  Ia melakukan ini dengan mencurahkan kasih-Nya yang tidak terbatas pada orang-orang yang sakit hati, terluka, dan ditolak.
Jika Yesus menyembuhkan jiwa-jiwa yang terluka selama pelayanan-Nya di bumi, apakah mengejutkan bagi kita bahwa Ia siap, melalui kuasa dan kehadiran Roh Kudus, untuk mendatangkan pemulihan bagi anak-anak-Nya yang terluka saat ini sebagai jawaban atas doa-doa kita? Bagaimanapun juga, hal yang memotivasi Yesus untuk memberitakan Injil dan memberikan jamahan yang menyembuhkan kepada orang-orang yang membutuhkan adalah hati-Nya yang penuh belas kasihan (Matius 9:36), yang tidak pernah berubah sama sekali dengan berjalannya waktu sejak kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke sorga. Sesungguhnya, Ia sedang menantikan kita untuk datang kepada-Nya dengan iman yang sederhana sehingga kita bisa mengenal kebenaran-Nya dan mengalami jamahan-Nya yang memulihkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s