Kesejahteraan 02.2 Penyebab keluarga menjadi disfungsi

Minggu lalu kita sudah berbicara tentang keluarga disfungsi, dan tanda-tanda sebuah keluarga yang sedang disfungsi. Keluarga yang disfungsi adalah keluarga yang sedang tidak maksimal, atau bahkan gagal, dalam menjalankan peran, fungsi dan tanggung jawabnya, sesuai dengan kehendak Allah. Mereka sedang berfungsi dengan tidak sehat, dalam melakukan apa yang menjadi rencana dan kehendak Tuhan bagi keluarga. Minggu ini kita akan belajar beberapa hal yang menyebabkan sebuah keluarga mengalami disfungsi.

Beberapa hal yang bisa menjadi sumber disfungsi dalam sebuah keluarga adalah:

  • Ketidakdewasaan orang tua, baik secara psikologis maupun emosionil
  • Kontrol, yaitu kecenderunan mengendalikan yang tidak sehat dan manipulasi
  • Sakit penyakit, bisa secara fisik ataupun mental
  • Konflik, baik yang bersifat terbuka ataupun yang tertutup
  • Kecanduan, yaitu keterikatan akan hal tertentu seperti narkoba, judi dll.
  • Pelecehan, baik secara verbal, emosional, fisik maupun seksual


A Ketidakdewasaan

Ketidakdewasaan, baik secara psikologis maupun emosi, yang dimiliki oleh orang tua, akan mengganggu perkembangan sebuah keluarga dan mengakibatkan disfungsi. Orang yang tidak dewasa akan mengakibatkan banyak sakit hati, baik bagi pasangannya,  anak-anak, dan orang-orang lain disekitarnya. Ketidakdewasaan yang dilakukan oleh orang tua juga akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak, karena sering anaklah yang kemudian dipaksa menjadi “orang tua”. Anak-anak sejak usia muda harus menjaga keseimbangan emosi orang tua, karena jika tidak, mereka akan menerima konsekuensi yang berat. Anak-anak terpaksa menjadi perawat bagi orang tua, dan akibatnya mereka belajar untuk mengabaikan kebutuhan emosi mereka sendiri. Kemudian anak-anak ini pun akan mengalami ketidakdewasaan mereka sendiri, atau mereka bertumbuh menjadi orang yang merasa tidak berharga atau penuh dengan rasa bersalah.

Banyak hal yang bisa membuat orang tua tidak menjadi dewasa. Mungkin mereka sendiri dibesarkan dalam suasana keluarga yang disfungsi. Mungkin mereka memiliki orang tua yang bermasalah. Sering pernikahan dini yang tidak diinginkan (seperti pada kasus menikah karena hamil) akan mengakibatkan ketidakdewasaan dalam keluarga. Campur tangan keluarga besar juga sering memperparah kondisi ketidakdewasaan ini, yang kemudian akan diteruskan pada generasi berikutnya.

B Kontrol dan Manipulasi

Apabila dalam keluarga banyak dilakukan pengendalian dan manipulasi yang tidak sehat, maka kemungkinan besar anak akan bertumbuh dengan tidak sehat. Orang tua yang terlalu mengontrol adalah orang tua yang gagal menjadikan anak-anak mandiri dan bertanggung jawab. Sering yang menjadi penyebab adalah ketakutan orang tua dan keengganan untuk melihat anak menjadi mandiri, yang mengakibatkan terjadinya dominasi dan over-proteksi.

Kontrol dan manipulasi ini sering dijumpai dalam banyak cara. Orang tua sering melakukannya dengan cara:
•    menakut-nakuti dengan alasan yang tidak benar (“Kalau kamu tidak mau makan, kamu akan disuntik oleh dokter”)
•    menakut-nakuti dengan alasan agamawi (“Kalau kamu berbohong, kamu akan masuk neraka dan dibakar selamanya”)
•    menakut-nakuti dengan rasa bersalah (“kalau kamu nakal terus, mama pasti akan cepat mati”)
•    memarahi atau menghukum di luar batas

C Sakit Penyakit
Jika ada satu anggota keluarga yang sakit parah, apakah itu sakit secara fisik ataupun mental, sering terjadi disfungsi dalam status dan peran di dalam keluarga. Misalnya ayah menderita sakit penyakit yang menyebabkan ia tidak bisa berperan penuh, yang kemudian perannya digantikan oleh istri atau anak. Dalam kasus penyakit kejiwaan, sering krisis yang ditimbulkan menyebabkan disfungsi yang cukup parah dalam keluarga, karena orang yang mengalami masalah kejiwaan sering tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi, dan melampiaskannya pada orang-orang terdekat. Sering terjadi ada rasa malu yang harus ditangung keluarga, dan juga kebutuhan untuk kompensasi dengan melakukan hal-hal yang dianggap bisa menghapus aib keluarga.

D Konflik

Konflik yang berkepanjangan dalam satu keluarga, atau satu keluarga besar sering mengakibatkan disfungsi dalam keluarga tersebut. Dalam suatu keluarga yang tidak harmonis, di mana sering terjadi letupan emosi, histeria ataupun pertikaian, sampai perkelahian fisik, anak akan tumbuh besar dengan masalah yang berhubungan dengan kehidupan agresif, ketakutan, rasa tidak aman sampai mengisolasi diri. Kadang-kadang konflik tidak terjadi secara agresif, tapi suasana keluarga menjadi dingin dan tidak terjadi komunikasi yang sehat. Atau ada anggota keluarga yang cenderung melarikan diri (atau mengancam akan pergi) jika terjadi konflik dalam keluarga. Sering juga anak diharuskan untuk menjaga nama baik keluarga dengan harus berdiam diri dan tidak boleh bercerita kepada orang lain. Atau salah satu orang tua akan menjelek-jelekkan pasangan yang lain dan berharap bahwa anak akan berpihak kepadanya. Kondisi penuh konflik, apakah itu secara dingin atau agresif, terbuka atau rahasia, akan mengakibatkan disfungsi dalam keluarga, karena yang terganggu kemudian adalah pola komunikasi, keintiman dan peran-peran keluarga.

E Kecanduan
Keluarga yang memiliki anggota keluarga yang kecanduan berat umumnya akan menjadi keluarga yang kacau dan sulit untuk diprediksi, karena sering ada krisis yang ditimbulkan oleh kecanduan ini yang harus ditanggulangi oleh keluarga. Misalnya dalam keluarga dengan pemabuk, harus bersiap-siap ketika orang tersebut pulang dalam keadaan mabuk dan mengacaukan keluarga. Atau jika ada pecandu narkotik, yang sering menghabiskan barang keluarga yang harus dijual untuk menutupi kebutuhannya. Atau penjudi berat yang menghabiskan uang dan harta keluarga. Dalam keadaan seperti ini aturan yang sehat sulit untuk diterapkan.  Sering terjadi bahwa masalah kecanduan tersebut harus dirahasiakan, yang mengakibatkan anggota keluarga harus mempertahankan nama keluarga.

F Pelecehan
Pelecehan yang dilakukan dalam sebuah keluarga bisa bermacam-macam. Bisa secara kata-kata (verbal), emosional, fisik maupun seksual. Ketika ini terjadi, orang yang mengalami pelecehan ini akan merasa kotor, tidak berharga maupun tidak layak. Dan perasaan ini bisa terus terbawa. Pelecehan secara kata-kata, emosi dan fisik biasanya dilakukan secara terbuka, dan sering ada alasan mengapa pelecehan itu perlu dilakukan, misalnya sebagai cara pendisiplinan. Namun sebenarnya yang terjadi adalah ada orang yang memiliki kebutuhan emosi (misalnya ayah sedang marah) dan melampiaskannya pada orang lain (misalnya anak).
Pelecehan seksual biasanya terjadi secara tertutup (rahasia), walau dalam beberapa kasus terjadi juga pelecehan yang diketahui oleh orang-orang lain, yang kemudian harus menutup rahasia. Pelecehan seksual, apalagi bila dilakukan oleh orang terdekat, sangat merusak kejiwaan seseorang. Mereka sering kehilangan kemampuan untuk menghargai diri sendiri, untuk percaya pada orang, ataupun untuk menjalin hubungan yang intim dengan orang lain. Jika pelecehan seksual terjadi pada satu rumah tangga, biasanya itu merupakan tanda disfungsi yang parah dalam sistem keluarga.

Disfungsi dalam keluarga biasanya dimulai dari pribadi-pribadi yang mengalami disfungsi terlebih dahulu. Ketika berkeluarga, disfungsi yang dimiliki suami dan istri akan melukai satu sama lain, dan bahkan sering makin diperbesar. Ketika memiliki anak, pola yang disfungsi inipun biasanya diturunkan dan kemudian menjadi sistem keluarga yang disfungsi, yang kemudian ditularkan dalam komunitas dan generasi selanjutnya. Adalah kehendak Allah agar keluarga menjadi komunitas anak-anak Allah yang maksimal, yang menjalankan fungsi dan rencana Allah, menjadi berkat bagi bangsa-bangsa dan generasi kemudian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s