Kesejahteraan 01.2 Penyebab jiwa yang tidak sejahtera

Minggu lalu kita telah berbicara tentang kesejahteraan jiwa. Semua orang menginginkan hidup yang sejahtera, dan itu dimulai dari jiwa yang sejahtera. Jiwa yang sejahtera didapatkan dari hidup yang memiliki hubungan yang intim dengan Allah, Sang Pencipta. Namun justru banyak orang percaya yang jiwanya tidak terpelihara dengan baik, dan tidak mengalami damai sejahtera. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa banyak orang percaya yang tidak memiliki jiwa yang sejahtera?

Dalam pengalaman pelayanan, kami menemukan tiga hal yang menjadi sumber penyebab tidak terpeliharanya jiwa dengan baik, yaitu:

  • hidup yang tidak sepadan dengan yang kita percayai
  • latar belakang yang tidak sehat, atau mengalami hal buruk yang masih mempengaruhi.
  • sedang tidak bertumbuh dengan maksimal


Pertama, pada Efesus 4:1, Rasul Paulus menulis

 “…Ephesians 4:1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.”

Ia sedang mendorong orang percaya untuk memiliki hidup yang sesuai dengan apa yang mereka percaya. Hidup yang sepadan berarti kita berusaha untuk menerapkan apa yang kita imani dalam cara berpikir, sikap hati dan perilaku yang sesuai. Hidup yang sepadan bukan berarti kita memiliki hidup yang sempurna dan tidak pernah gagal, atau sudah mencapai puncak yang tertinggi. Justru dalam taraf apapun pemahaman kita tentang kebenaran Tuhan, kita mencoba untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa contoh kegagalan kita dalam memiliki hidup yang sesuai dengan iman kita adalah:

  1. Beribadah – namun sulit untuk menikmati berkat ataupun hubungan yang intim dengan Allah
  2. Berdisiplin rohani, namun tidak menikmati pengalamannya
  3. Percaya dan Menyembah Allah – namun masih dipengaruhi, bahkan terikat kuasa gelap
  4. Bersekutu – namun memiliki hubungan yang rusak satu sama lain, dan sering terlibat konflik dalam komunitas dan keluarga
  5. Dewasa rohani – namun tidak memiliki kesehatan emosional
  6. Melayani, namun tanpa sukacita, bahkan merasa berbeban berat, bahkan melayani dengan motivasi-motivasi yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan

Ketika hidup kita tidak mencerminkan kebenaran Tuhan, jiwa kita pun akan mengalami kegelisahan. Kita tahu janji-janji Allah sungguh luar biasa, namun kita tidak bisa menikmati janji-janji itu secara utuh dalam kehidupan kita.

Kedua, banyak orang percaya yang memiliki latar belakang yang tidak sehat, atau mengalami hal buruk yang masih mempengaruhi. Pada Filipi 3:13-14, Rasul Paulus menulis,

“…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”

Paulus sedang mendorong orang percaya untuk mengambil sikap berfokus ke masa depan. Namun hal ini hanya bisa terjadi ketika masa lalu tidak lagi pengaruh negatif dalam kehidupan seseorang. Kenyataannya, banyak orang percaya masih sangat dipengaruhi, baik secara sadar maupun tidak sadar oleh latar belakang dan pengalaman-pengalaman negatif, yang masih menghantuinya.

Beberapa contoh pengaruh negatif dalam kehidupan orang percaya adalah:

a. Berasal dari keluarga-keluarga yang tidak sehat – Banyak keluarga yang tidak utuh, tidak harmonis, disfungsi, ataupun bermasalah berat

b. Mengalami peristiwa buruk yang masih menghantui – Mengalami pengalaman traumatis, ataupun mengalami krisis dan tidak tahu harus bagaimana

c. Bergumul dengan perasaan-perasaan tertentu yang sangat menekan –

  • Banyak yang bergumul dengan perasaan minder, tidak berharga, dan tidak layak
  • Ada yang bergumul dengan emosi yang berlebihan: ketakutan, kemarahan, rasa malu dan rasa bersalah

Masa lalu yang buruk yang belum terselesaikan tidak akan hilang begitu saja. Bisa saja masa lalu  kita coba untuk lupakan, atau perasaan dan ingatannya  kita tekan. Atau kita perlu mengeraskan hati kita agar tidak terpengaruh lagi. Namun sebenarnya kebiasaan seperti itu tidak menyelesaikan masalah. Dan bagi banyak orang, waktu pun tidak menyembuhkan. Dalam beberapa kasus, semakin lama, rasa sakitnya justru semakin terasa. Atau sangat mempengaruhi kita dalam mengambil keputusan. Dan kita pun kehilangan kesejahteraan jiwa.

Ketiga, banyak orang percaya yang sedang tidak bertumbuh dengan maksimal. Bahkan banyak juga yang sedang macet dalam bertumbuh.
Dalam Ef 4:13 Rasul Paulus mendorong kita untuk bertumbuh dengan cara

 “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,”

Orang percaya sebagai tubuh Kristus perlu bertumbuh secara seimbang dalam segala aspek kehidupan untuk mencerminkan Kristus yang adalah kepala. Dalam hal inipun, dalam banyak kehidupan orang percaya, kita melihat banyak orang percaya yang bermasalah dalam pertumbuhan rohani dan emosinya.

Beberapa contoh:

a. Banyak yang bergumul berat dalam pertumbuhan rohaninya, bahkan mengalami kemandekan rohani

  • Terikat dalam dosa-dosa tertentu
  • Beberapa jatuh bangun dalam dosa tertentu, dan ditekan oleh perasaan-perasaan negatif
  • Yang lain sudah putus asa, dan bersikap pasif atau mencari pembenaran sendiri

b. Kesulitan dalam menerapkan apa yang dipercayai

  • Semakin banyak tahu, tapi bergumul berat dalam menerapkannya
  • Bergumul dalam membentuk pola pikir dan perilaku yang kudus

c. Banyak juga yang mengalami kemandekan rohani

  • Bertahun-tahun menjadi orang percaya, namun tidak mengalami perubahan mendasar dalam karakter dan tingkah laku
  • Melakukan banyak kegiatan rohani, namun tidak mengalami perubahan mendasar dalam karakter dan tingkah laku

Ketika kita tidak bertumbuh, itu artinya ada yang tidak sehat dalam kehidupan rohani kita. Kita mungkin sibuk, baik dalam pekerjaan maupun pelayanan, namun belum tentu apa yang kita lakukan membuat kita menjadi semakin sesuai kehendak Allah. Mungkin kita sudah menjadi orang percaya bertahun-tahun, namun jugat tidak menjadi jaminan bahwa kita semakin mengenal Allah. Dalam beberapa hal, kita mungkin kelihatan sedang bertumbuh, tapi sebenarnya hanya dalam hal-hal tertentu saja, biasanya dalam hal yang berhubungan dengan talenta atau kekuatan kita, sementara kelemahan kita terabaikan. Dalam kasus yang lain, kita mungkin kelihatan sedang bertumbuh, namun sebenarnya kita semakin jauh dari hubungan yang intim dan mengenal Tuhan. Dan itu berarti jiwa kita sedang tidak terpelihara dengan baik, dan kehilangan sejahteranya.

Bagaimana dengan anda? Apakah hidup anda sudah memperlihatkan:

  • Hidup yang sesuai dengan apa yang dipercayai
  • Hidup yang bebas dari pengaruh negatif masa lalu
  • Hidup yang bertumbuh secara seimbang dan maksimal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s