Penolakan: Tahap-tahap sumber rasa tertolak

Penolakan adalah peristiwa yang melukai seseorang karena tindakan yang membuat orang merasa tidak dikasihi, tidak diterima, tidak diperhatikan, tidak berharga dan tidak layak. Dalam kehidupan seseorang, ada banyak penolakan yang diterimanya, walaupun ia sendiri tidak memahami bahwa hal tersebut adalah penolakan. Sumber-sumber penolakan itu terentang bahkan sejak ia belum dilahirkan, sampai seseorang dipanggil Tuhan. Penolakan ini ada yang bersifat umum, yang terjadi pada sepanjang rentang kehidupan, juga ada yang berhubungan dengan tahap-tahap perkembangan yang dialami seseorang. Secara kronologis, sumber penolakan dapat dibagi dalam beberapa tahap:

  1. Faktor Keturunan – dimana penolakan ini bisa berupa hal-hal yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
  2. Tahap pembuahan – penolakan yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat zygote terbentuk
  3. Tahap di dalam kandungan – penolakan yang berhubungan dengan peristiwa yang umumnya dialami, baik oleh si jabang bayi dalam kandungan, ataupun si ibu sendiri yang ikut dirasakan oleh sang bayi dalam kandungan.
  4. Tahap persalinan – yaitu penolakan yang terjadi ketika bayi tersebut dilahirkan, kesulitan-kesulitan yang biasanya muncul, dan reaksi-reaksi orang di sekitarnya
  5. Tahap tumbuh dan berkembang – yaitu penolakan yang biasanya berhubungan dengan orang-orang yang terdekat pada seseorang, juga sering berhubungan dengan sekolah.
  6. Tahap remaja dan dewasa muda – penolakan yang biasanya berhubungan dengan kegelisahan dan pemberontakan yang muncul dari pencarian identitas diri, penolakan dari teman-teman, maupun lawan jenis.
  7. Tahap orang tua muda – penolakan yang biasanya berhubungan dalam hubungan suami istri, keluarga besar, serta pekerjaan dan sistem sosial.
  8. Tahap paruh baya sampai meninggal – penolakan yang biasanya berhubungan dengan hubungan antar generasi, pekerjaan dan sistem sosial, yang mungkin sudah mulai mengabaikan dan tidak menganggap seseorang penting

Ini adalah tahap-tahap yang secara umum dilalui oleh banyak orang. Dan karena setiap tahap biasanya memiliki tugas-tugas perkembangan, maka dalam tiap tahap inipun ada risiko yang perlu dihadapi, ketika tugas perkembangan ini tidak tercapai dengan baik. Dalam kesempatan ke depan, kita akan mempelajari peristiwa-peristiwa yang mungkin menjadi sumber penolakan dalam tiap-tiap tahap perkembangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s