Penolakan: perasaan yang cenderung muncul

Seorang wanita bergumul dengan perasaan negatif yang telah lama menekan hidupnya. Ia merasa bahwa orang-orang tidak menyukai dirinya, bahkan banyak yang berusaha menyakiti dia, baik dengan kata-kata, sikap maupun tingkah laku. Hal itu menyebabkan dia menutup diri dari orang-orang. Dan jika ia mencoba untuk mendekati orang-orang, lagi-lagi ia akan merasa tersakiti. Ia merasa tersakiti oleh banyak laki-laki, oleh pemimpin-pemimpinnya, oleh teman-temannya, bahkan oleh keluarganya sendiri. Pendeknya, semenjak ia kecil, ia sudah merasa terasingkan di mana-mana. Bahkan menurut cerita orang tuanya, begitu ia lahir, sang ayah langsung meninggalkan keluarganya karena kecewa bahwa anak yang lahir adalah seorang wanita, sedangkan sang ayah mengharapkan laki-laki. Dan seingat wanita ini, bahkan ketika ayahnya kembali ke rumah, kedua orang tuanya akan sangat membeda-bedakan dirinya dan lebih mengasihi saudaranya yang lain.

Seorang hamba Tuhan berjuang keras untuk melakukan apa yang terbaik. Ia merasa bahwa sebagai seorang pelayan, adalah tugasnya untuk melakukan kehendak Allah dengan baik dan sempurna. Namun setiap kali ada kegagalan, atau ketika orang tidak menunjukkan penghargaan untuk hasil kerjanya, ia menjadi marah, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Semakin lama ia semakin menuntut diri sendiri dan juga orang lain. Namun semakin ia bekerja keras, perasaan tidak berharga dan tidak dikasihi oleh orang tetap saja melekat dalam dirinya.

Ini adalah ciri-ciri dari orang-orang yang merasa tertolak. Dan dalam banyak hal, rasa tertolak ini menjadi satu beban yang sangat menekan, baik orang itu sendiri maupun orang di sekelilingnya. Kita akan belajar tentang rasa tertolak dan bagaimana mengatasinya.

Apakah perasaan tertolak itu?
Perasaan tertolak adalah perasaan tidak dikasihi, atau merasa tidak diterima oleh orang-orang yang seharusnya mengasihi dan menerima kita tanpa syarat.

Perasaan ini sering datang ketika ada orang-orang penting di dalam hidup kita yang menolak untuk menerima kita apa adanya. Ini juga bisa datang dari perasaan ditinggalkan atau diabaikan, sehingga orang memiliki rasa tidak berharga atau tidak berguna, dan ada perasaan terbuang. Perasaan ini sering muncul ketika orang tidak dikasihi apa adanya, namun dituntut untuk melakukan sesuatu atau menjadi sesuatu, baru akan dikasihi.

Umumnya perasaan yang muncul adalah:

  • Cenderung memiliki pengharapan negatif bahwa orang akan menyakiti
  • Sering merasa defensif, seperti merasa akan dipersalahkan, atau harus membenarkan diri
  • Cenderung ingin dianggap sebagai ahli dalam banyak hal·
  • Memiliki dorongan yang sangat kuat untuk menang dalam hal apapun, bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak berarti pun.
  • Merasa memiliki prinsip yang kuat dan merasa lebih baik dari orang lain, namun juga sering dianggap tidak konsisten
  • Sering memiliki mood yang naik turun, yang seringnya ditentukan oleh kondisi lingkungan
  • Sulit untuk fleksibel, cenderung kaku dan menuntut orang lain dengan menggunakan standar yang tinggi
  • Melakukan hal-hal tertentu, dengan
    dorongan yang kuat agar diterima atau diperhatikan oleh orang lain. Memiliki
    hasrat yang besar untuk dipuji oleh orang lain. ·
  • Sering memiliki perasaan
    diabaikan, dan sangat sensitif ketika kurang diperhatikan oleh orang-orang
    tertentu. Menghindari pertemuan sosial karena merasa berbeda.

[Bersambung]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s