Berhala dalam hati

Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala. (1 Yoh 5:20-21)

Ada banyak hal yang bisa menjadi berhala di dalam hidup kita. Dalam kisah hidup Rachel (Kej 29-35) kita bertemu dengan seseorang yang memiliki berhala. Banyak orang, bahkan orang percaya yang mencari pengganti Allah dengan cara:

  • pergi ke tempat-tempat tertentu, yang dianggap keramat
  • mencari orang-orang yang dianggap memiliki kemampuan
  • memakai benda-benda yang dianggap memiliki tuah
  • melakukan hal-hal/ritual/upacara tertentu
  • mencari kuasa-kuasa atau ilmu-ilmu

Semuanya dilakukan untuk mendapatkan kesejahteraan, berkat, kesehatan, perlindungan dan kenikmatan. Dan hal-hal di atas merupakan bagian dari okultisme, yaitu tentang hal-hal gaib yang memang merupakan bagian dari penyembahan berhala. Namun penyembahan berhala tidak terbatas pada hal-hal gaib atau okultisme saja, karena penyembahan berhala dimulai dengan kondisi hati. Hati kitalah yang menentukan apakah kita sedang menyembah Allah atau menyembah berhala.
Dengan berkaca dari kehidupan Rahel, kita bisa belajar dan melihat apakah kita pun sebagai orang percaya jatuh dalam melakukan penyembahan berhala. Karena berhala bukan saja okultisme, namun juga pikiran, keinginan, tuntutan dan harapan yang kita sembah sebagai pengganti Allah.

Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: “Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati.” Maka bangkitlah amarah Yakub terhadap Rahel dan ia berkata: “Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?” (Kej 30:1-2)

  • Berhala adalah segala yang kita jadikan sumber berkat dan kebahagiaan di luar Allah

Kata Rahel: “Ini Bilha, budakku perempuan, hampirilah dia, supaya ia melahirkan anak di pangkuanku, dan supaya oleh dia akupun mempunyai keturunan.” Maka diberikannyalah Bilha, budaknya itu, kepada Yakub menjadi isterinya dan Yakub menghampiri budak itu. (Kej 30:3-4)

  • Berhala adalah apa yang kita prioritaskan lebih dari Allah, bahkan sampai berani melanggar kebenaran-Nya

Adapun Laban telah pergi menggunting bulu domba-dombanya. Ketika itulah Rahel mencuri terafim ayahnya. (Kej 31:19)

  • Berhala adalah apa yang kita anggap bisa kita kontrol dan manipulasi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan

Akibat penyembahan berhala:

  • Ketidakpuasan – bahkan ketika Rahel mendapatkan anak, Yusuf, hal tersebut tidak memuaskan dirinya
  • Kutuk – Rahel mati sesuai dengan kutuk yang dia ucapkan kepada dirinya

Jalan keluar dari penyembahan berhala:
Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: “Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.” Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem. Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar. (Kej 35:2-5)

  • Menjauhkan diri dari semua berhala yang telah dibangun
  • Bertobat dengan cara menyucikan dan memperbaharui diri
  • Menyembah Allah
  • Membuang dan menolak segala bentuk penyembahan berhala


Maka Kedahsyatan dari Allah akan melingkupi hidup kita! Untuk itulah Kristus hadir, yaitu agar kita sungguh-sungguh mengenal Allah yang Mulia, dan kita akan menjadi penyembah-penyembah-Nya dalam Roh dan kebenaran!

diringkaskan dari Fitzpatrick, Elyse, Idols of the Heart, bab I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s