Prinsip-prinsip Dasar tentang Kesembuhan (Ringkasan)

Kesembuhan sangatlah dicari oleh mereka yang sedang sakit. Namun agar sungguh-sungguh sembuh, kita perlu menerapkan prinsip-prinsip yang terjadi dalam penyembuhan seorang lumpuh selama 38 tahun, seperti yang tertulis dalam Yoh 5:2-7.

Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.

  • Banyak orang sakit di dunia ini. Pernyataan ini benar 2 ribu tahun yang lalu, dan tetap benar sampai sekarang. Sakit itu bisa berupa sakit fisik, kejiwaan atau rohani. Namun tidak semua orang tahu bahwa ia sedang mengidap penyakit, apalagi bila itu adalah sakit secara mental dan rohani.

Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.

  • Kesembuhan membutuhkan perjuangan. Ada harga yang harus dibayar untuk mengalami kesembuhan.

Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”

  • Sebesar apapun keinginan kita untuk sembuh, Tuhan sudah terlebih dahulu berhasrat agar kita sembuh. Namun Ia tidak pernah memaksa orang untuk berubah. Kesembuhan berasal dari Tuhan, namun manusia pun memiliki kehendak bebas, dan Tuhan tidak akan memanipulasi orang untuk mengikuti kehendak-Nya.

Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”

  • Manusia adalah mahluk yang terintegrasi. Kesakitan pada satu aspek, misalnya fisik, dapat merembet pada aspek yang lain, misalnya jiwa ataupun rohani dan sebaliknya.

Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

  • Kesembuhan ada di tangan Tuhan, namun kewajiban manusia untuk meresponi pekerjaan Tuhan. Agar sembuh, kita wajib “bangun, mengangkat tilam dan berjalan” sesuai kehendak Tuhan.

Lakukan perubahan! Lakukan pembaharuan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s