Renungan Visi Ilahi – 21 hari menggumuli tujuan ilahi dalam hidupmu
Diambil dari Footprints on the Moon, Living a Divinely Inspired Life Devotional by Dr Elizabeth Babatunde
Jika anda memiliki teman yang bisa diajak berbagi, baik jika anda bisa bersama-sama membaca bacaan Firman yang diajukan, merenungkan prinsip-prinsip dan penerapannya, dan kemudian berbagi bersama-sama dengan saling mengajukan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
kawantumbuh:
- Bagian ayat di atas yang mana yang paling menarik perhatianmu? Mengapa?
- Kebenaran apa yang kaupelajari tentang Tuhan dari ayat di atas?
- Kebenaran apa yang kaupelajari tentang manusia dari ayat di atas?
- Menurutmu, apa yang Tuhan ingin kau lakukan?
- Adakah kisah/cerita yang kauingat setelah membaca ayat dan merenungkannya?
- Adakah kebutuhan yang muncul untuk didoakan?
Membuat Pernyataan Tujuan
Memiliki tujuan yang jelas adalah bagian yang penting dalam sebuah perencanaan, apakah itu rencana kerja dalam sebuah proyek, rencana menulis artikel atau buku, maupun juga rencana hidup kita sendiri. Ketika tujuan tersebut dituliskan sehingga dapat dimengerti dan disebarluaskan, maka kita menyebutnya sebagai Pernyataan Tujuan (Objective Statement) yang akan menggambarkan tujuan dan hasil yang kita harapkan.
Biasanya setelah merenungkan selama beberapa lama, kita sering merasa sudah memiliki tujuan yang jelas. Kita juga mungkin bisa mencoba menjelaskannya pada orang lain, dan mereka akan mengerti. Namun ketika menyatakannya dalam bentuk tulisan yang cukup singkat, yang kemudian dapat dimengerti dengan jelas dan dipahami oleh orang lain, sepertinya merupakan tantangan tersendiri bagi beberapa orang. Karena saya sendiri termasuk orang yang berusaha untuk dapat menuliskan tujuan saya dengan cukup jelas, maka saya mencoba untuk memaparkan langkah-langkah untuk menuliskan sebuah pernyataan tujuan.
Sebuah pernyataan tujuan yang ditulis dengan baik akan memberikan gambaran yang jelas akan hasil maupun usaha yang anda harapkan dari kegiatan yang sedang direncanakan. Tujuan yang hendak dicapai tersebut bisa berupa Goal – yang umumnya lebih umum dari pada Objectives - yaitu pernyataan tujuan yang memiliki sifat spesifik, singkat, dan dapat diamati ataupun diukur.
Saat membuat pernyataan tujuan, kita perlu memikirkan dan memikirkan ulang hal-hal berikut:
- Program seperti apa yang sedang kita rencanakan
- Apa yang menjadi kehendak kita
- Siapa yang menjadi sasaran program tersebut
- Apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan orang yang menjadi sasaran program
- Hasil seperti apa yang ingin kita lihat.
Langkah-langkah membuat Pernyataan Tujuan:
- Rumuskan terlebih dahulu apa yang menjadi kehendak kita – Hasil apa yang kita bayangkan akan terjadi ketika kita melakukan sebuah program. Bertanyalah pada diri sendiri: “Hal menarik apa yang ingin saya lihat saat program ini selesai dijalankan”
- Rumuskan apa yang menjadi kebutuhan mereka yang menjadi sasaran program kita. Bertanyalah pada diri sendiri: “Kebutuhan orang seperti apa yang akan terpenuhi ketika program ini selesai dijalankan”
- Rumuskan kondisi apa yang perlu terjadi pada orang-orang yang menjadi sasarkan program kita. Bertanyalah pada diri sendiri: “Perilaku seperti apa yang perlu dilakukan oleh orang-orang untuk menyelesaikan program ini”.
- Rumuskan apa yang akan terjadi jika program yang kita lakukan berhasil. Ini akan menjadi kriteria sukses kita. Bertanyalah pada diri sendiri: “Jika program saya berhasil, tindakan apa yang akan dilakukan oleh orang-orang, atau perubahan apa yang akan terjadi pada orang yang menjadi sasaran program”
Jika kita sudah memikirkan langkah-langkah di atas, kita sudah siap menuliskan Pernyataan Tujuan kita. Beberapa hal yang perlu kita persiapkan ketika menuliskan Pernyataan Tujuan adalah:
- Tujuan ini seharusnya berhubungan dengan tindakan dan perilaku yang berada di dalam kendali kita.
- Lebih baik jika pernyataan tujuan itu mencerminkan tiga aspek: perilaku, kondisi dan kriteria. Perilaku biasanya dinyatakan dengan kata kerja aktif. Kondisi menyatakan apa yang perlu dilakukan atau dicapai oleh sasaran program. Kriteria adalah bagaimana kita akan mengukur keberhasilan program yang telah dilakukan.
- Apakah aspek perilaku, kondisi dan kriteria keberhasilan ini merupakan sesuatu yang dapat diamati dan diukur? Kita akan dapat menentukan indikator keberhasilan jika aspek-aspek ini dapat diukur.
Pernyataan tujuan ini akan memiliki fungsi yang berbeda-beda, tergantung anda menggunakannya untuk tujuan apa. Dibawah ini ada beberapa contoh pernyataan tujuan yang orang lain tuliskan untuk maksud yang berbeda-beda. Penggunaan yang berbeda juga akan memberikan nuansa yang berbeda dalam cara kita merumuskan pernyataan tujuan ini, walaupun memulainya dengan langkah-langkah di atas.
Career Objective Statement – Pernyataan Tujuan untuk Karir
Bercita-cita untuk posisi copywriter, agen iklan untuk bekerja di sana selama lima tahun. Dengan modal investasi setelah pengalaman kerja yang cukup, bermimpi untuk memiliki agen iklan yang independen.
Tujuan karir saya adalah untuk menjadi ceo rumah penerbitan terkemuka dan mempromosikan penerbitan karya penulis yang berbakat dan berjuang untuk mendapatkan tempat di media. Memiliki rumah penerbitan telah impian saya selama 6 tahun dan sekarang setelah cukup pengalaman sebagai manajer rumah penerbitan, saya ingin membuka satu independen.
Personal Vision Statement – Pernyataan Visi Pribadi
Di dalam keluarga kami, kami saling mencintai dan saling mendukung satu dengan yang lainnya, membantu setiap yang lain untuk tumbuh dengan menggunakan karunia Allah yang khas, dan melayani orang lain dalam komunitas disekitar dimana kami tinggal.
Lesson Objectives – Tujuan Pembelajaran
setelah mengamati tanah dan air (condition), siswa (audience) diharapkan dapat membandingkan struktur tanah dengan struktur air (behavior) dengan tiga pembandingan (degree)
Renungan Visi Ilahi – Hari 9 Tuhan memenuhi kebutuhanmu
Diambil dari Footprints on the Moon, Living a Divinely Inspired Life Devotional by Dr Elizabeth Babatunde
Hari Ke 9
19 Engkau tidak meninggalkan mereka di padang gurun karena kasih sayang-Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan, begitu juga tiang api pada malam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui. 20 Dan Engkau memberikan kepada mereka Roh-Mu yang baik untuk mengajar mereka. Juga manna-Mu tidak Kautahan dari mulut mereka dan Engkau memberikan air kepada mereka untuk melepaskan dahaga. 21 Empat puluh tahun lamanya Engkau memberikan mereka makan di padang gurun. Mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak, dan kaki mereka tidak bengkak. 22 Engkau menyerahkan kepada mereka kerajaan-kerajaan dan bangsa-bangsa dan membagikan itu kepada mereka sebagai daerah perbatasan, sebab mereka duduki tanah dari Sihon, raja negeri Hesbon dan tanah dari Og, raja negeri Basan. 23 Engkau membuat anak-anak mereka menjadi banyak seperti bintang-bintang di langit dan membawa mereka ke tanah yang Kausuruh kepada nenek moyang mereka untuk dimasuki dan diduduki. (Nehemia 9:19-23)
Saat Allah memanggilmu untuk suatu tujuan tertentu, Ia juga yang akan memenuhi semua kebutuhan yang muncul untuk menyelesaikan tugas tersebut jika kita meminta dan berserah penuh kepada-Nya. Allah mampu memastikan bahwa kita tidak akan berkekurangan. Ketika kita mencoba untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara dan kekuatan kita sendiri, maka akan ada saat kita kehabisan tenaga, putus asa dan tidak mampu lagi. Ketika Allah memberimu visi, Ia juga yang akan memenuhi kebutuhanmu.
- Apakah saat ini anda sedang memiliki kebutuhan yang sepertinya tidak terpenuhi?
- Apakah ada saat ketika kita merasa tidak memiliki kekuatan ataupun sumber daya untuk menyelesaikan panggilan kita?
- Apakah berserah dan meminta pertolongan Allah adalah suatu hal yang sudah menjadi kebiasaan dan gaya hidup anda?
Percayalah pada Allah. Ia lebih dari mampu memenuhi kebutuhanmu
7 cara berkomunikasi yang membangkitkan gairah

Kepemimpinan adalah sebuah seni untuk mempengaruhi orang mencapai suatu tujuan tertentu. Artinya visi yang ditawarkan seorang pemimpin seharusnya hanya bisa terealisir ketika ia melibatkan orang lain. Dan bagaimana cara seorang pemimpin melibatkan orang? Tentu lewat komunikasi, dan komunikasi itu haruslah sesuatu yang membangkitkan gairah dan menginspirasikan sesuatu yang penting kepada orang yang mendengarnya. Berikut adalah daftar 7 cara berkomunikasi untuk meningkatkan apresiasi orang akan visi yang kita tawarkan, yang saya ambil dari artikel ini.
- Secara terus menerus memperlihatkan antusiasme dan gairah
- Mendorong orang melakukan tindakan
- Menawarkan keuntungan yang dibutuhkan orang lain
- Membagikan kisah yang melekat dalam ingatan
- Mengundang keterlibatan orang
- Membagikan perspektif yang optimistik
- Membangkitkan potensi orang
Satu aspek kepemimpinan adalah memikirkan tujuan apa yang hendak dicapai. Namun sebagian besar kerja justru terjadi untuk memastikan bahwa tujuan tersebut bisa tercapai, dan hal itu terjadi lewat keterlibatan orang dalam pencapaian visi. Bagaimana dengan anda? Apakah cara anda berkomunikasi telah membuat orang lain bergairah untuk terlibat dalam tujuan anda?
Renungan: Respons terhadap panggilan Allah (Keluaran 3 dan 4)
Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. … Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. … Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” (Kel 3:1-4)
Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” (Kel 3:10)
Saya percaya setiap orang memiliki panggilan dan misi dari Allah. Ada tugas yang diberikan kepada umat manusia ketika ia diciptakan, yang karena kejatuhan dalam dosa mengakibatkan ketidaksempurnaan, bahkan kerusakan dalam menjalankan tugas tersebut. Ada panggilan keselamatan, yang Tuhan berikan kepada semua orang, karena Ia ingin agar semua orang selamat dan mengalami hubungan yang sejati dengan Sang Pencipta. Ada juga panggilan yang bersifat spesifik dan unik, karena merupakan tugas seseorang dalam hubungannya dengan Rancangan Agung Allah. Alkitab berisi tokoh-tokoh yang menerima panggilan dan tugas dari Allah, dengan cara, metode, waktu yang berbeda-beda. Mulai dari Adam sampai Yesus, kedua belas murid dan Paulus, semuanya memiliki panggilan yang unik sesuai dengan konteksnya masing-masing.
Dari sudut manusia sendiri, akan ada 4 sikap yang berbeda sehubungan dengan panggilan Allah yang unik dalam hidup mereka:
- Ada yang merasa yakin dengan panggilan Allah yang kemudian menjadi visi mereka
- Ada yang sedang bergumul ketika menerima panggilan Allah
- Ada yang sedang mencari apa sebenarnya yang menjadi kehendak Allah
- Ada yang tidak terlalu peduli dengan apa yang jadi kehendak Allah, dan memilih untuk hidup bagi dirinya sendiri
Renungan ini dikhususkan kepada sikap yang kedua, ketika ada orang yang sedang bergumul dalam menyikapi panggilan Allah. Mereka mungkin merasa Allah telah menyatakan kehendak-Nya secara khusus bagi mereka, namun sedang mempertimbangkannya. Ada juga yang sedang ingin menguji kehendak Allah tersebut. Dalam renungan ini kita akan melihat bagaimana Musa memberi tanggapan ketika Allah memberi tugas dan panggilan yang spesifik baginya. Tanggapan yang diberikan Musa merupakan cerminan dari banyak orang percaya ketika menerima panggilan Allah.
7 Habits of Highly Defective People
Sebuah artikel yang bagus tentang 7 kebiasaan buruk yang sangat merusak.
- Berpikir pecundang - jika anda selalu berharap yang terjelek, hal itu juga yang sering anda dapatkan
- Berhenti bertumbuh – setiap hari adalah kesempatan dan tantangan untuk belajar, bertumbuh dan berubah. Jika anda masih sama saja dan tidak mengalami perubahan, artinya anda sedang tidak hidup..
- Tanpa tujuan – hidup hanya mengalir tanpa rencana atau tujuan
- Tidak mau berubah – perubahan adalah sesuatu yang tidak terhindarkan dalam hidup ini
- Rusak hubungan – mereka yang tidak dapat berhubungan dengan baik tidak akan hidup dengan baik
- Tidak mau membayar harga – siapa yang ingin mendapat sesuatu yang berharga harus mau berkorban dan bekerja keras
- Tidak mau mengambil resiko – satu-satunya cara yang aman adalah tidak melakukan apapun, namun tidak akan membuat perubahan dan pertumbuhan.
Adakah kebiasaan buruk di atas yang selama ini anda lakukan? Bagaimana cara mengubahnya? Adakah kebiasaan buruk lain yang perlu ditambah dalam daftar di atas?
5 pilar Kesuksesan
Seth Godin, dalam posting blog yang pendek, membagikan apa yang menjadi pilar kesuksesan:
1. Sungguh-sungguh melihat apa yang sebenarnya mungkin
2. Mengetahui secara spesifik apa yang ingin kau capai
3. Membuat keputusan yang baik
4. Memahami cara untuk menyelesaikan pekerjaan dan mengubah pikiran
5. Mendapatkan kepercayaan dan hormat dari orang di sekitar anda
Dalam hal apa dari kelima pilar di atas yang selama ini anda habiskan dalam bentuk waktu, pikiran dan sumber daya?
Karakteristik visi yang efektif
Hari-hari ini kami, baik sebagai organisasi Duta Pembaharuan, maupun sebagai pribadi-pribadi di lembaga sedang bergumul dengan visi. Visi Duta Pembaharuan sendiri sedang berkembang sesuai perkembangan pemahaman kami, yaitu seperti ini:
Menjadi motivator terciptanya pelayanan pemulihan yang alkitabiah di setiap gereja Tuhan di Indonesia (2003)
Menjadi fasilitator pertumbuhan yang diakui bagi Tubuh Kristus di Indonesia (2004)
Menjadi fasilitator pelayanan pemulihan yang Alkitabiah yang diakui oleh gereja dan organisasi Kristen di Indonesia (2006)
Sebagai hasil pelayanan pemulihan dan pengembangan pribadi oleh Duta Pembaharuan, akan hadir komunitas fasilitator pertumbuhan di seluruh Indonesia, sehingga Tubuh Kristus mengalami pembaharuan dalam hidup dan pelayanan (2007)
Sebagai hasil pelatihan pelayanan pemulihan yang dilakukan oleh Duta Pembaharuan, akan dihasilkan komunitas fasilitator pelayanan pemulihan yang menimbulkan kegerakan pemulihan dan pembaharuan tubuh Kristus di Indonesia ( 2008 )
Kalau dibahasakan secara informal, yang ingin kami lihat terjadi di Indonesia adalah:
- Adanya pelayanan pemulihan yang alkitabiah, yang tidak menjadi batu sandungan, namun justru diakui sebagai kebutuhan orang-orang percaya di Indonesia
- Adanya tim-tim pelayanan pemulihan yang tersebar di seluruh Indonesia yang melipatgandakan pelayanan pemulihan dan menolong orang-orang yang membutuhkan tanpa memandang suku, agama dan ras
- Masuknya prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang luhur dan kudus ke dalam kehidupan mainstream bangsa Indonesia
- Orang percaya di Indonesia sungguh-sungguh jadi berkat buat bangsa, karena bertumbuh dan hidup berpusatkan pada Allah, sehingga bisa menjadi garam dan terang bagi semua orang
Tapi mengubah daftar keinginan di atas menjadi sebuah pernyataan visi yang menggigit dan efektif, masih merupakan perjalanan panjang. Burt Nanus, dikutip dalam artikel The seven characteristics of a powerful visions memberi 7 ciri dari sebuah visi yang efektif:
- Appropriateness (Keserasian) – cocok dengan organisasi tersebut dan jamannya, sesuai dengan sejarah, budaya, dan nilai, konsisten dengan situasi saat ini, dan memberikan penilaian yang realistik dan berwawasan tentang apa yang bisa dicapai di masa depan
- Challenging (Menantang) – menerapkan standar yang tinggi dan merefleksikan nilai-nilai yang tinggi
- Set Direction (Memberi arahan) – menjelaskan tujuan dan arah, persuasif dan dapat dipercaya untuk memperlihatkan apa yang harus terjadi, memberi arahan yang terfokus dan memberi harapan dan janji akan masa depan yang lebih baik
- Inspirational (Memberi inspirasi) – menginspirasikan semangat dan menggerakkan komitmen, memperbesar dukungan bagi sang pemimpin karena memperlihatkan kebutuhan dan aspirasi orang banyak
- Understandable (Mudah dimengerti) – disajikan dengan baik dan mudah dipahami, dapat menjadi panduan untuk strategi dan tindakan, dan dapat diserap oleh mereka yang usahanya dibutuhkan untuk mengubah visi menjadi kenyataan
- Unique (Unik) – mencerminkan keunikan organisasi, kemampuannya yang berbeda, apa yang dipercayai, dan apa yang mereka mampu capai
- Ambitious (Ambisius) – memperlihatkan kemajuan dan memperbesar wawasan dari organisasi
Kalau dilihat dari indikator di atas, ternyata kami masih harus belajar banyak dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang sebelum bisa membuat pernyataan visi yang efektif. Ada masukan untuk pernyataan-pernyataan visi di atas?
Kepemimpinan 01. Proses Pencarian Visi
Visi adalah gambaran tentang masa depan yang kita harapkan terjadi. Visi adalah suatu komponen yang sangat penting dalam memaksimalkan kehidupan seseorang. Visi berhubungan dengan kehendak, tujuan, harapan dan semangat, yang semuanya itu akan membuat perbedaan antara kehidupan yang maksimal dan kehidupan yang seadanya. Karena itu penting bagi setiap orang percaya, apalagi bagi para pemimpin untuk memiliki visi yang diyakini sebagai curahan hati Allah yang dinyatakan bagi kita. Adalah bagian kita untuk meresponi hati Allah itu dengan cara yang kudus dan membawa sukacita, bagi Allah dan kita sendiri.
Kepemimpinan 01. Proses Pencarian Visi
01.1 Pemahaman Umum tentang visi
01.2 Visi pribadi & visi lembaga
01.3 Langkah-langkah pencarian dan penyelarasan visi
01.4 Pernyataan visi dan misi



Komentar