Tag Archive | tujuan

Renungan Visi Ilahi – Hari 5 Tuhan menggambarkan tujuan hidupmu

Diambil dari  Footprints on the Moon, Living a Divinely Inspired Life Devotional by Dr Elizabeth Babatunde

Hari Ke 5

14 Setelah Lot pergi, TUHAN berkata kepada Abram, “Dari tempat engkau berdiri itu, pandanglah baik-baik ke segala arah; 15 Aku akan memberikan kepadamu dan kepada keturunanmu seluruh tanah yang engkau lihat itu supaya menjadi milikmu selama-lamanya. 16 Aku akan memberikan kepadamu keturunan yang sangat banyak, sehingga tak seorang pun sanggup menghitung mereka. Sebagaimana orang tak dapat menghitung debu di tanah, demikian juga keturunanmu tidak akan dapat dihitung. 17 Sekarang, jelajahilah seluruh tanah ini, sebab Aku akan memberikannya kepadamu.”

Sangat penting bagi kita untuk bisa melihat dan menggambarkan mimpi sebelum kita dapat merealisasikannya. Adalah hal yang penting, seperti Abraham, untuk melihat tujuan yang Tuhan taruh di hati ada di depan mata, dan kemudian satu persatu terbuka dan tergenapi di hadapan kita. Dengan cara ini kita akan memiliki pengharapan, masa depan apa yang akan Tuhan munculkan bagi kita.  Kita menjadi bersemangat dan antusias untuk mengejar tujuan, karena kita sudah melihatnya di depan mata. Mata rohani yang terbiasa melihat masa depan dengan cara Tuhan akan terlatih untuk mengharapkan hal-hal besar yang sudah dipersiapkan Tuhan bagi kita.

  • Apa yang menjadi pengharapanmu di masa depan pada hari-hari ini?
  • Apa yang kau bayangkan dalam hati ketika sedang merenungkan masa depanmu?
  • Apa yang menyulitkan atau menghambatmu untuk melihat gambaran masa depan?

Berdoa meminta Tuhan membuka mata rohani dan hati kita dan menaruh gambaran-Nya tentang masa depan bagi kita 

Read More…

Komunitas Tumbuh: Bertumbuh secara bertujuan bersama-sama

Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. (Amsal 21:5)


Pertanyaan ‘Apakah anda sedang bertumbuh?” mudah dijawab dengan ‘Ya’ atau ‘Tidak/Belum’, walaupun mungkin orang masih akan bertanya juga, ‘Bertumbuh seperti apa?”. Jikalau ditanya ‘Apakah anda, secara bertujuan, sedang bertumbuh bersama-sama’ mungkin akan menimbulkan lebih banyak pertanyaan lagi, seperti:

  • Apa maksudnya secara bertujuan, apakah ada pertumbuhan yang tidak bertujuan?
  • Seperti apakah bertumbuh yang bersama-sama?
  • Siapakah yang dimaksud dengan bersama-sama itu?

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ‘Bertumbuh secara bertujuan bersama-sama’?

Read More…

Membuat Pernyataan Tujuan

Memiliki tujuan yang jelas adalah bagian yang penting dalam sebuah perencanaan, apakah itu rencana kerja dalam sebuah proyek, rencana menulis artikel atau buku, maupun juga rencana hidup kita sendiri. Ketika tujuan tersebut dituliskan sehingga dapat dimengerti dan disebarluaskan, maka kita menyebutnya sebagai Pernyataan Tujuan (Objective Statement) yang akan menggambarkan tujuan dan hasil yang kita harapkan.

Biasanya setelah merenungkan selama beberapa lama, kita sering merasa sudah memiliki tujuan yang jelas. Kita juga mungkin bisa mencoba menjelaskannya pada orang lain, dan mereka akan mengerti. Namun ketika menyatakannya dalam bentuk tulisan yang cukup singkat, yang kemudian dapat dimengerti dengan jelas dan dipahami oleh orang lain, sepertinya merupakan tantangan tersendiri bagi beberapa orang. Karena saya sendiri termasuk orang yang berusaha untuk dapat menuliskan tujuan saya dengan cukup jelas, maka saya mencoba untuk memaparkan langkah-langkah untuk menuliskan sebuah pernyataan tujuan.

 

Sebuah pernyataan tujuan yang ditulis dengan baik akan memberikan gambaran yang jelas akan hasil maupun usaha yang anda harapkan dari kegiatan yang sedang direncanakan. Tujuan yang hendak dicapai tersebut bisa berupa Goal – yang umumnya lebih umum dari pada Objectives - yaitu pernyataan tujuan yang memiliki sifat spesifik, singkat, dan dapat diamati ataupun diukur

Saat membuat pernyataan tujuan, kita perlu memikirkan dan memikirkan ulang hal-hal berikut:

  • Program seperti apa yang sedang kita rencanakan 
  • Apa yang menjadi kehendak kita
  • Siapa yang menjadi sasaran program tersebut
  • Apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan orang yang menjadi sasaran program
  • Hasil seperti apa yang ingin kita lihat. 

Langkah-langkah membuat Pernyataan Tujuan:

  1. Rumuskan terlebih dahulu apa yang menjadi kehendak kita – Hasil apa yang kita bayangkan akan terjadi ketika kita melakukan sebuah program. Bertanyalah pada diri sendiri: “Hal menarik apa yang ingin saya lihat saat program ini selesai dijalankan”
  2. Rumuskan apa yang menjadi kebutuhan mereka yang menjadi sasaran program kita. Bertanyalah pada diri sendiri: “Kebutuhan orang seperti apa yang akan terpenuhi ketika program ini selesai dijalankan”
  3. Rumuskan kondisi apa yang perlu terjadi pada orang-orang yang menjadi sasarkan program kita. Bertanyalah pada diri sendiri: “Perilaku seperti apa yang perlu dilakukan oleh orang-orang untuk menyelesaikan program ini”. 
  4. Rumuskan apa yang akan terjadi jika program yang kita lakukan berhasil. Ini akan menjadi kriteria sukses kita. Bertanyalah pada diri sendiri: “Jika program saya berhasil, tindakan apa yang akan dilakukan oleh orang-orang, atau perubahan apa yang akan terjadi pada orang yang menjadi sasaran program”

Jika kita sudah memikirkan langkah-langkah di atas, kita sudah siap menuliskan Pernyataan Tujuan kita. Beberapa hal yang perlu kita persiapkan ketika menuliskan Pernyataan Tujuan adalah:

  • Tujuan ini seharusnya berhubungan dengan tindakan dan perilaku yang berada di dalam kendali kita. 
  • Lebih baik jika pernyataan tujuan itu mencerminkan tiga aspek: perilakukondisi dan kriteria. Perilaku biasanya dinyatakan dengan kata kerja aktif. Kondisi menyatakan apa yang perlu dilakukan atau dicapai oleh sasaran program. Kriteria adalah bagaimana kita akan mengukur keberhasilan program yang telah dilakukan.
  • Apakah aspek perilaku, kondisi dan kriteria keberhasilan ini merupakan sesuatu yang dapat diamati dan diukur? Kita akan dapat menentukan indikator keberhasilan jika aspek-aspek ini dapat diukur. 

Pernyataan tujuan ini akan memiliki fungsi yang berbeda-beda, tergantung anda menggunakannya untuk tujuan apa. Dibawah ini ada beberapa contoh pernyataan tujuan yang orang lain tuliskan untuk maksud yang berbeda-beda. Penggunaan yang berbeda juga akan memberikan nuansa yang berbeda dalam cara kita merumuskan pernyataan tujuan ini, walaupun memulainya dengan langkah-langkah di atas.

Career Objective Statement – Pernyataan Tujuan untuk Karir

Bercita-cita untuk posisi copywriter, agen iklan untuk bekerja di sana selama lima tahun. Dengan modal investasi setelah pengalaman kerja yang cukup, bermimpi untuk memiliki agen iklan yang independen.

Tujuan karir saya adalah untuk menjadi ceo rumah penerbitan terkemuka dan mempromosikan penerbitan karya penulis yang berbakat dan berjuang untuk mendapatkan tempat di media. Memiliki rumah penerbitan telah impian saya selama 6 tahun dan sekarang setelah cukup pengalaman sebagai manajer rumah penerbitan, saya ingin membuka satu independen.

Personal Vision Statement – Pernyataan  Visi Pribadi

Di dalam keluarga kami, kami saling mencintai dan saling mendukung satu dengan yang lainnya, membantu setiap yang lain untuk tumbuh dengan menggunakan karunia Allah yang khas, dan melayani orang lain dalam komunitas disekitar dimana kami tinggal.

Lesson Objectives – Tujuan Pembelajaran

setelah mengamati tanah dan air (condition), siswa (audience) diharapkan dapat membandingkan struktur tanah dengan struktur air (behavior) dengan tiga pembandingan  (degree)

Renungan Visi Ilahi – Hari 1 Tuhan memiliki tujuan untuk hidupmu

Diambil dari  Footprints on the Moon, Living a Divinely Inspired Life Devotional by Dr Elizabeth Babatunde

Hari Ke 1

Psalm 139:13-18  13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.  14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.  15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;  16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.  17 Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!  18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau. 

 

Kita diciptakan untuk sebuah tujuan. Tujuan memperlihatkan apa yang Tuhan taruh di hati kita: peran yang harus dipenuhi, tempat yang telah ditentukan untuk didatangi, dan kebutuhan yang perlu diisi. Pencapaian tujuan yang sepertinya mustahil hanya mungkin terjadi ketika ada pemberdayaan ilahi.

  • Apakah engkau merasa sedang menjalani tujuan Tuhan yang unik dan spesifik dalam hidupmu hari-hari ini?
  • Apakah engkau memiliki tujuan dan cita-cita dalam hidupmu, yang sudah dipergumulkan dengan Tuhan?
  • Apakah pernah engkau meminta Tuhan menunjukkan apa kehendak-Nya dalam hidup secara spesifik?
Mintalah kepada Tuhan, tujuan apa yang sedang Ia taruh dalam hatimu untuk engkau genapi!

Read More…

Strategi Pembelajaran: 7 langkah mempersiapkan tujuan pembelajaran yang jelas

Tujuan yang jelas sangat diperlukan untuk merancang sebuah sistem pembelajaran yang tepat guna. Dengan memiliki tujuan yang jelas, perencanaan akan menjadi lebih mudah, demikian juga dengan pengukuran dan evaluasi. Seorang guru perlu memperhatikan aspek-aspek penting yang dibutuhkan saat merancang modul pembelajaran yang bertujuan jelas. Langkah-langkah ini diambil dari dari Buku How To Teach So Students Remember, Marilee Sprenger.

  1. Expectations (Pengharapan). Ini adalah sasaran, standar, tujuan ataupun performance descriptor yang menjadi harapan agar dicapai oleh para  murid.
  2. Enduring Understandings (Pemahaman yang melekat). Dari pengharapan yang telah dirumuskan, hal apa yang kita harapkan dipahami oleh para murid? Apa yang merupakan kehendak kita?
  3. Essential Questions (Pertanyaan penting). Rumuskan pemahaman di atas dalam bentuk pertanyaan, yang bisa dimulai dengan “mengapa” dan “bagaimana”. Ini adalah pertanyaan terbuka yang memberi kesempatan bagi pelajar untuk menemukan sendiri jawabannya.
  4. Evidence (Bukti). Bagaimana para pelajar memperlihatkan kepada guru bahwa mereka benar-benar telah memahami?
  5. Evaluation (Evaluasi). Ciptakan proses evaluasi yang cocok dengan pemahaman yang kita harapkan.
  6. Entry Points (Jalan Masuk). Bagaimana kita akan memulai memecah gambar besar yang mau diajarkan dalam konsep-konsep yang lebih kecil yang akan menarik minat murid.
  7. Experiences (Pengalaman). Rancanglah program pembelajaran agar cocok dengan tujuan dan evaluasi, dengan menggunakan 7 Langkah Pembelajaran yang memperkuat daya ingat.

Inilah aspek-aspek yang perlu diperhatikan saat kita sebagai guru merancang suatu modul pembelajaran yang bertujuan jelas.

Asumsi Pengembangan dan Pembelajaran Pribadi

Saya mendefinisikan sukses dalam 3 indikator (dari Maxwell):
1. Mengetahui panggilan pribadi
2. Memaksimalkan hidup berdasarkan panggilan pribadi
3. Menolong orang lain menjadi maksimal

Berarti keberhasilan saya dalam hidup ini akan tergantung pada seberapa besar keberhasilan saya dalam mengembangkan diri, yang dimulai dengan mengetahui panggilan dan kemudian memaksimalkan hidup berdasarkan panggilan tersebut. Karenanya ada beberapa asumsi penting yang mendasari pengembangan diri yang maksimal. Dalam pelatihan Core Coaching Skill (Creative Results Management) beberapa asumsi pengembangan diri tersebut adalah:

Saya Memiliki Panggilan Tersendiri.
Allah secara unik menciptakan saya untuk menjadi seseorang yang istimewa dan melakukan hal yang istimewa pula. Keunikan ini berarti saya akan memiliki perbedaan-perbedaan dengan orang lain, namun perbedaan ini tidak membuat saya lebih baik (atau lebih buruk) dari orang lain. Namun perbedaan ini adalah karunia Tuhan yang menuntut saya untuk hidup maksimal berdasarkan konteks saya pribadi, dan bukan meniru konteks orang lain.

Saya Bertanggung Jawab Terhadap Pengembangan Pribadi Saya Sendiri.
Saya,bertanggung jawab terhadap pengembangan pribadi atau pembelajaran diri saya sendiri. Saya tidak perlu menunggu untuk diajari. Saya memiliki cara yang unik untuk belajar, dan adalah tanggung jawab saya untuk secara maksimal bertumbuh dengan cara yang sesuai dengan kondisi dan situasi saya.

Saya Harus Berkembang Secara Holistik.
Banyak orang yang terfokus hanya pada pertumbuhan ketrampilan mereka atau pada bidang tertentu yang terasa mudah kepada mereka. Dalam hal ini, mereka dapat menjadi tidak seimbang, karena kelemahan yang mereka punyai akan menyebabkan masalah dalam kehidupan meraka. Yesus berkembang dengan cara holistik, hal ini dapat kita lihat seperti apa yang tertulis dalam Lukas 2:52, “Dan Yesus makin bertambah besar dalam hikmah dan kekuatanNya, dan semakin dikasihi oleh Allah dan sesama manusia”. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa ada 4 bidang dalam pengembangan pribadi seseorang, yaitu: intelektual, fisik, spiritual, dan sosial. Markus 12:28-31 menyebutkan bahwa kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, jiwa, akal budi, dan kekuatan, dan juga mengasihi sesama. Dan dari 2 ayat tersebutlah kita dapat belajar mengenai pengembangan yang holistik

Saya Membutuhkan Orang Lain Untuk membantu Saya.
Saya tidak dapat bertumbuh dan menjadi dewasa dengan mengandalkan diri sendiri. Saya membutuhkan orang lain untuk membantu. Saya adalah bagian dari mahluk sosial yang berinteraksi dengan orang lain, dan interaksi itu dapat membuat saya menjadi lebih baik atau lebih buruk. Adalah tanggung jawab saya untuk menggunakan hubungan saya sebagai alat pertumbuhan yang sehat.

Saya Harus Terfokus pada proses dan tujuan
Orang dewasa belajar dengan lebih baik melalui dialog dan penemuan, daripada jika seseorang mengajar mereka. Orang yang belajar harus bertindak aktif dalam memilih topik, perenungan, mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, dan menerapkan pengajaran. Saya bertanggung jawab untuk mengutamakan proses pengembangan diri saya dengan melihat tujuan akhir, dan tidak bergantung pada orang atau situasi.

Kesejahteraan 06.4 Pemulihan Komunikasi Keluarga

Kita telah melihat kecenderungan keluarga-keluarga yang bermasalah dalam aspek komunikasi mereka. Untuk itu kita perlu memperbaiki dan memulihkan apa yang sudah rusak dalam kebiasaan keluarga berkomunikasi. Pemulihan komunikasi keluarga adalah salah satu aspek yang perlu dibenahi agar keluarga semakin menjadi seperti yang dikehendaki Allah.

A    Aspek-aspek yang perlu dibenahi:

Pemulihan tujuan & komitmen

  • Banyak pasangan yang memasuki pernikahan dengan cara dan tujuan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Suami istri perlu mengambil waktu untuk meluruskan kembali apa yang menjadi tujuan dan harapan mereka dalam pernikahan.
  • Suami dan istri juga perlu memperbaharui komitmen dalam pernikahan. Perlu ada waktu-waktu tertentu untuk merenungkan ulang dan memperbaharui komitmen ini dalam konteks dan suasana yang berbeda, misalnya: ulang tahun pernikahan, setelah mengatasi konflik yang cukup besar dll.
  • Kembali kepada Kristus sebagai kepala keluarga Kristus sebagai kepala keluarga yang memampukan kita melalui hidup ini dengan cara pandang dan keputusan-keputusan ilahi

Belajar memahami satu sama lain

  • Memahami perbedaan laki-laki dan perempuan: Suami istri perlu saling memahami dan menghargai perbedaan antara laki-laki dan perempuan, demikian juga orang tua perlu memahami perbedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan.
  • Memahami perbedaan orang dewasa dan anak-anak
  • Memahami kebutuhan: (i) Orang perlu belajar untuk menjadi lebih peka dan mengetahui kebutuhan orang lain. Kebutuhan itu belum tentu sesuatu yang ia nyatakan, dan bisa jadi merupakan sesuatu hal yang tersembunyi. Kita perlu belajar untuk memahami kebutuhan orang-orang yang kita kasihi (ii) Pada saat yang sama, orang juga perlu belajar untuk menyatakan apa kebutuhan mereka dengan cara yang baik. Tidak semua orang memiliki kepekaan untuk tahu kebutuhan orang lain, dan tidak ada satu orang pun yang bisa dengan benar menerka kebutuhan orang lain. Cara yang aman untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan adalah dengan menyatakannya dengan cara yang bijak.
  • Belajar mendengarkan dan berempati
  • Belajar tampil terbuka dan apa adanya

Memperluas keterampilan dan cara berkomunikasi.
Komunikasi adalah salah satu pernyataan kasih kita kepada orang lain. Dengan berkomunikasi yang baik, kita telah menyatakan kasih kita kepada orang lain dengan cara yang baik pula. Karenanya kita perlu belajar untuk menjadi lebih kreatif dalam berkomunikasi kita sebagai ungkapan kasih kepada anggota keluarga yang lain.
a.    Berkomunikasi dengan kata-kata yang positif:

  • perbanyak pujian dan dukungan yang tulus, dan mengurangi kritikan atau kecaman
  • Secara berkala menyatakan penghargaan dan kasih kita kepada satu sama lain

b.    Berkomunikasi yang baik dengan bahasa tubuh yang baik:

  • Memeriksa bahasa tubuh dan komunikasi non verbal lainnya untuk melihat adakah hal-hal yang menghalangi keintiman
  • Memperbanyak sentuhan, tatapan yang penuh kasih dll.

Memperluas keterampilan mengelola konflik

  • Mengenali hal-hal yang memicu konflik, dan berusaha untuk membereskannya
  • Keterampilan mengendalikan amarah:Anggota keluarga perlu belajar (dan juga diajar) untuk marah dengan cara yang benar. Bagi suami istri, penting untuk saling berkomitmen akan batasan-batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat kita sedang marah. Anak-anak perlu diajar bagaimana mengungkapkan kemarahan mereka dengan cara yang baik dan benar
  • Trampil dalam mengakui kesalahan
  • Berpusat dalam mencari solusi untuk permasalahan yang sedang dihadapi

5.    Hidup dalam kasih karunia:

  • Pengampunan
  • Melepaskan penghakiman
  • Menerima satu sama lain

B    Hasil pemulihan komunikasi

  1. Keintiman yang semakin erat satu sama lain
  2. Kekuatan untuk melewati krisis dengan cara yang sehat
  3. Sukacita yang didapatkan lewat hubungan yang diberkati Tuhan
  4. Berkat-berkat Allah buat keluarga tidak terhalang, dan tercurah sepenuhnya

7 Habits of Highly Defective People

Sebuah artikel yang bagus tentang 7 kebiasaan buruk yang sangat merusak.

  1. Berpikir pecundang - jika anda selalu berharap yang terjelek, hal itu juga yang sering anda dapatkan
  2. Berhenti bertumbuh – setiap hari adalah kesempatan dan tantangan untuk belajar, bertumbuh dan berubah. Jika anda masih sama saja dan tidak mengalami perubahan, artinya anda sedang tidak hidup..
  3. Tanpa tujuan – hidup hanya mengalir tanpa rencana atau tujuan
  4. Tidak mau berubah – perubahan adalah sesuatu yang tidak terhindarkan dalam hidup ini
  5. Rusak hubungan – mereka yang tidak dapat berhubungan dengan baik tidak akan hidup dengan baik
  6. Tidak mau membayar harga – siapa yang ingin mendapat sesuatu yang berharga harus mau berkorban dan bekerja keras
  7. Tidak mau mengambil resiko – satu-satunya cara yang aman adalah tidak melakukan apapun, namun tidak akan membuat perubahan dan pertumbuhan.

Adakah kebiasaan buruk di atas yang selama ini anda lakukan? Bagaimana cara mengubahnya? Adakah kebiasaan buruk lain yang perlu ditambah dalam daftar di atas?

Renungan Hidup yang Bermakna: Yoh 7

Kehidupan yang sejati, hidup yang memiliki makna dan arti yang sejati, kita dapatkan ketika mengalami perjumpamaan dengan Yesus. Ia menyentuh hidup kita, dan mengubah yang tidak berharga dan sia-sia menjadi sesuatu yang bernilai kekekalan. Namun ketika hidup kita diubahkan, itu tidak berarti bahwa kehidupan menjadi mudah, atau akan mengalir dengan lancar. Dalam banyak hal, hidup yang bermakna adalah hidup yang mengalami tantangan dan perlawanan. Bagaimana kita mengetahui hal tersebut? Karena jika kita melihat apa yang terjadi pada Yesus pada Yoh 7 ini, Ia yang memiliki tujuan yang sangat mulia dan berarti, justru Yesus juga yang mendapat tantangan dan perlawanan dari orang-orang di sekelilingnya. Pada saat yang sama, keberadaan Yesus tidak bisa diabaikan begitu saja. Orang bertanya-tanya dan berusaha untuk menjelaskan siapa Yesus. Itu karena Ia hidup dengan tujuan yang begitu jelas, dan tujuan itu perlu mendapat reaksi yang jelas juga.

Tantangan dan perlawanan yang dihadapi:

  • Orang berusaha untuk membunuh-Nya (ay.1, 19, 25)
  • Saudara-saudara-Nya sendiri yang tidak mempercayai Yesus (ay. 5)
  • Orang-orang yang berusaha menangkap Yesus (ay. 30, 44)

Reaksi orang:

  • Kekaguman (ay. 15)
  • Bingung, tidak mengerti (ay. 35)
  • Percaya (31, 41)

Menarik bahwa satu alasan mengapa banyak orang, baik rakyat jelata maupun pemimpin yang tidak mempercayai Yesus adalah karena mereka tahu siapa Dia dan asal Yesus, dan mereka tidak bisa menerima bahwa orang dengan asal-usul seperti Yesus adalah Orang yang Diurapi, Sang Mesias.

Bagaimana dengan kita? Mungkin ada yang memiliki asal-usul yang tidak jelas, karena tidak diketahui siapa orang tuanya. Ada yang punya latar belakang yang gelap, bergelimang kejahatan pada masa yang lalu. Ada yang pernah melakukan kesalahan, dan hidup menanggung konsekuensi kesalahan itu. Tidak peduli apa latar belakang hidup kita, tanpa Yesus sebagai pemilik kehidupan itu, sebenarnya tidak memiliki arti yang bernilai kekekalan. Namun ketika Yesus menyentuh hidup kita, Ia akan mengubah tujuan hidup kita menjadi tujuan hidup Allah, dan yang bernilai mulia dan kekal. Ada tantangan, ada perlawanan, ada masalah dalam hidup kita. Tapi karena kita memiliki tujuan yang jelas, kita mau melewati hidup ini dalam kasih, kuasa dan kebenaran Allah yang akan kita hidupi sehari-hari.

Pembelajaran orang dewasa: Tujuan-tujuan

Apakah yang menjadi tujuan dari pembelajaran orang dewasa secara kristiani?

Secara umum pembelajaran kristen seharusnya memiliki tujuan-tujuan berikut:

  • berpikir secara kristiani – ketika orang memiliki worldview dan paradigma yang didasari kebenaran Alkitab
  • bertindak dalam ketaatan akan kehendak Allah – ketika orang
    memiliki kemauan untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Penciptanya
  • memiliki hati yang mengasihi Allah dan manusia – ketika motivasi untuk kehidupan ini adalah kasih, kepada Allah dan sesama manusia

Tujuan-tujuan secara khusus:

  • Pembelajaran orang dewasa haruslah bertujuan untuk mengembangkan
    pembelajar yang mandiri, yang dapat memelihara pertumbuhan mereka
    sendiri dari alkitab
  • Pembelajaran orang dewasa yang efektif akan meolong pembelajar
    untuk mereformasi teologi mereka dalam perspektif pengalaman hidup yang
    berubah, sehigga mereka dapat menerapkan kebenaran slkitab pada situasi
    mereka saat ini
  • Pembelajaran orang dewasa haruslah menolong orang berpikir dalam kerangka kebenaran firman allah yang absolut.
  • Pembelajaran orang kristen dewasa haruslah menolong orang untuk beraksi pada transisi kehidupan dengan benar
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 612 other followers