Tag Archive | Teosentris

Tanda-tanda orang yang sudah maju dalam pengenalan akan Allah

Apa yang terjadi pada diri kita jika perjalanan kita dalam mengenal Allah sudah pada jalur yang benar? Packer, dalam bukunya Mengenal Allah memberi contoh kehidupan Daniel dan teman-temannya seperti yang tertulis dalam Kitab Daniel sebagai contoh orang yang mengenal Allah. Dan memang sepanjang kitab tersebut kita akan menyaksikan iman dan kehidupan dari orang-orang yang menjadikan pengenalan akan Tuhan sebagai kebutuhan utama. Beberapa tanda itu adalah:

  • sensitif akan kehendak Tuhan
  • melihat segala sesuatu dari sudut pandang Tuhan
  • berani bertindak karena Tuhan menyertai
  • mengalami kepuasan karena mengenal Allah

Read More…

Pentingnya Mengenal Allah secara pribadi

Mengapa mengenal Allah merupakan prioritas utama dalam kehidupan manusia?

1. Pengenalan akan Allah akan membawa kita ke dalam hidup yang kekal

 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yoh 17:3)

Ketika kita mengenal Allah yang benar secara pribadi, yaitu Dia yang dinyatakan oleh Kristus, maka kita juga telah mendapatkan hidup yang sehidup-hidupnya, yaitu hidup yang seperti dirancangkan Allah sejak penciptaan, namun telah rusak sejak manusia memberontak kepada-Nya

2. Pengenalan akan Allah akan membawa sukacita yang paling besar pada kita

Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,  tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” (Yer 9:23-24)

Manusia mencari sejahtera dan kepuasan di dalam hidupnya. Namun sesungguhnya semua itu akan didapatkan saat kita mengenal Dia secara pribadi, karena sang Pencipta akan memberikan yang terbaik bagi hidup kita, yang paling sesuai dengan rancang bangun kita masing-masing.

3. Pengenalan akan Allah membawa sukacita yang besar bagi Allah, pencipta kita

Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. (Hos 6:6)

Hidup sejati yang kita alami dengan mengenal Allah secara pribadi juga membawa kesukaan bagi Dia, karena apa yang Ia rancangkan menjadi kenyataan dalam hidup kita. Allah memberi manusia kehendak bebas untuk memilih apa yang terbaik menurutnya, dan ketika seseorang memilih untuk mengenal Allah, hal itu sungguh menyukakan Dia.

Kesejahteraan 01.1 Tanda-tanda jiwa yang tidak terpelihara dengan baik

Pemahaman

Hari-hari ini banyak orang yang sedang merasa cemas dalam kehidupannya. Krisis keuangan global. Harga-harga kebutuhan pokok yang terus meningkat. Bencana alam dan kerusuhan. Pendidikan yang sulit terjangkau. Sakit-penyakit. Setiap hari orang dipaksa untuk berpikir dan bekerja keras agar dapat memiliki hidup yang sejahtera.

Namun kesejahteraan hidup bukan bersifat jasmani saja. Bahkan setiap hari ada saja hal-hal yang mengganggu ketenangan manusia. Kehilangan orang yang dikasihi. Kekecewaan ketika gagal meraih yang dicita-citakan. Kesedihan. Kemarahan yang meledak ketika apa yang kita inginkan tidak tercapai. Ketakutan dan keragu-raguan, apalagi ketika harus mengambil suatu keputusan. Sementara yang lain bergumul dengan kebosanan di dalam hidup dan perasaan yang hampa.

Sepertinya hidup adalah rangkaian masalah yang disambung dengan masalah yang lain. Yang bisa dilakukan hanyalah sekedar bertahan hidup. Banyak orang yang menghabiskan malam seperti Ayub, yang di dalam Ayub 7:4 berkata “Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari”. Dan hal ini dialami baik oleh orang percaya maupun mereka yang belum percaya.

Bagi orang percaya sebenarnya ada janji yang diberikan oleh Tuhan Yesus, yang dalam Yoh 14:27 berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Ada Roh Kudus yang menjadi penghibur, yang akan mengajarkan, mengingatkan dan memberi kekuatan bagi orang yang percaya. Seharusnya orang percaya telah mendapatkan kepuasan dan kesejahteraan di dalam Tuhan.

Namun bagaimana kenyataaannya… Read More…

Kesejahteraan 01 Kesejahteraan Jiwa: bagaimana memiliki jiwa dan hidup yang terpelihara

Ringkasan
Semua orang mencari hidup yang sejahtera dan bahagia, dan banyak yang mencoba memenuhinya dengan bekerja, pelayanan, bersosial, berkeluarga dll. Namun sebenarnya kesejahteraan hidup di mulai dari jiwa yang sejahtera. Kita perlu memberi perhatian dan memelihara jiwa kita, sehingga memiliki kesejahteraan jiwa, yaitu jiwa dan hidup yang terpelihara, dan tertata dengan baik. Ketidaksejahteraan jiwa dimulai ketika kebutuhan-kebutuhan manusia yang paling dalam tidak terpenuhi. Dan jalan pertama untuk memenuhinya adalah dengan memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, pencipta dan sumber kehidupan kita. Namun sayang, banyak orang percaya yang jiwanya tidak terpelihara dengan baik, walaupun ia sudah bersungguh-sungguh percaya dan melayani Tuhan. Hal ini terjadi karena kita sendiri pun sering tidak menyadari akan kebutuhan ini. Artikel ini berusaha untuk menjelaskan bagimanakah kondisi jiwa yang tidak terpelihara, mengapa itu terjadi, apa akibatnya dalam hidup, serta bagaimana cara memiliki jiwa dan hidup yang terpelihara dengan baik.

01. Kesejahteraan Jiwa

01.1 Tanda-tanda jiwa yang tidak terpelihara dengan baik
01.2 Penyebab jiwa yang tidak terpelihara dengan baik
03.3 Akibat jiwa yang tidak terpelihara dengan baik
04.4 Bagaimana memiliki jiwa yang terpelihara dengan baik

To Know God Personally!

Pertanyaan pertama yang diajukan oleh Westminster Cathecism, bertanya:

Untuk apakah manusia diciptakan?

Suatu pertanyaan yang sangat mendasar karena mempengaruhi alasan, motivasi dan tujuan manusia untuk hidup. Dalam kotbahnya di Athena yang sangat kognitif dan rasional, Paulus memberikan alasan tentang keberadaan manusia, yaitu

Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,  supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.  Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. (Kis 17:26-28)

Dikatakan bahwa tugas manusia adalah mencari, menjamah dan menemukan Allah. Mengapa? Read More…

To know God personally, make Him known wholly, and enjoy HIM communally

Selama beberapa tahun saya mendapat kesempatan untuk melayani teman-teman YWAM di bawah pimpinan Bu Ria Gwynek, Salatiga. Mereka memiliki motto: To know God and to make Him Known. Saya sangat terkesan dengan motto tersebut karena saya merasa bahwa tugas saya yang terutama dalam hidup ini adalah untuk mengenal siapa pencipta saya. Pada saat yang sama juga saya sedang menikmati buku John Piper, Desiring God, yang memiliki tema bahwa tugas kita adalah menikmati Sang Pencipta. Saya juga sedang banyak berpikir tentang komunitas dan relasi/hubungan, baik hubungan vertikal, hubungan horizontal dan dengan diri sendiri. Dari tiga pendekatan ini saya mencoba merumuskan apa yang menjadi tugas saya dalam dunia ini, yaitu:

To know God personally, make Him known wholly, and enjoy HIM communally.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda setuju bahwa ini adalah tugas manusia yang terpenting?

Related:

To Know God Personally!

Pentingnya Mengenal Allah secara pribadi

Tanda-tanda orang yang sudah maju dalam pengenalan akan Allah

Menemukan makna Hidup

Prinsip-prinsip Dasar tentang Kesembuhan (Ringkasan)

Kesembuhan sangatlah dicari oleh mereka yang sedang sakit. Namun agar sungguh-sungguh sembuh, kita perlu menerapkan prinsip-prinsip yang terjadi dalam penyembuhan seorang lumpuh selama 38 tahun, seperti yang tertulis dalam Yoh 5:2-7.

Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.

  • Banyak orang sakit di dunia ini. Pernyataan ini benar 2 ribu tahun yang lalu, dan tetap benar sampai sekarang. Sakit itu bisa berupa sakit fisik, kejiwaan atau rohani. Namun tidak semua orang tahu bahwa ia sedang mengidap penyakit, apalagi bila itu adalah sakit secara mental dan rohani.

Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.

  • Kesembuhan membutuhkan perjuangan. Ada harga yang harus dibayar untuk mengalami kesembuhan.

Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”

  • Sebesar apapun keinginan kita untuk sembuh, Tuhan sudah terlebih dahulu berhasrat agar kita sembuh. Namun Ia tidak pernah memaksa orang untuk berubah. Kesembuhan berasal dari Tuhan, namun manusia pun memiliki kehendak bebas, dan Tuhan tidak akan memanipulasi orang untuk mengikuti kehendak-Nya.

Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”

  • Manusia adalah mahluk yang terintegrasi. Kesakitan pada satu aspek, misalnya fisik, dapat merembet pada aspek yang lain, misalnya jiwa ataupun rohani dan sebaliknya.

Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

  • Kesembuhan ada di tangan Tuhan, namun kewajiban manusia untuk meresponi pekerjaan Tuhan. Agar sembuh, kita wajib “bangun, mengangkat tilam dan berjalan” sesuai kehendak Tuhan.

Lakukan perubahan! Lakukan pembaharuan!

Prinsip-prinsip Dasar tentang Perubahan (Ringkasan) – 2 Raja-raja 6:1-7

Prinsip-prinsip Dasar tentang Perubahan (Ringkasan)
2 Raja 6:1-7

Pada suatu hari berkatalah rombongan nabi kepada Elisa: “Cobalah lihat, tempat tinggal kami di dekatmu ini adalah terlalu sesak bagi kami.

  • Perubahan biasanya terjadi ketika orang merasa tidak nyaman dalam hidupnya.

Baiklah kami pergi ke sungai Yordan dan masing-masing mengambil satu balok dari sana, supaya kami membuat tempat tinggal untuk kami.” Jawab Elisa: “Pergilah!”

  • Perubahan membutuhkan komitmen dan perencanaan yang matang

Lalu berkatalah seorang: “Silakan, ikutlah dengan hamba-hambamu ini.” Jawabnya: “Baik aku akan ikut.”

  • Perubahan biasanya membutuhkan teladan dan mentor yang dapat menjadi pandu dalam membentuk kebiasaan yang baik

Maka ikutlah ia dengan mereka. Setelah mereka sampai di sungai Yordan, merekapun menebang pohon-pohon.

  • Perubahan membutuhkan tindakan yang nyata. Just do it!

Dan terjadilah, ketika seorang sedang menumbangkan sebatang pohon, jatuhlah mata kapaknya ke dalam air. Lalu berteriak-teriaklah ia: “Wahai tuanku! Itu barang pinjaman!”

  • Perubahan akan mengalami tantangan dan masalah

Tetapi berkatalah abdi Allah: “Ke mana jatuhnya?” Lalu orang itu menunjukkan tempat itu kepadanya. Kemudian Elisa memotong sepotong kayu, lalu dilemparkannya ke sana, maka timbullah mata kapak itu dibuatnya.

  • Perubahan dimulai dari perubahan yang kecil yang kemudian akan mengakibatkan perubahan yang besar

Lalu katanya: “Ambillah.” Orang itu mengulurkan tangannya dan mengambilnya.

  • Perubahan membutuhkan perayaan kemenangan untuk setiap keberhasilan yang terjadi, seberapapun kecilnya


Mulailah berubah! Jadilah sang pembaharu!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 612 other followers