Dialog Konseling – bagaimana melakukan Tanya Jawab dalam proses konseling

Konseling adalah sebuah proses pertolongan yang menggunakan komunikasi sebagai alat utamanya. Karenanya penting dalam situasi konseling untuk menguasai keterampilan komunikasi, terutama karena banyak situasi konseling akan terjadi dalam bentuk proses tanya jawab antara konselor dan konseli. Artikel ini membahas bagaimana cara melakukan tanya jawab dalam situasi konseling.

Tujuan Tanya Jawab

Tanya Jawab adalah percakapan professional antara seseorang yang membutuhkan pertolongan dengan seorang lain yang karena pengetahuan dan ketrampilannya memiliki wewenang untuk memberikan pertolongan dalam memecahkan masalah klien. Tanya Jawab dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan sbb:

  • Mengumpulkan informasi yang akurat dan lengkap tentang klien, masalah-masalahnya, dan tentang orang-orang lain yang terlibat dalam masalah tersebut
  • Mengevaluasi kesahihan informasi yang diperoleh dari sumber-sumber lain
  • Melengkapi informasi dengan kuesioner, daftar cek, atau keterangan-keterangan tertulis lain
  • Mendampingi klien yang  dalam memahami pertanyaan-pertanyaan
  • Memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepda konseli
  • Memahami tujuan dari suatu relasi yang bersifat menolong semacam itu

Prinsip-prinsip Tanya Jawab

Bila prinsip-prinsip ini diindahkan dalam Tanya Jawab, maka akan sangat menolong menciptakan suasana yang akan memungkinkan klien memiliki penghargaan diri yang positif:

  • Prinsip penerimaan - Konselor harus menunjukkan sikap positif terhadap konseli. Ia harus mampu menerima berbagai kenyataan tentang konseli beserta perasaan-perasaannya, betapa pun negatifnya, dan membiarkan konseli mengungkapkan diri dengan berbagai bentuk perilaku, mulai dari yang paling negative sampai ke yang paling positif
  • Sikap permisif - Yang dimaksud adalah sikap tidak menilai dari pihak konselor agar konseli merasa bebas mengungkapkan dirinya
  • Pelibatan emosi secara terkendali - Yang dimaksud adalah kepekaan konselor terhadap perasaan-perasaan konseli, kemampuan konselor untuk memahami maknanya dan menanggapinya secara tepat. Selain itu konselor juga tidak boleh larut secara emosisonal dalam perasaan konseli
  • Penentuan diri (self-determination) - Konselor harus sungguh-sungguh yakin bahwa konseli mampu membuat keputusan-keputusan sendiri, sehingga tugasnya adalah menolong proses pengambilan keputusan konseli dengan cara menyingkirkan hal-hal yang merintangi kemampuan konseli untuk bertindak sebagaimana mestinya
  • Konfidensialitas - Segala sesuatu yang dibahas oleh konseli bersama konselor merupakan informasi istimewa yang perlu diperlakukan secara sangat hati-hati dan penuh konfidensialitas. Setiap orang berhak dijaga nama baik dan reputasinya, tak peduli betapa besar atau serius masalah-masalah yang sedang dihadapinya
  • Pengungkapan perasaan-perasaan secara terarah - Konseli harus ditolong mengungkapkan perasaan-perasaannya secara terarah, yakni untuk menyalurkan sebagian dari ketegangan –ketegangan dan kecemasan-kecemasannya

Syarat-syarat untuk menyelenggarakan Tanya Jawab yang baik

  • Lingkungan fisik, harus menjamin suasana ‘privacy’ secukupnya, sehingga konseli merasa bebas untuk mengungkapkan diri. Juga harus cukup nyaman.
  • Membuat catatan. Mencatat fakta-fakta relevan yang kiranya akan berguna bagi klien maupun konselor untuk menentukan pemecahan masalah, jelas bermanfaat. Catatan-catatan juga dapat menolong konselor mengikuti aspek-aspek kunci tertentu dalam proses konseling yang sedang berlangsung, sehingga kontinuitas pengumpulan data bisa terjamin.
  • Pengetahuan tentang dinamika perilaku manusia serta penguasaan ketrampilan dan teknik-teknik Tanya Jawab akan sangat menunjang keberhasilan pelaksanaan Tanya Jawab.

Pedoman Tanya Jawab

  • perlu diamati bentuk-bentuk ekspresi wajah konseli, kesenjangan atau inkonsistensi dalam kisa-kisah yang dikemukakannya, gerak kaki tangannya serta posisi duduknya. Hasil-hasil pengamatan ini dapat memberikan sekedar petunjuk tentang seberapa berat gangguan yang dirasakan oleh konseli, betapa serius masalah yang sedang dihadapinya, atau seberapa santai dan tenang perasaan konseli berhadapan dengan konselor
  • mendengarkan. Konselor harus mencurahkan perhatiannya secara penuh dan terus-menerus pada apa yang dikemukakan oleh konseli beserta implikasi-implikasinya. Pusat perhatiannya harus tetap pada konseli. Konselor tidak boleh mengalihkan pembicaraan ke arah lain, selain kepada konseli
  • Konselor perlu bersikap aktif dalam pembicaraan, misalnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan atau mengusulkan pembahasan tentang pokok-pokok tertentu yang dipandang relevan
About these ads

2 thoughts on “Dialog Konseling – bagaimana melakukan Tanya Jawab dalam proses konseling”

  1. Saya sangat terkesan dengan artikel Abang Paul Atlanta, Jika pada prosesnya dilakukan secara baik dan benar. Namun jika Privasi sang Konseli terganggu ?. Jika Konselor melakukan monitoring dan Evaluasi secara tidak tepat, dan melakukan pengintaian, penyadapan , kemudian menyebar luaskan seluruh hasil dari Monitoring dan Evaluasi tanpa mempertimbangkan Gangguan Mental dan Spiritual sang Konseli, Apakah itu dapat dibenarkan ?. Jika Proses tanya jawab dilakukan dengan Baik yang biasanya juga dilakukan sangat rahasia,maka kesimpulan yang didapatkan juga akan membawa dampak yang Positif. Sang konselor boleh saja mengambil Kesimpulan yang dia anggap Benar, Maupun sang Konseli menganggap yang dia pikirkan adalah benar. Namun untuk mempersatukan dua arah yang berbeda harus ada keselarasan dan pemahaman yang baik antara Sang Konselor dan Sang Konseli. Salam abanganda dan keluarga, Okto, Kakak dan Fora, Tuhan memberkati.

  2. konseling yang benar tentu tujuannya untuk kebaikan konseli. Kalau ada kasus seperti di atas, sepertinya konselor punya kepentingan dan kebutuhannya sendiri. Idealnya kita mendahulukan keuntungan buat konseli dan bukan mendahulukan kepentingan diri sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s