Menghadapi Perubahan: Sikap saat harus mengalami perubahan

Perubahan akan terjadi dalam hidup kita, apakah kita sedang menantikan ataupun sedang menolaknya. Ada satu titik di mana kita perlu atau bahkan harus berubah. Bagaimana cara kita menyikapi perubahan tersebut?

“…Izinkanlah kami pergi menebang pohon kayu di dekat Sungai Yordan, dan mendirikan tempat tinggal kita di sana.” “Baiklah,” jawab Elisa.  Salah seorang dari antara mereka mendesak supaya Elisa ikut dengan mereka. Elisa setuju, lalu mereka berangkat bersama-sama.

Ketika seorang merasa tidak nyaman karena tempat tinggal mereka telah penuh, ia mengadu kepada Elisa dan mencari cara untuk melakukan perubahan. Namun orang tersebut bukan hanya mengeluh, namun juga sudah mencari solusi untuk mengubah situasi yang tidak nyaman tersebut. Sebuah tindakan yang penting untuk membuat perubahan adalah ketika kita mencari solusi, membuat perencanaan dan berkomitmen dalam melakukannya.

Perubahan, sebaik apapun, sebenarnya sedang mengganggu kestabilan yang sedang dijalani. Karenanya wajar ketika banyak orang menghadapi perubahan dengan perasaan campur aduk: ada kekhawatiran, was-was, ada keengganan, walaupun juga ada antisipasi dan optimisme. Akan sangat memberi rasa aman ketika kita menanti perubahan dengan melakukan perencanaan terlebih dahulu. Dalam merencanakan langkah-langkah yang akan diambil, kita bisa mencoba meminimalisir ketakutan dan kecemasan, menangani pertanyaan dan keraguan, serta menghitung resiko dan harga yang perlu dibayar. Merencanakan dengan baik telah memenangkan setengah pertempuran, sementara gagal dalam perencanaan sama saja dengan merencanakan untuk gagal. Karenanya kita perlu memberi waktu, tenaga, hati dan pikiran dan menanamkan usaha dalam perencanaan yang matang dalam menghadapi perubahan.

Seorang pendamping adalah fasilitas yang sangat menolong ketika harus menjalani perubahan, apalagi perubahan yang sulit. Dalam kisah di atas, para pelajar mengajak Elisa untuk ikut serta dalam mempersiapkan rumah tinggal yang baru. Keputusan ini menolong mereka ketika ada kesulitan terjadi. Inilah gunanya seorang teman, seperti dikatakan Sulaiman,  “Berdua lebih menguntungkan daripada seorang diri. Kalau mereka bekerja, hasilnya akan lebih baik. “, Ada beberapa model pendampingan yang bisa kita miliki dari seorang teman.

Mentor. Ini adalah seseorang yang bisa menolong kita untuk menunjukkan jalan. Walaupun ada bermacam bentuk pendampingan mentor dan pelatihan, secara umum yang mereka lakukan adalah menunjukkan jalan yang paling sesuai dengan kebutuhan kita, dan menolong mengeluarkan atau memaksimalkan potensi yang kita miliki.  Seorang mentor tidaklah harus menjadi orang yang ahli di bidang yang sedang kita jalani, namun biasanya ada pengharapan bahwa seorang mentor adalah orang yang telah ada di depan di dalam proses yang akan kita jalani.

Mitra pertanggungjawaban - atau accountability partner. Ini adalah seorang teman yang menjadi tempat kita di mana kita bisa melaporkan dan bertanggung jawab akan proses yang sedang kita jalani. Keberadaan mitra ini akan menolong kita untuk bertanggung jawab atas keputusan-keputusan yang kita ambil. Misalnya seseorang yang sedang ingin berubah lepas dari kecanduan pornografi, ia bisa memiliki teman yang ikut bertanggung jawab dalam proses itu, misalnya dengan ikut mengecek apakah kita masih berhasil dalam komitmen kita atau tidak.

Sahabat. Ini adalah seorang pendamping yang menerima kita apa adanya, dengan semua kelebihan dan kekurangan kita. Seorang sahabat tidak memiliki kepentingan untuk merubah kita, walaupun ia ingin yang terbaik bagi kita. Ia akan menjadi tempat curhat yang menyenangkan, karena bisa menerima ungkapan hati kita tanpa menghakimi.

Apakah saat ini anda sedang harus menghadapi perubahan? Apakah anda sudah mempersiapkan hati anda untuk mengalami perubahan dengan cara yang bijak? Mulai dengan perencanaan, yang memikirkan tujuan serta strategi untuk menghadapi perubahan. Ajak teman, undang orang untuk ikut terlibat dalam perubahan tersebut. Anda akan melewati proses perubahan yang lebih dapat dinikmati.

Artikel berhubungan:

Menghadapi Perubahan: Apa yang mendorong perubahan?

Renungan Visi Ilahi – Hari 17 Tuhan memberimu pembimbing dan penasihat yang bijak

Ciri-ciri seorang mentor yang handal

Prinsip-prinsip Dasar tentang Perubahan (Ringkasan) – 2 Raja-raja 6:1-7

About these ads

One thought on “Menghadapi Perubahan: Sikap saat harus mengalami perubahan”

  1. bagaimana ciri orang dewasa dalam berfikir , berbicara , sikap , dan cara menyelesaikan suatu masalah ?
    makasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s